LKPDPertemuan 2Bab 1Fase CSemester 1

LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 5: Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 5 dengan topik "Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 5: Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil

Koding dan Kecerdasan Artifisial - Kelas 5

Bab 1 - Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikDekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan konsep dekomposisi sebagai cara memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah diselesaikan.
  2. Murid dapat menerapkan dekomposisi pada permasalahan sederhana sehari-hari, seperti merapikan kamar atau menyelesaikan tugas, dengan menyebutkan langkah-langkah bagiannya secara sistematis.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan cermat sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan setiap kegiatan secara berurutan — jangan melompat ke kegiatan berikutnya sebelum selesai.
  • Boleh berdiskusi dengan teman sebangku, kecuali jika petunjuk menyebutkan 'kerjakan mandiri'.
  • Gunakan pensil atau bolpoin untuk menulis jawabanmu. Jika salah, coret rapi dan tulis ulang.
  • Tidak ada jawaban yang benar-salah mutlak selama kamu bisa menjelaskan alasannya.
  • Jika ada yang kurang jelas, acungkan tangan dan tanya gurumu.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Ayo Mengamati: Masalah Besar vs. Langkah Kecil

Estimasi: 15 menit

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca cerita pendek di bawah ini dengan seksama.
  2. Setelah membaca, jawab pertanyaan yang tersedia secara mandiri.
  3. Cerita: Siti mendapat tugas dari ibunya: 'Bereskan kamarmu sebelum makan siang!' Siti berdiri di depan kamarnya yang berantakan dan merasa bingung, tidak tahu harus mulai dari mana. Lantai penuh mainan, baju berserakan di kursi, buku berhamburan di meja, dan tempat tidurnya belum dirapikan. Untungnya, kakaknya memberi saran: 'Pecah saja tugasnya jadi bagian-bagian kecil, lakukan satu per satu!' Siti pun membagi tugasnya: (1) kumpulkan mainan dan masukkan ke kotak, (2) lipat dan simpan baju, (3) tata buku di rak, (4) rapikan tempat tidur. Dalam 20 menit, kamar Siti sudah bersih!
  4. Perhatikan perbedaan antara kondisi Siti sebelum dan sesudah mendapat saran kakaknya.
  5. Jawab semua pertanyaan di bawah ini.

Pertanyaan:

1. Apa masalah besar yang dihadapi Siti di awal cerita?

2. Bagaimana saran kakak membantu Siti? Tuliskan dengan kalimatmu sendiri.

3. Tuliskan kembali 4 langkah kecil yang dilakukan Siti untuk membereskan kamarnya dalam tabel berikut.

Ruang tabel jawaban

4. Menurutmu, mengapa memecah tugas besar menjadi bagian kecil bisa membuat pekerjaan lebih mudah? Jelaskan pendapatmu.

Jawab pertanyaan 1 dan 2 dalam 2–3 kalimat di baris yang tersedia. Untuk pertanyaan 3, isi tabel 2 kolom (Nomor Langkah | Kegiatan yang Dilakukan) dengan 4 baris. Untuk pertanyaan 4, tulis uraian minimal 2 kalimat.

Kegiatan 2: Ayo Mencoba: Detektif Dekomposisi

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Penghapus
  • LKPD ini

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pada kegiatan ini kamu akan berlatih menerapkan dekomposisi secara langsung.
  2. Kamu akan memilih SATU situasi dari daftar di bawah ini, lalu memecahnya menjadi langkah-langkah kecil.
  3. Daftar situasi pilihan: (A) Mempersiapkan diri berangkat ke sekolah di pagi hari, (B) Mengerjakan proyek prakarya membuat kolase dari majalah bekas, (C) Membantu ibu memasak nasi goreng.
  4. Setelah memilih, tulis situasimu di kotak 'Masalah Besar'.
  5. Pecah situasi itu menjadi minimal 5 langkah kecil yang berurutan dan logis.
  6. Gunakan format pohon dekomposisi atau daftar bernomor seperti yang dicontohkan gurumu.
  7. Setelah selesai, tukarkan LKPD-mu dengan teman sebangku. Beri komentar pada langkah temanmu: apakah urutannya sudah logis? Adakah langkah yang terlewat?
  8. Revisi langkahmu jika perlu setelah mendapat masukan teman.

