LKPDPertemuan 9Bab 5Fase FSemester 2

LKPD Kimia Kelas 11: Mengumpulkan Data Perubahan Suhu Reaksi Asam Basa Menggunakan Kalorimeter

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Kimia kelas 11 dengan topik "Mengumpulkan Data Perubahan Suhu Reaksi Asam Basa Menggunakan Kalorimeter".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Kimia Kelas 11: Mengumpulkan Data Perubahan Suhu Reaksi Asam Basa Menggunakan Kalorimeter

Kimia - Kelas 11

Bab 5 Pertemuan 9

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Kimia — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Mengumpulkan Data Perubahan Suhu Reaksi Asam Basa Menggunakan Kalorimeter

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranKimia
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMengumpulkan Data Perubahan Suhu Reaksi Asam Basa Menggunakan Kalorimeter
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengumpulkan data perubahan suhu reaksi secara sistematis dan akurat menggunakan perangkat kalorimeter

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi kerja dan keselamatan kerja di laboratorium sebelum memulai penyelidikan.
  • Bekerjasamalah secara aktif dan cermat dalam kelompok kecil (3-4 orang).
  • Gunakan perangkat kalorimeter dan termometer secara hati-hati agar pembacaan skala suhu presisi dan alat tidak rusak.
  • Catat setiap data pengamatan secara jujur, objektif, runtut, dan akurat pada tabel yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Persiapan Alat dan Pengumpulan Data Suhu Awal Larutan Reaktan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Kalorimeter sederhana (gelas styrofoam ganda dan penutup berlubang)
  • Termometer alkohol/raksa (skala 0 - 100°C)
  • Gelas ukur 50 mL (2 buah)
  • Larutan HCl 1 M (50 mL)
  • Larutan NaOH 1 M (50 mL)
  • Botol semprot berisi akuades dan tisu pembersih

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Siapkan kalorimeter sederhana (gelas styrofoam berpenutup), termometer berskala Celsius (ketelitian 0,5°C atau 1°C), dan dua buah gelas ukur bersih.
  2. Ukur dengan saksama 50 mL larutan HCl 1 M menggunakan gelas ukur pertama, lalu masukkan ke dalam bejana kalorimeter.
  3. Ukur 50 mL larutan NaOH 1 M menggunakan gelas ukur kedua, letakkan di samping kalorimeter.
  4. Celupkan termometer ke dalam larutan HCl di dalam kalorimeter, tunggu 30 detik hingga bacaan stabil, catat suhunya.
  5. Bilas termometer dengan air suling, keringkan dengan tisu, lalu ukur suhu larutan NaOH pada gelas ukur kedua, catat suhunya.
  6. Kumpulkan dan catat data suhu kedua reaktan ke dalam format tabel data suhu awal.

Pertanyaan:

1. Tuliskan hasil pengumpulan data suhu awal larutan HCl 1 M (50 mL), suhu awal larutan NaOH 1 M (50 mL), serta hitung nilai rata-rata suhu awal (T_awal) kedua reaktan tersebut secara teliti!

Ruang tabel jawaban

Format isian tabel 3 baris:
1. Suhu awal HCl 1 M (50 mL) = ... °C
2. Suhu awal NaOH 1 M (50 mL) = ... °C
3. Suhu awal rata-rata (T_awal) = ... °C

Kegiatan 2: Pengumpulan Data Berkala dan Pengukuran Suhu Maksimum Reaksi Campuran

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Perangkat kalorimeter terangkai
  • Termometer
  • Pengaduk kalorimeter
  • Stopwatch/pengukur waktu digital

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Masukkan 50 mL larutan NaOH 1 M dengan cepat ke dalam kalorimeter yang telah berisi 50 mL larutan HCl 1 M.
  2. Segera tutup rapat bejana kalorimeter dan pasang termometer serta pengaduk pada lubang tutup kalorimeter.
  3. Aduk campuran secara perlahan dan konstan menggunakan pengaduk.
  4. Lakukan pembacaan skala suhu termometer secara sistematis setiap interval 15 detik selama 120 detik (2 menit).
  5. Kumpulkan dan catat seluruh data suhu pada setiap titik waktu ke dalam tabel pengamatan.
  6. Tentukan dan catat suhu tertinggi (T_maksimum) yang terbaca pada termometer sebelum suhu mulai turun kembali.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel pencatatan data suhu campuran reaksi secara berkala dari detik ke-15 hingga detik ke-120 berdasarkan hasil pembacaan termometer kalorimeter!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan data yang terkumpul, berapa nilai suhu maksimum (T_akhir) yang tercatat dan berapa besar selisih perubahan suhu (ΔT = T_akhir - T_awal) yang terjadi selama reaksi berlangsung?

Format tabel data berkala:
| Waktu (detik) | Suhu Terbaca (°C) |
|---|---|
| 15 | ... |
| 30 | ... |
| 45 | ... |
| 60 | ... |
| 75 | ... |
| 90 | ... |
| 105 | ... |
| 120 | ... |

Suhu maksimum (T_akhir) = ... °C
Perhitungan perubahan suhu (ΔT): ΔT = T_akhir - T_awal = ... °C - ... °C = ... °C

Kegiatan 3: Pemeriksaan Keakuratan Data dan Prosedur Pengumpulan Suhu Kalorimeter

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar catatan data Kegiatan 1 dan 2
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Periksa kembali kelengkapan seluruh data angka suhu yang telah dihimpun pada Kegiatan 1 dan Kegiatan 2.
  2. Diskusikan dalam kelompok mengenai faktor teknis pengoperasian kalorimeter yang mempengaruhi akurasi pengumpulan data suhu (posisi mata saat membaca meniskus termometer, kecepatan menutup kalorimeter, dan teknik pengadukan).
  3. Tuliskan hasil evaluasi terhadap prosedur pengumpulan data yang telah kelompok Anda lakukan agar data yang terkumpul diakui valid dan akurat.

Pertanyaan:

1. Jelaskan 3 langkah teknis spesifik yang telah kelompok Anda lakukan selama menggunakan perangkat kalorimeter untuk memastikan data suhu yang dikumpulkan benar-benar akurat dan minim bias!

Tuliskan jawaban dalam 3 butir terstruktur:
1. Teknik penutupan dan isolasi kalorimeter: ...
2. Teknik pembacaan skala termometer: ...
3. Teknik pengadukan campuran: ...

REFLEKSI

1. Bagian mana dari langkah pengukuran suhu menggunakan kalorimeter yang menurutmu paling menuntut ketelitian dan konsentrasi tinggi?

2. Bagaimana pembagian tugas dalam kelompokmu membantu pengumpulan data suhu berkala setiap 15 detik berjalan secara sistematis?

3. Apa hal terpenting yang kamu pelajari hari ini tentang sikap ilmiah dalam mencatat data percobaan sesuai apa yang tertera pada alat ukur?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.