LKPDPertemuan 2Bab 5Fase ESemester 2

LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 10: Hak Cipta, Lisensi Digital, dan Etika Produksi Konten Media Sosial

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 10 dengan topik "Hak Cipta, Lisensi Digital, dan Etika Produksi Konten Media Sosial". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 10: Hak Cipta, Lisensi Digital, dan Etika Produksi Konten Media Sosial

Koding dan Kecerdasan Artifisial - Kelas 10

Bab 5 - Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Hak Cipta, Lisensi Digital, dan Etika Produksi Konten Media Sosial

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikHak Cipta, Lisensi Digital, dan Etika Produksi Konten Media Sosial
Alokasi Waktu90 menit
Tipe Aktivitascampuran (individu, berpasangan, diskusi kelas)
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menjelaskan pengertian hak cipta, jenis lisensi digital (termasuk Creative Commons), dan implikasinya dalam pembuatan serta penyebaran konten di media sosial melalui pembuatan peta konsep.
  2. Murid mampu menerapkan prinsip etika digital — termasuk tanggung jawab hukum dan moral atas konten yang diproduksi — dalam menghadapi dilema etika nyata di media sosial melalui analisis studi kasus.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan saksama sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan setiap kegiatan secara berurutan — setiap kegiatan membangun pemahaman untuk kegiatan berikutnya.
  • Boleh berdiskusi dengan pasangan atau kelompokmu, tetapi setiap murid wajib menuliskan jawaban di lembar masing-masing.
  • Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan kalimat lengkap saat menjawab pertanyaan uraian.
  • Jika ada istilah yang belum dipahami, catat dan tanyakan kepada guru atau cari di sumber terpercaya.
  • Kelola waktu dengan baik: perhatikan estimasi waktu di setiap kegiatan agar semua kegiatan dapat diselesaikan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Kegiatan 1 — Mengenal Hak Cipta dan Lisensi Digital: Peta Konsep Berpasangan

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas HVS atau buku tulis untuk peta konsep manual
  • Pensil warna atau spidol (opsional, untuk mempercantik peta konsep)
  • Perangkat dengan akses internet dan aplikasi mind map (opsional: Canva, MindMeister, atau Coggle)
  • Lembar LKPD ini

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Berpasanglah dengan teman sebangkumu.
  2. Bacalah skenario pembuka berikut: 'Kamu baru saja membuat video pendek yang keren untuk tugas sekolah. Tiba-tiba, video itu diunggah ulang oleh akun lain tanpa izin dan tanpa mencantumkan namamu. Bagaimana perasaanmu? Apa yang bisa kamu lakukan secara hukum?' Diskusikan selama 2 menit, lalu catat poin diskusi di kolom yang tersedia.
  3. Baca ringkasan konsep berikut sebagai bekal membuat peta konsep: Hak cipta (copyright) adalah hak eksklusif yang diberikan oleh hukum kepada pencipta atas karya orisinalnya — termasuk tulisan, foto, musik, video, dan konten digital. Lisensi digital adalah izin resmi yang menentukan bagaimana orang lain boleh menggunakan suatu karya. Salah satu sistem lisensi terbuka yang populer adalah Creative Commons (CC), yang terdiri atas beberapa tipe berdasarkan kombinasi syarat: Attribution (BY), ShareAlike (SA), NonCommercial (NC), dan NoDerivatives (ND).
  4. Secara berpasangan, buatlah peta konsep (mind map) menggunakan kertas yang disediakan atau aplikasi mind map digital. Pusat peta konsep adalah 'Hak Cipta & Lisensi Digital'. Kembangkan cabang-cabang utama dan subkabang berdasarkan pertanyaan panduan di bawah ini.
  5. Setelah peta konsep selesai, presentasikan hasilnya kepada pasangan lain (jika diminta guru) dan catat tanggapan yang kamu terima.

Pertanyaan:

1. Apa yang kamu dan pasanganmu diskusikan dari skenario pembuka? Tuliskan 2–3 poin utama hasil diskusimu.

2. Lengkapi tabel berikut untuk membantu kamu menyusun peta konsep. Identifikasi setidaknya 4 jenis lisensi Creative Commons, tuliskan simbol/kode, arti, dan contoh konten yang cocok menggunakan lisensi tersebut.