Pertanyaan:

1. Situasi mana yang kamu pilih? Tuliskan kembali situasi tersebut sebagai 'Masalah Besar' dengan kalimatmu sendiri.

2. Pecah masalah besarmu menjadi minimal 5 langkah kecil yang berurutan. Tulis setiap langkah dalam tabel berikut.

Ruang tabel jawaban

3. Setelah ditukar dengan teman, tuliskan SATU saran atau masukan dari temanmu tentang langkah-langkahmu. Apakah ada langkah yang kurang atau perlu diurutkan ulang?

4. Setelah mendapat masukan, apakah kamu merevisi langkah-langkahmu? Jelaskan perubahan apa yang kamu buat (jika ada).

Untuk pertanyaan 2, isi tabel 3 kolom (No. Langkah | Nama Langkah | Penjelasan Singkat) dengan minimal 5 baris. Untuk pertanyaan 1, 3, dan 4, tulis jawaban dalam 2–4 kalimat di baris yang tersedia. Gunakan pensil agar mudah direvisi setelah diskusi.

Kegiatan 3: Ayo Berdiskusi & Berkreasi: Poster Mini Dekomposisi

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas HVS (1 lembar per kelompok)
  • Spidol warna atau krayon
  • Pensil dan bolpoin
  • Selotip atau lem untuk menempel poster

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuk kelompok 3–4 orang bersama teman-temanmu.
  2. Kelompokmu akan memilih SATU masalah baru yang berbeda dari kegiatan sebelumnya — pilih dari kehidupan sehari-hari yang kalian semua kenal.
  3. Diskusikan bersama: apa saja bagian-bagian kecil dari masalah itu? Siapa yang bertanggung jawab atas bagian mana?
  4. Buat 'Poster Mini Dekomposisi' di kertas HVS atau bagian belakang LKPD ini. Poster berisi: (a) judul masalah besar, (b) minimal 4 kotak langkah kecil dengan panah penghubung, (c) gambar atau simbol sederhana di setiap kotak agar menarik.
  5. Setiap anggota kelompok wajib menggambar atau menulis setidaknya SATU bagian di poster.
  6. Setelah selesai, tempelkan poster di papan kelas dan presentasikan dalam 1–2 menit.
  7. Jawab pertanyaan diskusi di bawah ini secara individu setelah presentasi selesai.

Pertanyaan:

1. Tuliskan masalah besar yang dipilih kelompokmu dan alasan mengapa kalian memilihnya.

2. Tuliskan langkah-langkah kecil yang muncul dari diskusi kelompokmu (minimal 4 langkah) dalam tabel berikut.

Ruang tabel jawaban

3. Saat berdiskusi, apakah ada perbedaan pendapat tentang urutan langkah? Ceritakan bagaimana kelompokmu menyelesaikan perbedaan itu.

4. Menurutmu, apakah konsep dekomposisi hanya berguna untuk tugas sekolah? Berikan 2 contoh situasi lain dalam hidupmu di mana dekomposisi bisa membantu.

Untuk pertanyaan 2, isi tabel 3 kolom (No. Langkah | Nama Langkah | Siapa yang Bertugas di Kelompok) minimal 4 baris. Untuk pertanyaan 1, 3, dan 4, tulis jawaban dalam 3–5 kalimat. Poster Mini dibuat di kertas HVS terpisah atau di ruang kosong halaman belakang LKPD.

REFLEKSI

1. Bayangkan kamu punya tugas besar yang terasa berat minggu ini — bisa tugas sekolah, pekerjaan rumah, atau kegiatan lain. Bagaimana kamu akan menerapkan dekomposisi untuk menyelesaikannya? Tulis rencanamu dalam 3–5 langkah kecil.

2. Apa bagian yang paling menantang untukmu hari ini: memahami konsep dekomposisi, menemukan langkah-langkah kecil, atau mendiskusikannya bersama teman? Mengapa bagian itu terasa sulit?

3. Setelah belajar hari ini, menurutmu apakah komputer dan robot juga menggunakan cara berpikir seperti dekomposisi? Apa yang membuatmu berpikir begitu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.