LKPDPertemuan 3Bab 1Fase ESemester 1

LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 10: Merumuskan Solusi Berpikir Komputasional Melalui Perancangan Langkah Algoritmik Masalah Kompleks

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 10 dengan topik "Merumuskan Solusi Berpikir Komputasional Melalui Perancangan Langkah Algoritmik Masalah Kompleks".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 10: Merumuskan Solusi Berpikir Komputasional Melalui Perancangan Langkah Algoritmik Masalah Kompleks

Koding dan Kecerdasan Artifisial - Kelas 10

Bab 1 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Merumuskan Solusi Berpikir Komputasional Melalui Perancangan Langkah Algoritmik Masalah Kompleks

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMerumuskan Solusi Berpikir Komputasional Melalui Perancangan Langkah Algoritmik Masalah Kompleks
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Merumuskan solusi berpikir komputasional untuk memecahkan permasalahan sehari-hari yang kompleks

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap skenario permasalahan sehari-hari yang disajikan dengan teliti.
  • Bekerjalah bersama kelompokmu untuk mendiskusikan pemecahan masalah dengan empat pilar berpikir komputasional.
  • Fokuskan kerja kalian pada perumusan solusi berpikir komputasional secara runtut dan sistematis.
  • Tuliskan hasil perumusan pada ruang lembar kerja yang telah disediakan sesuai format.
  • Gunakan waktu secara efektif sesuai durasi masing-masing kegiatan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Merumuskan Dekomposisi dan Pola Masalah Kompleks Sehari-hari

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Lembar Kerja Murid

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati studi kasus kompleks berikut: 'Kantin sekolah menghadapi antrean sangat panjang saat jam istirahat pertama (hanya 20 menit), menyebabkan banyak murid kehabisan waktu makan dan sebagian makanan terbuang karena salah estimasi pesanan.'
  2. Rumuskan pemecahan masalah dengan menguraikan masalah utama menjadi minimal 3 sub-masalah (dekomposisi).
  3. Identifikasi dan rumuskan minimal 2 pola keteraturan atau kesamaan kejadian yang melatarbelakangi masalah tersebut (pengenalan pola).

Pertanyaan:

1. Berdasarkan kasus penumpukan antrean kantin di atas, rumuskan pembagian masalah tersebut ke dalam 3 sub-masalah konkret melalui teknik dekomposisi!

Ruang tabel jawaban

2. Rumuskan 2 bentuk pola berulang (pengenalan pola) yang dapat dikenali dari perilaku pembeli atau alur operasional kantin pada jam istirahat!

Tabel 2 kolom: Kolom 1 'Aspek Analisis' (Sub-masalah 1, 2, 3 dan Pola 1, 2); Kolom 2 'Rumusan Hasil Analisis Masalah'.

Kegiatan 2: Merumuskan Abstraksi dan Langkah Algoritmik Solusi

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Kertas plano / catatan kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Gunakan hasil dekomposisi dan pola dari Kegiatan 1.
  2. Lakukan perumusan abstraksi dengan memilah informasi penting yang harus ditangani serta membuang informasi tidak relevan.
  3. Rumuskan solusi berpikir komputasional dalam bentuk rancangan langkah-langkah algoritmik sistematis (urutan instruksi logis dan terstruktur) yang dapat dijalankan secara nyata.

Pertanyaan:

1. Rumuskan proses abstraksi untuk masalah antrean kantin: tentukan 2 data/unsur krusial yang WAJIB dimasukkan ke dalam solusi, serta 2 data/unsur tidak relevan yang HARUS diabaikan!

2. Rumuskan solusi berpikir komputasional akhir ke dalam 5 langkah algoritmik yang terurut dan logis agar antrean kantin terurai dengan efisien!

Ruang tabel jawaban

Format uraian untuk abstraksi (kategori esensial vs non-esensial) dan tabel urutan alur algoritma (Kolom: No Langkah, Nama Tahap, Deskripsi Tindakan).

Kegiatan 3: Merumuskan Pengujian dan Penyempurnaan Solusi

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Lembar Kerja Murid

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Lakukan simulasi penelusuran (walkthrough/dry-run) atas 5 langkah algoritmik yang telah kelompokmu rumuskan di Kegiatan 2.
  2. Ujilah rancangan tersebut terhadap skenario kendala: 'Bagaimana jika koneksi pembayaran digital mati mendadak atau stok menu favorit habis di menit ke-5?'.
  3. Rumuskan perbaikan/percabangan logika (kondisi IF-THEN) pada algoritma solusi kelompokmu untuk menangani kendala tersebut.
  4. Selesaikan kegiatan tepat waktu untuk melanjutkan ke sesi refleksi dan penutup kelas.

Pertanyaan:

1. Rumuskan aturan logika percabangan (alternatif kontingensi) pada langkah algoritmamu jika terjadi kendala tak terduga (misalnya sistem pembayaran bermasalah atau stok porsi habis) saat jam istirahat berjalan!

2. Berdasarkan hasil pengujian kelompokmu, rumuskan pernyataan simpulan solusi berpikir komputasional: mengapa rancangan algoritma ini efektif menyelesaikan masalah kompleks antrean tersebut?

Format kotak teks terstruktur untuk: (1) Rumusan Aturan Logika Percabangan (Kondisi & Aksi), (2) Simpulan Efektivitas Solusi Algoritmik.

REFLEKSI

1. Bagaimana penerapan pilar berpikir komputasional membantumu merumuskan jalan keluar dari masalah yang awalnya tampak rumit dan kacau?

2. Langkah perumusan algoritma mana yang paling menantang bagimu dan kelompok saat memikirkan kemungkinan kendala di lapangan?

3. Dalam permasalahan hidup sehari-hari apa lagi kamu dapat merumuskan solusi menggunakan tahapan berpikir komputasional seperti hari ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.