LKPDPertemuan 6Bab 3Fase FSemester 1

LKPD Kimia Kelas 11: Menggunakan Data Stoikiometri untuk Menarik Kesimpulan Mengenai Jumlah Pereaksi yang Bersisa dan Jumlah Produk

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Kimia kelas 11 dengan topik "Menggunakan Data Stoikiometri untuk Menarik Kesimpulan Mengenai Jumlah Pereaksi yang Bersisa dan Jumlah Produk".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Kimia Kelas 11: Menggunakan Data Stoikiometri untuk Menarik Kesimpulan Mengenai Jumlah Pereaksi yang Bersisa dan Jumlah Produk

Kimia - Kelas 11

Bab 3 Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Kimia — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menggunakan Data Stoikiometri untuk Menarik Kesimpulan Mengenai Jumlah Pereaksi yang Bersisa dan Jumlah Produk

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranKimia
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenggunakan Data Stoikiometri untuk Menarik Kesimpulan Mengenai Jumlah Pereaksi yang Bersisa dan Jumlah Produk
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menggunakan data stoikiometri untuk menarik kesimpulan mengenai pereaksi pembatas dan jumlah pereaksi yang bersisa

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah pengantar kasus dan data stoikiometri yang diberikan pada setiap kegiatan dengan cermat.
  • Gunakan langkah pembandingan perbandingan mol terhadap koefisien untuk mengidentifikasi pereaksi pembatas.
  • Lakukan perhitungan kuantitatif untuk menentukan pereaksi yang bersisa secara teliti dan jujur.
  • Tuliskan kesimpulan akhir berdasarkan bukti data stoikiometri yang telah dihitung.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Aktivitas 1: Menganalisis Rasio Mol dan Menentukan Pereaksi Pembatas

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Kalkulator

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati persamaan reaksi kimia yang sudah setara berikut: N2(g) + 3 H2(g) -> 2 NH3(g).
  2. Diberikan data awal: 2 mol gas N2 direaksikan dengan 9 mol gas H2.
  3. Hitunglah perbandingan nilai (mol awal / koefisien reaksi) untuk masing-masing pereaksi pada tabel yang disediakan.
  4. Bandingkan kedua nilai tersebut untuk menarik kesimpulan pereaksi mana yang menjadi pereaksi pembatas.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah data perbandingan mol terhadap koefisien untuk gas N2 dan gas H2 pada tabel yang disediakan, lalu tentukan nilai terkecilnya!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan hasil perbandingan nilai mol terhadap koefisien tersebut, tariklah kesimpulan zat manakah yang bertindak sebagai pereaksi pembatas beserta alasannya!

Tabel 4 kolom: [Nama Zat | Mol Mula-mula | Koefisien Reaksi | Nilai (Mol / Koefisien)]. Di bawah tabel, sediakan 3 baris kosong untuk kalimat penarikan kesimpulan pereaksi pembatas.

Kegiatan 2: Aktivitas 2: Menggunakan Bagan M-B-S untuk Menentukan Pereaksi yang Bersisa

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Kalkulator

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Gunakan data dari Aktivitas 1: Reaksi N2(g) + 3 H2(g) -> 2 NH3(g) dengan 2 mol N2 dan 9 mol H2.
  2. Isikan baris Mula-mula (M), Bereaksi (B), dan Sisa (S) pada bagan stoikiometri yang telah disediakan.
  3. Ingat bahwa jumlah zat yang bereaksi pada baris (B) seluruhnya ditentukan oleh pereaksi pembatas (N2 habis bereaksi = 2 mol bereaksi).
  4. Hitung sisa mol pereaksi yang tidak habis pada baris Sisa (S) dan simpulkan zat mana yang bersisa beserta jumlahnya.

Pertanyaan:

1. Isilah baris Mula-mula (M), Bereaksi (B), dan Sisa (S) pada persamaan reaksi: N2(g) + 3 H2(g) -> 2 NH3(g) secara lengkap!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan bagan stoikiometri yang telah diisi, simpulkan pereaksi manakah yang bersisa dan berapakah jumlah mol pereaksi yang bersisa tersebut!

Bagan baris-kolom reaksi stoikiometri: baris Mula-mula, Bereaksi, dan Sisa/Akhir di bawah persamaan N2 + 3 H2 -> 2 NH3. Dilanjutkan ruang uraian 2 baris untuk penulisan kesimpulan zat sisa dan jumlahnya.

Kegiatan 3: Aktivitas 3: Menarik Kesimpulan dari Data Percobaan Stoikiometri Kompleks

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Kalkulator ilmiah

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan persamaan reaksi pembentukan endapan: 2 Al(s) + 3 H2SO4(aq) -> Al2(SO4)3(aq) + 3 H2(g).
  2. Data stoikiometri: Seorang praktikan mereaksikan 0,6 mol logam Al dengan 0,6 mol larutan H2SO4.
  3. Lakukan langkah stoikiometri: hitung rasio mol/koefisien, tentukan pereaksi pembatas, lalu hitung jumlah pereaksi yang bersisa.
  4. Diskusikan dalam kelompok dan buat kesimpulan tertulis yang memuat identitas pereaksi pembatas dan jumlah pereaksi yang bersisa.
  5. Lakukan refleksi mandiri di akhir kegiatan pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan data 0,6 mol Al dan 0,6 mol H2SO4, gunakan perbandingan data stoikiometri untuk menentukan zat mana yang menjadi pereaksi pembatas!

2. Berapakah mol pereaksi Al yang bereaksi dan berapakah jumlah mol pereaksi Al yang bersisa di akhir reaksi? Tuliskan perhitungannya!

3. Rumuskan kesimpulan akhir praktikum mengenai: (a) pereaksi pembatas reaksi, dan (b) pereaksi yang bersisa beserta jumlah mol sisanya!

Kotak perhitungan sistematis untuk nomor 1 dan nomor 2, serta kotak khusus bergaris tepi ganda untuk nomor 3 (Formulasi Kesimpulan Akhir Praktikum).

REFLEKSI

1. Bagian mana dari langkah penentuan pereaksi pembatas dan pereaksi sisa yang paling menantang bagi saya hari ini?

2. Bagaimana pemahaman mengenai pereaksi pembatas membantu saya memahami pentingnya ketepatan takaran bahan dalam reaksi kimia maupun kehidupan sehari-hari?

3. Apakah saya sudah mampu menarik kesimpulan kuantitatif secara mandiri dan teliti berdasarkan data stoikiometri?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.