Ruang tabel jawaban

3. Berdasarkan peta konsep yang telah kamu buat, jelaskan perbedaan antara lisensi terbuka (open license) dan lisensi terbatas (restricted license). Berikan masing-masing satu contoh nyata konten media sosial.

4. Menurut kamu, mengapa seseorang atau organisasi memilih menggunakan lisensi Creative Commons alih-alih lisensi 'All Rights Reserved' untuk karya mereka? Jelaskan minimal 2 alasan.

Pertanyaan 1: tulis paragraf pendek 3–5 kalimat. Pertanyaan 2: isi tabel 4 kolom (Jenis Lisensi | Simbol/Kode | Arti & Ketentuan | Contoh Konten) dengan minimal 4 baris. Pertanyaan 3 & 4: tulis jawaban uraian minimal 3 kalimat per pertanyaan. Peta konsep: gambar/cetak di halaman terpisah atau lampirkan tangkapan layar jika dibuat digital.

Kegiatan 2: Kegiatan 2 — Mendeteksi Pelanggaran: Audit Konten Media Sosial

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD ini
  • Referensi: UU Hak Cipta No. 28 Tahun 2014 (ringkasan dapat dicari online)
  • Perangkat dengan akses internet (opsional, untuk verifikasi informasi)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kerjakan kegiatan ini secara individu.
  2. Perhatikan enam skenario unggahan media sosial yang tercantum di bawah ini. Setiap skenario menggambarkan situasi nyata yang sering terjadi di platform seperti Instagram, TikTok, atau YouTube.
  3. Untuk setiap skenario, tentukan: (a) apakah ada pelanggaran hak cipta atau lisensi, (b) jenis pelanggarannya (jika ada), dan (c) tindakan korektif yang seharusnya dilakukan.
  4. Isi tabel Audit Konten pada ruang jawaban yang telah disediakan.
  5. Setelah selesai, bandingkan jawabanmu dengan teman di sebelahmu dan diskusikan jika ada perbedaan pendapat.

Pertanyaan:

1. Skenario A — Dinda mengunggah video dance challenge di TikTok menggunakan lagu hit terbaru dari penyanyi terkenal tanpa izin. Video tersebut viral dan mendapat 500.000 penonton. Apakah ada pelanggaran? Apa jenisnya? Apa yang seharusnya Dinda lakukan?

Ruang tabel jawaban

2. Skenario B — Rafi menemukan infografis pendidikan yang sangat bagus di internet dengan keterangan 'CC BY 2.0'. Ia menggunakannya dalam presentasi sekolahnya di YouTube, mencantumkan nama pembuatnya di deskripsi video. Apakah ada pelanggaran?

Ruang tabel jawaban

3. Skenario C — Seorang influencer mengambil foto dari akun fotografer profesional di Instagram, mengunduhnya, lalu mengunggahnya ulang di akunnya dengan caption 'Photo by me 📸' tanpa seizin fotografer aslinya. Identifikasi jenis pelanggaran dan konsekuensi hukum yang mungkin terjadi.

4. Skenario D — Kelompok siswa membuat video parodi pendek lagu nasional untuk proyek sekolah dan mengunggahnya di YouTube sebagai konten pribadi non-komersial. Apakah tindakan ini bermasalah secara hukum atau etika? Jelaskan.

5. Dari keenam skenario (termasuk E dan F di tabel), skenario mana yang menurutmu paling sering terjadi di kalangan remaja Indonesia saat ini? Mengapa? Apa yang menurutmu menjadi akar masalahnya?

Buat tabel audit dengan 5 kolom: No. Skenario | Deskripsi Singkat | Ada Pelanggaran? (Ya/Tidak) | Jenis Pelanggaran | Tindakan Korektif. Isi baris A–D dari pertanyaan di atas, tambahkan dua skenario tambahan (E dan F) yang kamu buat sendiri berdasarkan pengalamanmu di media sosial. Pertanyaan uraian (3 & 4) ditulis di bawah tabel. Pertanyaan diskusi (5) dituliskan sebagai paragraf reflektif.

