LKPDPertemuan 10Bab 7Fase FSemester 2

LKPD Kimia Kelas 11: Menganalisis Kesetimbangan Kimia pada Sintesis Amonia dalam Proses Industri Haber-Bosch

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Kimia kelas 11 dengan topik "Menganalisis Kesetimbangan Kimia pada Sintesis Amonia dalam Proses Industri Haber-Bosch".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Kimia Kelas 11: Menganalisis Kesetimbangan Kimia pada Sintesis Amonia dalam Proses Industri Haber-Bosch

Kimia - Kelas 11

Bab 7 Pertemuan 10

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Kimia — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Kesetimbangan Kimia pada Sintesis Amonia dalam Proses Industri Haber-Bosch

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranKimia
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Kesetimbangan Kimia pada Sintesis Amonia dalam Proses Industri Haber-Bosch
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis penerapan kesetimbangan kimia dalam proses industri

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah pengantar kasus industri dan data reaksi sintesis amonia secara teliti.
  • Kerjakan setiap aktivitas secara kolaboratif dalam kelompok (3-4 murid).
  • Gunakan konsep pergeseran kesetimbangan (Asas Le Chatelier) untuk menganalisis perlakuan kondisi operasi di industri.
  • Tuliskan hasil analisis secara sistematis pada format ruang jawaban yang disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Aktivitas 1: Menganalisis Pengaruh Faktor Tekanan dan Konsentrasi pada Sintesis Amonia

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Kimia Kelas 11 (Subbab Kesetimbangan Kimia dalam Industri)
  • Alat tulis
  • Kertas plano/lembar kerja kelompok

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati persamaan termokimia reaksi sintesis amonia: N2(g) + 3H2(g) <=> 2NH3(g) ΔH = -92 kJ.
  2. Hitung perbandingan koefisien gas di sisi pereaksi (reaktan) dan sisi hasil reaksi (produk).
  3. Analisislah arah pergeseran kesetimbangan jika tekanan sistem ditingkatkan dan jika konsentrasi gas produk dikurangi secara berkala.
  4. Lengkapi tabel analisis faktor pergeseran kesetimbangan sesuai format ruang jawaban.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan persamaan reaksi N2(g) + 3H2(g) <=> 2NH3(g), analisislah mengapa industri Haber-Bosch menggunakan tekanan tinggi (sekitar 150-250 atm) untuk memperbanyak perolehan produk amonia!

2. Pada proses industri Haber-Bosch, gas amonia yang terbentuk segera didinginkan hingga mencair lalu dikeluarkan dari tangki reaktor. Analisislah tujuan perlakuan tersebut ditinjau dari prinsip pergeseran kesetimbangan!

Tuliskan jawaban nomor 1 dan 2 dalam format uraian analitis 1-2 paragraf pada lembar kerja kelompok, dengan memuat: (1) identifikasi koefisien/kondisi zat, (2) arah pergeseran kesetimbangan menurut Asas Le Chatelier, dan (3) dampak terhadap hasil amonia.

Kegiatan 2: Aktivitas 2: Menganalisis Dilema Suhu Operasi dan Peran Katalis Besi

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Kimia Kelas 11
  • Teks pengayaan Proses Haber-Bosch

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan tanda nilai perubahan entalpi pada reaksi: N2(g) + 3H2(g) <=> 2NH3(g) ΔH = -92 kJ (eksoterm).
  2. Bandingkan dampak suhu rendah terhadap pergeseran kesetimbangan (termodinamika) dengan dampaknya terhadap laju tercapainya kesetimbangan (kinetika).
  3. Diskusikan mengapa suhu 400-450 °C dipilih sebagai suhu kompromi (optimum) di pabrik dan bagaimana fungsi penambahan katalis besi (Fe).
  4. Lengkapi tabel kompromi kondisi industri berikut.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah analisis komparasi dampak suhu pada tabel berikut untuk mengevaluasi alasan penetapan suhu operasi 400-450 °C di industri Haber-Bosch!

Ruang tabel jawaban

2. Apakah penambahan serbuk besi (katalis) dapat menambah jumlah rendemen akhir amonia saat keadaan setimbang tercapai? Berikan analisis teoritis kesetimbangan kimianya!

Isikan jawaban pertanyaan 1 pada tabel 4 kolom: 'Kondisi Suhu', 'Tinjauan Kesetimbangan (Asas Le Chatelier)', 'Tinjauan Laju Reaksi', dan 'Kelayakan Industri'. Tuliskan jawaban pertanyaan 2 berupa penjelasan konsep katalis dalam 1 paragraf ringkas.

Kegiatan 3: Aktivitas 3: Menganalisis Desain Alur Daur Ulang (Recycle) dan Merumuskan Solusi Efisiensi Industri

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Skema alur reaktor Haber-Bosch dari Buku Siswa
  • Lembar refleksi murid

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pelajari bagan ringkas alur Haber-Bosch: Gas campuran N2 dan H2 dikompresi -> Reaktor katalitik 450 °C & 200 atm -> Pendingin/Kondensor (pemisahan cairan NH3) -> Gas N2 dan H2 sisa dialirkan kembali ke kompresor/reaktor.
  2. Analisislah keuntungan penerapan sistem daur ulang (recycle gas) gas pereaksi yang belum bereaksi ditinjau dari prinsip kesetimbangan dan efisiensi bahan.
  3. Kerjakan tugas analisis skenario optimasi industri amonia.
  4. Selesaikan pertanyaan diskusi dan lakukan refleksi pembelajaran bersama guru (mencakup penutupan dan transisi).

Pertanyaan:

1. Dalam satu siklus reaksi melalui tangki reaktor, hanya sekitar 15-20% gas N2 dan H2 yang terkonversi menjadi NH3. Mengapa pabrik tidak menaikkan tekanan hingga 1.000 atm agar konversi mendekati 100%, melainkan memilih mendaur ulang (recycle) gas sisa? Analisislah faktor pertimbangan penerapannya!

2. Rangkumlah 4 pilar kondisi optimum penerapan kesetimbangan pada sintesis amonia Haber-Bosch (tekanan, suhu, konsentrasi/pengambilan produk, dan katalis) beserta alasan pemilihannya!

Format pengerjaan nomor 1 dituliskan dalam bentuk poin pertimbangan teknis dan keselamatan (1/2 halaman). Nomor 2 disajikan dalam bentuk tabel ringkasan 3 kolom: 'Parameter Industri', 'Kondisi Operasi', dan 'Analisis Prinsip Kesetimbangan'.

REFLEKSI

1. Bagian mana dari analisis penerapan Asas Le Chatelier pada industri Haber-Bosch yang paling menantang dan bagaimana caramu memahaminya?

2. Setelah menganalisis kompromi suhu dan tekanan di pabrik amonia, apa makna penting menyeimbangkan prinsip teori ilmiah murni dengan efisiensi praktis dalam kehidupan nyata?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.