LKPDPertemuan 10Bab 5Fase FSemester 2

LKPD Kimia Kelas 11: Menafsirkan Informasi Perubahan Entalpi Reaksi Pelarutan dari Data Kalorimetri

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Kimia kelas 11 dengan topik "Menafsirkan Informasi Perubahan Entalpi Reaksi Pelarutan dari Data Kalorimetri".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Kimia Kelas 11: Menafsirkan Informasi Perubahan Entalpi Reaksi Pelarutan dari Data Kalorimetri

Kimia - Kelas 11

Bab 5 Pertemuan 10

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Kimia — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menafsirkan Informasi Perubahan Entalpi Reaksi Pelarutan dari Data Kalorimetri

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranKimia
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenafsirkan Informasi Perubahan Entalpi Reaksi Pelarutan dari Data Kalorimetri
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menafsirkan informasi perubahan entalpi reaksi yang diperoleh dari data kalorimetri secara jujur dan bertanggung jawab

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah pengantar dan data percobaan kalorimetri yang disajikan secara teliti dan saksama.
  • Bekerjasamalah secara aktif dalam kelompok kecil (3-4 orang) dengan menjunjung tinggi kejujuran dan objektivitas terhadap data.
  • Gunakan persamaan dasar kalorimetri q_larutan = m x c x ΔT, q_reaksi = -(q_larutan + q_kalorimeter), dan ΔH = q_reaksi / n untuk menafsirkan data perubahan entalpi.
  • Tuliskan hasil telaah dan penafsiran pada ruang jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menafsirkan Data Kalorimetri Pelarutan Urea dan NaOH

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Teks data kalorimetri pelarutan
  • Kalkulator ilmiah/alat hitung
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati Data Percobaan A: Pelarutan 6 gram urea (CO(NH2)2, Mr = 60 g/mol) ke dalam 100 gram air. Suhu awal air = 26,0 °C, suhu akhir larutan = 21,8 °C (c_larutan = 4,2 J/g.°C, kapasitas kalorimeter diabaikan, massa total larutan = 106 g).
  2. Cermati Data Percobaan B: Pelarutan 4 gram NaOH padat (Mr = 40 g/mol) ke dalam 100 gram air. Suhu awal air = 25,0 °C, suhu akhir larutan = 34,5 °C (c_larutan = 4,2 J/g.°C, kapasitas kalorimeter diabaikan, massa total larutan = 104 g).
  3. Tafsirkan perubahan suhu, arah aliran kalor antara sistem dan lingkungan, serta hitung nilai perubahan entalpi reaksi pelarutan standar per mol (ΔH pelarutan) secara jujur sesuai data numerik yang didapat.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan data perubahan suhu (ΔT) pada Percobaan A dan Percobaan B, tafsirkan arah perpindahan kalor yang terjadi antara sistem dan lingkungan serta tentukan jenis reaksinya (eksotermik atau endotermik)!

2. Lakukan perhitungan q_larutan, q_reaksi, dan tafsirkan nilai perubahan entalpi pelarutan molar (ΔH_sol) untuk masing-masing zat (Urea dan NaOH) dalam satuan kJ/mol!

Tuliskan jawaban pada format terstruktur: (1) Uraian tafsiran arah kalor dan sifat reaksi (endotermik/eksotermik) untuk urea dan NaOH. (2) Langkah perhitungan sistematis: pencarian jumlah mol (n), q_larutan, q_reaksi, dan penafsiran nilai ΔH pelarutan dalam kJ/mol.

Kegiatan 2: Menafsirkan Pengaruh Kapasitas Kalor Kalorimeter pada Pelarutan Garam

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Data kuantitatif pelarutan NaNO3
  • Kalkulator ilmiah
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pelajari data pelarutan 1,7 gram NaNO3 (Mr = 85 g/mol) dalam 100 gram air di dalam sebuah kalorimeter non-ideal.
  2. Data terukur: Penurunan suhu campuran (ΔT) = -1,56 °C, kalor jenis larutan c = 4,2 J/g.°C (massa larutan = 101,7 g), dan kapasitas kalor kalorimeter (C_kalorimeter) = 11,7 J/°C.
  3. Diskusikan bersama kelompok dan tafsirkan bagaimana kontribusi kalorimeter memengaruhi nilai total kalor reaksi serta nilai ΔH pelarutan molar yang sesungguhnya secara objektif.

Pertanyaan:

1. Hitung kalor yang diserap oleh larutan (q_larutan) dan kalor yang diserap/dilepas oleh kalorimeter (q_kalorimeter), kemudian tafsirkan total kalor reaksi pelarutan (q_reaksi)!

2. Berdasarkan hasil q_reaksi di atas, tafsirkan nilai perubahan entalpi pelarutan standar molar (ΔH_sol) dari NaNO3 dalam kJ/mol, serta bandingkan nilai jika kapasitas kalorimeter diabaikan!

Tuliskan runtutan perhitungan q_larutan, q_kalorimeter, q_reaksi, dan ΔH_sol (kJ/mol), diikuti perbandingan tafsiran nilai dengan dan tanpa memperhitungkan kalorimeter dalam 2-3 kalimat penjelasan.

Kegiatan 3: Evaluasi Kritis dan Tanggung Jawab Ilmiah terhadap Data Kalorimetri

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Tabel analisis data galat
  • Lembar diskusi

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan skenario laboratorium berikut: Kelompok A memperoleh data kenaikan suhu pelarutan zat X sebesar 4,8 °C (seharusnya menurut literatur 6,0 °C) karena kalorimeter sederhana dari gelas stirofoam tidak tertutup rapat sehingga terjadi perpindahan kalor ke udara sekitar.
  2. Analisis tabel perbandingan data percobaan versus data teoritis literatur berikut: - ΔT percobaan = +4,8 °C -> ΔH terhitung = -40,3 kJ/mol - ΔT literatur = +6,0 °C -> ΔH literatur = -50,4 kJ/mol
  3. Tafsirkan penyebab selisih nilai data tersebut serta rumuskan bagaimana sikap jujur dan bertanggung jawab dalam melaporkan data kalorimetri yang tidak sesuai literatur.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel penafsiran galat kalorimetri berikut untuk menjelaskan hubungan antara kebocoran kalor, suhu terukur, dan nilai ΔH pelarutan!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan prinsip kejujuran dan tanggung jawab ilmiah, apakah praktikan boleh mengubah angka suhu terukur menjadi 6,0 °C agar cocok dengan literatur? Jelaskan bagaimana laporan hasil penafsiran data yang tepat harus disusun!

Lengkapi tabel 3 kolom (Parameter, Hasil Teramati vs Literatur, Tafsiran Ilmiah) dan tuliskan paragraf argumentasi tentang integritas ilmiah dalam menyajikan data data kalorimetri (termasuk waktu refleksi dan kesimpulan akhir).

REFLEKSI

1. Bagaimana ketelitianmu dalam membaca data perubahan suhu mempengaruhi kebenaran penafsiran nilai perubahan entalpi reaksi pelarutan?

2. Mengapa sikap jujur melaporkan data riil hasil pengukuran kalorimeter lebih bernilai secara ilmiah daripada sekadar menyesuaikan angka agar sama persis dengan buku literatur?

3. Konsep termokimia apa yang kini terasa lebih nyata dan bermakna bagimu setelah mengolah data kalorimetri pelarutan ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.