LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 7: Menganalisis Konten Deep Fake dalam Bentuk Audio dan Video
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 7 dengan topik "Menganalisis Konten Deep Fake dalam Bentuk Audio dan Video".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 7: Menganalisis Konten Deep Fake dalam Bentuk Audio dan Video
Koding dan Kecerdasan Artifisial - Kelas 7
Bab 3 Pertemuan 8
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 7 (Fase D) Topik: Menganalisis Konten Deep Fake dalam Bentuk Audio dan Video INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Investigasi Visual: Mengidentifikasi Anomali Gambar Hasil Olahan KAEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan pengamatan pada Sampel Gambar A (foto seorang tokoh terkenal berpidato dengan tekstur gigi kabur menyatu, jumlah jari tangan tampak enam, dan refleksi mata tidak serasi) dan Sampel Gambar B (foto seorang tokoh berpidato dengan bayangan natural, kerutan kulit wajar, dan detail jemari presisi), tentukan status masing-masing sampel serta rincikan bukti visual analisisnya! Ruang tabel jawaban 2. Dari hasil analisis kedua sampel tersebut, rumuskan 3 tanda fisik/visual utama yang paling efektif digunakan untuk membedakan gambar wajah asli dari gambar hasil manipulasi deep fake! Tabel analisis 4 kolom: Kolom 1 (Nama Sampel), Kolom 2 (Status: Asli / Deep Fake), Kolom 3 (Bagian Tubuh/Visual yang Dianalisis), Kolom 4 (Deskripsi Bukti Kejanggalan/Kewajaran), diikuti baris isian nomor 2 berupa 3 butir tanda visual utama. Kegiatan 2: Deteksi Spektrum: Menganalisis Ciri Deep Fake Rekaman Suara (Audio)Estimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Cermati deskripsi Karakteristik Suara 1 (suara memiliki intonasi sangat datar seperti robot, tidak terdengar hembusan napas di antara kalimat, jeda antar-kata seragam secara mekanis) dan Karakteristik Suara 2 (terdengar helaan napas alami saat jeda, dinamika nada suara naik-turun sesuai luapan emosi cemas, terdapat jeda berpikir spontan). Analisis mana di antara kedua suara tersebut yang merupakan hasil manipulasi deep fake audio dan berikan alasan analisis akustiknya! 2. Sebutkan dua indikator pendengaran spesifik yang membuktikan bahwa sebuah rekaman audio telah diproses melalui algoritma sintesis kecerdasan artifisial! Kolom uraian terstruktur berisi identifikasi status rekaman (Asli/Deep Fake), uraian 3 faktor analisis akustik (pernapasan, intonasi, ritme jeda), serta 2 butir isian singkat indikator sintetis. Kegiatan 3: Uji Sinkronisasi Forensik: Menganalisis Konten Deep Fake VideoEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan tayangan video studi kasus, lakukan analisis terhadap ketepatan gerak bibir terhadap suku kata yang diucapkan. Apakah terdapat ketidaksesuaian gerak bibir (lip-sync mismatch)? Tuliskan bukti pengamatanmu! 2. Analisis aspek kedipan mata dan gerakan kepala tokoh pada video tersebut. Kejanggalan apa yang menandakan bahwa video tersebut merupakan hasil olahan deep fake swap? 3. Buatlah kesimpulan akhir hasil analisis forensik kelompokmu: Apakah video tersebut konten Asli atau Deep Fake? Sertakan ringkasan bukti faktualnya! Format laporan analisis verifikasi video: Bagian A (Analisis Sinkronisasi Suara-Bibir), Bagian B (Analisis Kedipan dan Pergerakan Batas Wajah), Bagian C (Kotak Kesimpulan Status Video & 3 Poin Bukti Faktual). REFLEKSI1. Dari ketiga bentuk konten yang telah dianalisis (gambar, audio, dan video), bentuk manakah yang menurutmu paling sulit dideteksi keasliannya? Mengapa? 2. Setelah mempelajari ciri-ciri teknis deep fake hari ini, langkah apa yang akan langsung kamu lakukan saat menemukan video atau rekaman suara mencurigakan di media sosial? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.