LKPDPertemuan 7Bab 4Fase DSemester 2

LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 7: Penerapan Pemecahan Masalah Sederhana Berbasis KA pada Konteks Pemilahan Sampah Lingkungan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 7 dengan topik "Penerapan Pemecahan Masalah Sederhana Berbasis KA pada Konteks Pemilahan Sampah Lingkungan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 7: Penerapan Pemecahan Masalah Sederhana Berbasis KA pada Konteks Pemilahan Sampah Lingkungan

Koding dan Kecerdasan Artifisial - Kelas 7

Bab 4 Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Penerapan Pemecahan Masalah Sederhana Berbasis KA pada Konteks Pemilahan Sampah Lingkungan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasFase Fase D / Kelas 7
TopikPenerapan Pemecahan Masalah Sederhana Berbasis KA pada Konteks Pemilahan Sampah Lingkungan
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menerapkan pemecahan masalah sederhana dalam kehidupan masyarakat secara sistematis menggunakan sistem KA

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar bersama kelompokmu.
  • Bekerjasamalah dalam kelompok yang terdiri dari 4-5 murid secara aktif dan tertib.
  • Baca dengan teliti setiap instruksi pemecahan masalah berbasis sistem Kecerdasan Artifisial (KA) yang disajikan pada LKPD ini.
  • Gunakan perangkat komputer/laptop atau gawai yang terhubung dengan platform KA (seperti Teachable Machine) sesuai arahan guru.
  • Tanyakan kepada guru apabila terdapat instruksi atau langkah kerja yang belum dipahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Kegiatan 1: Merancang Alur Sistematis Pemecahan Masalah Pemilahan Sampah

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Contoh sampah kering bersih di sekitar kelas/sekolah (botol plastik, kertas bekas, daun kering)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati permasalahan penumpukan sampah yang belum terpilah di lingkungan kantin dan sekolah.
  2. Diskusikan bersama kelompokmu bagaimana tahapan sistematis pemecahan masalah tersebut dengan memanfaatkan sistem KA klasifikasi gambar.
  3. Lengkapi tabel dekomposisi langkah penerapan sistem KA di ruang jawaban yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Tuliskan 3 kategori label kelas sampah yang akan dipilah beserta contoh objek nyata untuk masing-masing kelas!

Ruang tabel jawaban

2. Susunlah 4 tahapan sistematis penerapan sistem KA klasifikasi gambar untuk memilah sampah mulai dari persiapan data hingga pemanfaatan!

Tabel 3 baris: Kolom 1 (Nama Label Kelas Sampah), Kolom 2 (Contoh Sampah Nyata). Diikuti 4 poin isian terurut nomor 1-4 untuk tahapan sistematis kerja KA.

Kegiatan 2: Kegiatan 2: Menerapkan Pelatihan dan Pengujian Model KA Pemilah Sampah

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Laptop/komputer berkamera atau gawai yang tersambung internet
  • Platform Teachable Machine (teachablemachine.withgoogle.com)
  • 3 macam objek sampah baru sebagai bahan uji

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Buka peramban dan akses platform Teachable Machine (Image Project) pada perangkat kelompokmu.
  2. Buat 3 kelas label sesuai rancangan pada Kegiatan 1: Organik, Plastik, dan Kertas.
  3. Ambil sampel gambar untuk setiap kelas menggunakan kamera perangkat (minimal 15 gambar per kelas dari berbagai sudut).
  4. Klik tombol 'Train Model' dan tunggu hingga proses pelatihan selesai.
  5. Uji model menggunakan 3 objek baru yang belum ada pada data latih, lalu catat hasil prediksinya pada tabel pengujian.

Pertanyaan:

1. Lakukan pengujian langsung terhadap 3 objek sampah baru pada sistem KA yang telah dilatih, lalu catat hasil persentase keyakinan prediksi yang muncul pada layar!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan pengujian, apakah sistem KA yang kalian terapkan berhasil memecahkan masalah pemilahan objek sampah dengan benar? Jelaskan kondisinya jika terdapat prediksi yang keliru atau kurang yakin!

Tabel pengujian 3 baris: Kolom 1 (Nama Objek Uji Baru), Kolom 2 (Kategori Sebenarnya), Kolom 3 (Prediksi Sistem KA), Kolom 4 (Persentase Keyakinan/Confidence). Disertai kolom uraian 3-4 kalimat untuk evaluasi hasil prediksi.

Kegiatan 3: Kegiatan 3: Merumuskan Alur Penerapan Sistem KA pada Tempat Sampah Sekolah

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku LKPD
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan implementasi nyata sistem KA pemilah sampah yang telah diuji ke dalam sistem tempat sampah otomatis/pintar di sekolah.
  2. Tuliskan diagram instruksi sederhana pemecahan masalah saat seorang warga sekolah mendatangi tempat sampah dengan membawa objek sampah.
  3. Selesaikan kegiatan ini bersamaan dengan pengisian refleksi dan penutupan pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Tuliskan instruksi alur kerja pemecahan masalah sederhana (logika input - proses KA - output aksi) agar tempat sampah pintar dapat memilah sampah secara otomatis di masyarakat!

Bagan kotak alur atau 3 poin langkah terstruktur: Input Sensor/Kamera -> Proses Klasifikasi KA -> Output/Tindakan Mekanik Tempat Sampah.

REFLEKSI

1. Bagian mana dari langkah penerapan pemecahan masalah dengan sistem KA hari ini yang paling menantang bagi kelompokmu?

2. Bagaimana kualitas data gambar yang kalian masukkan mempengaruhi keberhasilan sistem KA dalam mengenali jenis sampah secara akurat?

3. Bagaimana penerapan sistem KA ini dapat membantu warga sekolah menyelesaikan masalah sampah di kehidupan sehari-hari?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.