LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 10: Hak Cipta, Lisensi Digital, dan Etika Produksi Konten Media Sosial
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 10 dengan topik "Hak Cipta, Lisensi Digital, dan Etika Produksi Konten Media Sosial". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 10: Hak Cipta, Lisensi Digital, dan Etika Produksi Konten Media Sosial
Koding dan Kecerdasan Artifisial - Kelas 10
Bab 5 - Pertemuan 2
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 10 (Fase E) Topik: Hak Cipta, Lisensi Digital, dan Etika Produksi Konten Media Sosial INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Kegiatan 1 — Mengenal Hak Cipta dan Lisensi Digital: Peta Konsep BerpasanganEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Apa yang kamu dan pasanganmu diskusikan dari skenario pembuka? Tuliskan 2–3 poin utama hasil diskusimu. 2. Lengkapi tabel berikut untuk membantu kamu menyusun peta konsep. Identifikasi setidaknya 4 jenis lisensi Creative Commons, tuliskan simbol/kode, arti, dan contoh konten yang cocok menggunakan lisensi tersebut. Ruang tabel jawaban 3. Berdasarkan peta konsep yang telah kamu buat, jelaskan perbedaan antara lisensi terbuka (open license) dan lisensi terbatas (restricted license). Berikan masing-masing satu contoh nyata konten media sosial. 4. Menurut kamu, mengapa seseorang atau organisasi memilih menggunakan lisensi Creative Commons alih-alih lisensi 'All Rights Reserved' untuk karya mereka? Jelaskan minimal 2 alasan. Pertanyaan 1: tulis paragraf pendek 3–5 kalimat. Pertanyaan 2: isi tabel 4 kolom (Jenis Lisensi | Simbol/Kode | Arti & Ketentuan | Contoh Konten) dengan minimal 4 baris. Pertanyaan 3 & 4: tulis jawaban uraian minimal 3 kalimat per pertanyaan. Peta konsep: gambar/cetak di halaman terpisah atau lampirkan tangkapan layar jika dibuat digital. Kegiatan 2: Kegiatan 2 — Mendeteksi Pelanggaran: Audit Konten Media SosialEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Skenario A — Dinda mengunggah video dance challenge di TikTok menggunakan lagu hit terbaru dari penyanyi terkenal tanpa izin. Video tersebut viral dan mendapat 500.000 penonton. Apakah ada pelanggaran? Apa jenisnya? Apa yang seharusnya Dinda lakukan? Ruang tabel jawaban 2. Skenario B — Rafi menemukan infografis pendidikan yang sangat bagus di internet dengan keterangan 'CC BY 2.0'. Ia menggunakannya dalam presentasi sekolahnya di YouTube, mencantumkan nama pembuatnya di deskripsi video. Apakah ada pelanggaran? Ruang tabel jawaban 3. Skenario C — Seorang influencer mengambil foto dari akun fotografer profesional di Instagram, mengunduhnya, lalu mengunggahnya ulang di akunnya dengan caption 'Photo by me 📸' tanpa seizin fotografer aslinya. Identifikasi jenis pelanggaran dan konsekuensi hukum yang mungkin terjadi. 4. Skenario D — Kelompok siswa membuat video parodi pendek lagu nasional untuk proyek sekolah dan mengunggahnya di YouTube sebagai konten pribadi non-komersial. Apakah tindakan ini bermasalah secara hukum atau etika? Jelaskan. 5. Dari keenam skenario (termasuk E dan F di tabel), skenario mana yang menurutmu paling sering terjadi di kalangan remaja Indonesia saat ini? Mengapa? Apa yang menurutmu menjadi akar masalahnya? Buat tabel audit dengan 5 kolom: No. Skenario | Deskripsi Singkat | Ada Pelanggaran? (Ya/Tidak) | Jenis Pelanggaran | Tindakan Korektif. Isi baris A–D dari pertanyaan di atas, tambahkan dua skenario tambahan (E dan F) yang kamu buat sendiri berdasarkan pengalamanmu di media sosial. Pertanyaan uraian (3 & 4) ditulis di bawah tabel. Pertanyaan diskusi (5) dituliskan sebagai paragraf reflektif. Kegiatan 3: Kegiatan 3 — Forum Dilema Etika: Kamu di Posisi KreatorEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Dilema 1 — Sumber Ilegal: Arya mendapat penelitian dari situs unduhan ilegal. Apa dimensi pelanggaran yang terjadi? Identifikasi minimal satu dimensi hukum DAN satu dimensi etika/moral. Apa yang seharusnya Arya lakukan sebagai alternatif? 2. Dilema 2 — Informasi yang Dibesar-besarkan: Jika Arya memutuskan untuk membesar-besarkan temuan penelitian agar lebih viral, jenis bahaya apa yang dapat ditimbulkan? Kaitkan dengan tanggung jawab moral kreator konten dan potensi dampaknya pada audiens remaja. 3. Dilema 3 — Konten Berbayar Tersembunyi: Apa yang disebut 'undisclosed paid promotion' dan mengapa ini dianggap tidak etis sekaligus melanggar regulasi? Cari tahu regulasi atau panduan platform (YouTube/Instagram) terkait hal ini dan tuliskan penemuanmu. 4. Keputusan Kelompok: Berdasarkan analisis tiga dilema di atas, tuliskan 'Panduan Etika Kreator' versimu — minimal 5 prinsip konkret yang harus dipegang oleh seorang kreator konten yang bertanggung jawab di media sosial. Beri judul yang menarik untuk panduan ini. Pertanyaan 1–3: Tulis analisis uraian minimal 4–5 kalimat per dilema menggunakan struktur: Identifikasi Masalah → Analisis Dimensi Hukum/Etika → Rekomendasi Tindakan. Pertanyaan 4 (Panduan Etika Kreator): Tulis dalam format bernomor dengan judul kreatif. Boleh menggunakan desain visual sederhana jika dikerjakan secara digital. Siapkan perwakilan kelompok untuk mempresentasikan panduan ini dalam 2–3 menit. REFLEKSI1. Dari semua kegiatan hari ini, satu hal apa yang paling mengubah cara pandangmu tentang bagaimana kamu selama ini menggunakan atau membagikan konten di media sosial? Ceritakan secara jujur. 2. Bayangkan kamu suatu hari menjadi kreator konten dengan jutaan pengikut. Prinsip etika apa yang ingin kamu pegang teguh, dan mengapa prinsip itu penting bagimu secara personal — bukan hanya karena hukum mengharuskannya? 3. Adakah situasi di kehidupan nyatamu — baik sebagai konsumen maupun pembuat konten — di mana kamu menyadari telah (tanpa sadar) melanggar hak cipta atau etika digital? Apa yang akan kamu lakukan secara berbeda mulai sekarang? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.