LKPDPertemuan 6Bab 4Fase CSemester 2

LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 5: Menyimulasikan Secara Sederhana Kerja Kecerdasan Artifisial Mengenali Pola Berulang dari Kumpulan Benda Konkret

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 5 dengan topik "Menyimulasikan Secara Sederhana Kerja Kecerdasan Artifisial Mengenali Pola Berulang dari Kumpulan Benda Konkret".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 5: Menyimulasikan Secara Sederhana Kerja Kecerdasan Artifisial Mengenali Pola Berulang dari Kumpulan Benda Konkret

Koding dan Kecerdasan Artifisial - Kelas 5

Bab 4 Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menyimulasikan Secara Sederhana Kerja Kecerdasan Artifisial Mengenali Pola Berulang dari Kumpulan Benda Konkret

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenyimulasikan Secara Sederhana Kerja Kecerdasan Artifisial Mengenali Pola Berulang dari Kumpulan Benda Konkret
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menyimulasikan secara sederhana kerja kecerdasan artifisial saat mengenali pola dari benda konkret

PETUNJUK UMUM

  • Bentuk kelompok yang terdiri atas 3–4 orang.
  • Siapkan benda-benda konkret di sekitarmu (misalnya: pensil, penghapus, tutup botol, klip kertas, atau koin) sebagai bahan simulasi data masukan bagi sistem kecerdasan artifisial (KA).
  • Ikuti setiap langkah simulasi secara runtut: berperanlah sebagai mesin KA yang sedang mengamati data masukan, mendeteksi pola berulang, dan memprediksi benda berikutnya.
  • Diskusikan hasil pengamatan bersama kelompok dan tuliskan jawaban secara rapi pada lembar yang disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Simulasi 1: Mengamati Data Masukan dan Menemukan Pola Ciri Benda

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Benda konkret di kelas (pensil, penghapus, peraut, klip kertas, penggaris)
  • Meja belajar

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Letakkan benda-benda konkret di atas meja kelompok.
  2. Susunlah 6 benda konkret secara berurutan sesuai pola ciri tertentu (misalnya: pola ukuran besar-kecil atau pola jenis benda: pensil-penghapus-pensil-penghapus).
  3. Amati urutan benda tersebut seolah-olah kalian adalah sensor kamera pada sistem KA yang sedang membaca data masukan secara berurutan dari kiri ke kanan.
  4. Jawablah pertanyaan simulasi di bawah ini untuk merumuskan aturan pola yang dikenali.

Pertanyaan:

1. Tuliskan deretan 6 benda konkret yang kelompokmu susun sebagai data masukan untuk disimulasikan!

2. Sebagai sistem KA yang sedang bekerja mengenali pola, sebutkan aturan pola berulang yang berhasil dideteksi dari susunan benda konkret tersebut!

Tuliskan jawaban pada kolom bergaris yang disediakan di LKPD: (1) Isian daftar urutan benda ke-1 sampai ke-6; (2) Paragraf penjelasan singkat aturan pola yang ditemukan.

Kegiatan 2: Simulasi 2: Menguji Prediksi Sistem KA pada Data Benda Berikutnya

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Benda konkret tambahan (tutup botol, daun, koin)
  • Lembar Kerja Murid

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Berdasarkan pola berulang dari 6 benda konkret pada Aktivitas 1, kini kalian menyimulasikan cara KA melakukan prediksi kelanjutan data.
  2. Tentukan benda konkret ke-7 dan ke-8 yang harus diletakkan agar susunan pola tetap konsisten.
  3. Lakukan simulasi jika dimasukkan satu 'benda asing' (data anomali yang tidak sesuai pola) di tengah barisan, lalu amati apa yang terjadi pada kerja pengenalan pola sistem KA.
  4. Lengkapi tabel uji simulasi berikut.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel simulasi prediksi sistem KA berdasarkan pola benda konkret kelompokmu!

Ruang tabel jawaban

2. Ketika di antara urutan dimasukkan benda yang tidak cocok (misalnya batu kecil di antara pensil dan penghapus), bagaimana simulasi sistem KA menyikapi data tersebut?

Gunakan format tabel 3 kolom: Kolom 1 (Posisi Benda ke-), Kolom 2 (Prediksi Benda Konkret oleh KA), Kolom 3 (Aturan Pola yang Mendasari Prediksi). Serta kolom teks reflektif untuk pertanyaan nomor 2.

Kegiatan 3: Simulasi 3: Merancang Alur Kerja Pengenalan Pola KA secara Visual dan Penutup

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Pensil warna/spidol (opsional untuk memperjelas bagan)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Gambarkan bagan alur sederhana yang menunjukkan bagaimana kelompokmu menyimulasikan cara kerja KA mengenali pola benda konkret, mulai dari: Menerima Masukan Benda -> Membaca Ciri -> Menemukan Pola Berulang -> Memberikan Prediksi Benda Berikutnya.
  2. Tuliskan kesimpulan cara kerja KA dalam mengenali pola dari kumpulan benda konkret.
  3. Lakukan refleksi mandiri dan bersama kelompok untuk menutup pertemuan.

Pertanyaan:

1. Lengkapi bagan alur 4 tahap simulasi kerja KA dalam mengenali pola benda konkret pada kotak yang disediakan!

Ruang gambar

2. Berdasarkan keseluruhan simulasi, apa syarat utama agar kecerdasan artifisial dapat mengenali pola dari benda konkret dengan tepat?

Disediakan 4 kotak bagan alur horizontal bertanda panah untuk diisi nama tahapan kerja KA, diikuti 3 baris jawaban uraian kesimpulan dan lembar refleksi penutup.

REFLEKSI

1. Saat berperan sebagai mesin KA, langkah mana yang paling menantang: mengamati ciri benda konkret atau menebak pola berulangnya? Jelaskan alasannya!

2. Bagaimana keteraturan susunan benda konkret membantumu lebih cepat menemukan pola dalam simulasi ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.