LKPDPertemuan 6Bab 3Fase DSemester 2

LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 7: Menguraikan Prinsip KA sebagai Alat Bantu dan Potensi Output Salah, Bias, atau Halusinasi

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 7 dengan topik "Menguraikan Prinsip KA sebagai Alat Bantu dan Potensi Output Salah, Bias, atau Halusinasi".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 7: Menguraikan Prinsip KA sebagai Alat Bantu dan Potensi Output Salah, Bias, atau Halusinasi

Koding dan Kecerdasan Artifisial - Kelas 7

Bab 3 Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Menguraikan Prinsip KA sebagai Alat Bantu dan Potensi Output Salah, Bias, atau Halusinasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikMenguraikan Prinsip KA sebagai Alat Bantu dan Potensi Output Salah, Bias, atau Halusinasi
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menguraikan prinsip KA sebagai alat bantu yang tidak boleh dipercaya sepenuhnya karena potensi menghasilkan output yang salah, bias, atau melakukan halusinasi

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dan studi kasus dengan cermat bersama rekan kelompokmu.
  • Gunakan kemampuan bernalar kritis untuk menguraikan keterbatasan sistem KA pada setiap contoh kasus.
  • Tuliskan hasil telaah dan uraian jawabanmu pada format kolom yang telah disediakan.
  • Bekerjasamalah secara aktif, saling menghargai pendapat, dan selesaikan tugas tepat waktu.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengenal Peran KA: Alat Bantu vs Sumber Kebenaran Mutlak

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Koding dan KA Kelas 7
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah pengantar singkat mengenai posisi KA dalam membantu tugas manusia sehari-hari.
  2. Diskusikan dengan teman sebangku mengapa KA dirancang sebagai alat bantu dan bukan penentu keputusan akhir.
  3. Uraikan jawaban pada tabel perbandingan yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Uraikan mengapa Kecerdasan Artifisial (KA) hanya diposisikan sebagai alat bantu bagi manusia dan tidak boleh dipercaya secara mutlak!

2. Lengkapilah tabel perbandingan berikut dengan menguraikan peran manusia dan peran KA dalam menyelesaikan sebuah tugas!

Ruang tabel jawaban

Tuliskan uraian pada format tabel 2 kolom: [Peran KA sebagai Alat Bantu] dan [Peran Manusia sebagai Pengambil Keputusan].

Kegiatan 2: Investigasi Keterbatasan KA: Output Salah, Bias, dan Halusinasi

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja kelompok
  • Kutipan teks studi kasus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah 3 cuplikan kasus interaksi pengguna dengan KA berikut:
  2. Kasus A: Sebuah sistem KA diminta menyebutkan biografi tokoh lokal, lalu menyebutkan judul buku karangan tokoh tersebut beserta tahun terbitnya secara sangat meyakinkan, padahal buku itu tidak pernah ada di dunia nyata.
  3. Kasus B: Saat diminta menghasilkan ilustrasi orang dengan profesi 'perawat' dan 'insinyur mesin', KA selalu menampilkan seluruh perawat adalah perempuan dan seluruh insinyur adalah laki-laki.
  4. Kasus C: Seorang murid menanyakan hasil perkalian rumit dan tanggal peristiwa proklamasi kemerdekaan suatu negara, namun KA memberikan angka perhitungan yang meleset dan tahun peristiwa yang tertukar akibat membaca sumber web keliru.
  5. Uraikan kasus di atas ke dalam kategori keterbatasan KA (output salah, bias, atau halusinasi) beserta penjelasannya.

Pertanyaan:

1. Uraikan penyebab terjadinya fenomena pada Kasus A dan mengapa hal tersebut dikategorikan sebagai halusinasi KA!

2. Uraikan mengapa Kasus B dikategorikan sebagai bias KA dan bagaimana bias tersebut bisa muncul dari data!

3. Uraikan mengapa output salah pada Kasus C bisa terjadi dan bahaya yang muncul bila pengguna langsung mempercayainya mentah-mentah!

Tuliskan hasil uraian berupa tabel 4 kolom: [Kasus], [Bentuk Keterbatasan (Salah/Bias/Halusinasi)], [Uraian Penyebab Kejadian], [Bahaya Jika Dipercaya Penuh].

Kegiatan 3: Uraian Prinsip Kritis Menghadapi Keterbatasan KA

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan
  • Format refleksi akhir

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Berdasarkan pemahaman mengenai output salah, bias, dan halusinasi, diskusikan dalam kelompok prinsip etika menggunakan KA.
  2. Uraikan langkah operasional yang harus diambil seorang murid saat menerima respon dari KA agar tidak terjebak keterbatasan tersebut.
  3. Tuliskan uraian solusi pada lembar jawaban, lalu selesaikan bagian refleksi pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Uraikan 3 prinsip utama yang harus dipegang saat menggunakan KA agar kita tidak tergantung dan percaya sepenuhnya pada output yang dihasilkan!

2. Uraikan tindakan yang harus kamu lakukan jika mendapati KA memberikan jawaban rujukan buku sejarah yang tampak resmi tetapi kamu curiga itu halusinasi!

Tuliskan dalam bentuk poin-poin penjelasan terperinci disertai argumen pendukung pada kolom uraian solusi kritis.

REFLEKSI

1. Setelah memahami potensi output salah, bias, dan halusinasi, bagaimana pandanganmu mengenai ketergantungan pada KA saat mengerjakan tugas sekolah?

2. Pengalaman apa yang pernah kamu alami saat menggunakan KA (atau aplikasi pintar) yang ternyata memberikan hasil keliru atau tidak masuk akal?

3. Langkah kebiasaan baru apa yang akan kamu terapkan mulai hari ini setiap kali membaca teks atau jawaban yang dihasilkan oleh KA?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.