Kegiatan 3: Kegiatan 3 — Forum Dilema Etika: Kamu di Posisi Kreator

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD ini
  • Kertas flipchart atau karton untuk menulis Panduan Etika Kreator (opsional)
  • Spidol warna (opsional)
  • Perangkat dengan akses internet untuk mencari informasi regulasi platform

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kerjakan kegiatan ini dalam kelompok kecil (3–4 orang).
  2. Baca studi kasus dilema etika berikut dengan saksama. Bayangkan kamu adalah tokoh dalam cerita tersebut.
  3. STUDI KASUS: Arya (17 tahun) adalah kreator konten yang sedang berkembang. Ia membuat konten edukasi tentang kesehatan remaja di YouTube dan Instagram. Suatu hari, Arya menemukan sebuah penelitian ilmiah yang sangat relevan — ia ingin menyampaikan isinya kepada pengikutnya. Masalahnya: (1) Penelitian itu ada di balik paywall (berbayar) dan Arya memperolehnya dari situs unduhan ilegal. (2) Untuk membuat kontennya lebih viral, Arya mempertimbangkan untuk sedikit 'membesar-besarkan' temuan penelitian agar terdengar lebih mengejutkan. (3) Seorang sponsor menawarkan bayaran besar jika Arya mempromosikan suplemen kesehatan tertentu, tanpa wajib menyebut bahwa konten itu adalah iklan berbayar. Arya harus memutuskan apa yang akan ia lakukan dalam waktu 24 jam sebelum jadwal unggah kontennya.
  4. Diskusikan setiap dilema dalam studi kasus bersama kelompokmu menggunakan pertanyaan panduan di bawah.
  5. Ambil keputusan bersama sebagai kelompok dan siapkan argumentasi untuk disampaikan di depan kelas.
  6. Tuliskan simpulan diskusi kelompokmu pada ruang jawaban yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Dilema 1 — Sumber Ilegal: Arya mendapat penelitian dari situs unduhan ilegal. Apa dimensi pelanggaran yang terjadi? Identifikasi minimal satu dimensi hukum DAN satu dimensi etika/moral. Apa yang seharusnya Arya lakukan sebagai alternatif?

2. Dilema 2 — Informasi yang Dibesar-besarkan: Jika Arya memutuskan untuk membesar-besarkan temuan penelitian agar lebih viral, jenis bahaya apa yang dapat ditimbulkan? Kaitkan dengan tanggung jawab moral kreator konten dan potensi dampaknya pada audiens remaja.

3. Dilema 3 — Konten Berbayar Tersembunyi: Apa yang disebut 'undisclosed paid promotion' dan mengapa ini dianggap tidak etis sekaligus melanggar regulasi? Cari tahu regulasi atau panduan platform (YouTube/Instagram) terkait hal ini dan tuliskan penemuanmu.

4. Keputusan Kelompok: Berdasarkan analisis tiga dilema di atas, tuliskan 'Panduan Etika Kreator' versimu — minimal 5 prinsip konkret yang harus dipegang oleh seorang kreator konten yang bertanggung jawab di media sosial. Beri judul yang menarik untuk panduan ini.

Pertanyaan 1–3: Tulis analisis uraian minimal 4–5 kalimat per dilema menggunakan struktur: Identifikasi Masalah → Analisis Dimensi Hukum/Etika → Rekomendasi Tindakan. Pertanyaan 4 (Panduan Etika Kreator): Tulis dalam format bernomor dengan judul kreatif. Boleh menggunakan desain visual sederhana jika dikerjakan secara digital. Siapkan perwakilan kelompok untuk mempresentasikan panduan ini dalam 2–3 menit.

REFLEKSI

1. Dari semua kegiatan hari ini, satu hal apa yang paling mengubah cara pandangmu tentang bagaimana kamu selama ini menggunakan atau membagikan konten di media sosial? Ceritakan secara jujur.

2. Bayangkan kamu suatu hari menjadi kreator konten dengan jutaan pengikut. Prinsip etika apa yang ingin kamu pegang teguh, dan mengapa prinsip itu penting bagimu secara personal — bukan hanya karena hukum mengharuskannya?

3. Adakah situasi di kehidupan nyatamu — baik sebagai konsumen maupun pembuat konten — di mana kamu menyadari telah (tanpa sadar) melanggar hak cipta atau etika digital? Apa yang akan kamu lakukan secara berbeda mulai sekarang?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.