LKPDPertemuan 3Bab 3Fase FSemester 1

LKPD Kimia Kelas 11: Mendeskripsikan Hubungan Antar Variabel Komposisi Persen Massa Unsur untuk Penentuan Rumus Empiris

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Kimia kelas 11 dengan topik "Mendeskripsikan Hubungan Antar Variabel Komposisi Persen Massa Unsur untuk Penentuan Rumus Empiris".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Kimia Kelas 11: Mendeskripsikan Hubungan Antar Variabel Komposisi Persen Massa Unsur untuk Penentuan Rumus Empiris

Kimia - Kelas 11

Bab 3 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Kimia — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Mendeskripsikan Hubungan Antar Variabel Komposisi Persen Massa Unsur untuk Penentuan Rumus Empiris

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranKimia
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMendeskripsikan Hubungan Antar Variabel Komposisi Persen Massa Unsur untuk Penentuan Rumus Empiris
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mendeskripsikan hubungan antar variabel komposisi massa unsur untuk menentukan rumus empiris dan rumus molekul senyawa

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah pengantar dan data yang disajikan pada setiap aktivitas dengan cermat.
  • Diskusikan langkah-langkah penelusuran hubungan antarvariabel bersama rekan kelompokmu.
  • Tuliskan deskripsi hubungan antarvariabel komposisi massa, massa molar unsur (Ar), perbandingan mol, dan massa molar senyawa (Mr) secara runtut dan sistematis pada ruang jawaban yang disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mendeskripsikan Alur Hubungan Persen Massa Unsur Menjadi Rumus Empiris

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Kalkulator ilmiah
  • Tabel Periodik Unsur
  • Buku Siswa Kimia Kelas 11

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati tabel data senyawa hidrokarbon A yang memiliki komposisi 80% massa Karbon (Ar C = 12 g/mol) dan 20% massa Hidrogen (Ar H = 1 g/mol). Anggap massa total sampel adalah 100 gram.
  2. Lengkapi kolom perbandingan massa, jumlah mol unsur, dan perbandingan mol paling sederhana pada tabel yang disiapkan.
  3. Deskripsikan secara tertulis bagaimana variabel persen massa dan massa molar atom (Ar) saling terhubung dalam menghasilkan rumus empiris senyawa.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel alur konversi variabel massa ke rumus empiris berikut untuk sampel 100 gram senyawa hidrokarbon A (C = 80%, H = 20%):
Kolom: Unsur | Massa (g) | Ar (g/mol) | Mol (massa/Ar) | Perbandingan Mol Bulat Sederhana

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan tabel di atas, deskripsikan hubungan antarvariabel: bagaimana data persentase massa unsur dan massa molar (Ar) menentukan perbandingan mol atom penyusun, dan bagaimana perbandingan tersebut menetapkan indeks rumus empiris senyawa!

Format jawaban: Tabel 5 kolom (Unsur, Massa, Ar, Mol, Perbandingan Bulat Sederhana) diikuti paragraf uraian penjelasan hubungan keterkaitan variabel.

Kegiatan 2: Mendeskripsikan Pengaruh Variasi Data Komposisi Massa terhadap Rumus Empiris yang Dihasilkan

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Kalkulator
  • Tabel Periodik Unsur

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan dua data senyawa oksida belerang berikut: - Senyawa I: tersusun atas 50% massa Belerang (Ar S = 32) dan 50% massa Oksigen (Ar O = 16). - Senyawa II: tersusun atas 40% massa Belerang (Ar S = 32) dan 60% massa Oksigen (Ar O = 16).
  2. Lakukan konversi dari persen massa menjadi mol untuk masing-masing senyawa.
  3. Deskripsikan secara komparatif bagaimana perbedaan komposisi persen massa belerang dan oksigen mempengaruhi nilai perbandingan mol atom serta mengubah rumus empiris yang terbentuk.

Pertanyaan:

1. Hitung perbandingan mol dan tuliskan rumus empiris untuk Senyawa I dan Senyawa II!

2. Deskripsikan hubungan pergeseran variabel komposisi persen massa terhadap perbandingan mol dan indeks atom dalam rumus empiris kedua senyawa oksida belerang tersebut!

Format jawaban: Perhitungan matematis perbandingan mol kedua senyawa dan paragraf deskripsi komparasi hubungan antarvariabel.

Kegiatan 3: Mendeskripsikan Hubungan antara Rumus Empiris, Massa Molar Senyawa (Mr), dan Rumus Molekul

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Kalkulator
  • Tabel Periodik Unsur
  • Lembar Kerja Siswa

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Suatu senyawa organik memiliki rumus empiris CH2O (Ar C = 12, Ar H = 1, Ar O = 16) dengan massa molar senyawa (Mr) hasil pengukuran spektrometri sebesar 180 g/mol.
  2. Hitung massa molar rumus empiris (Mr RE) dari senyawa tersebut.
  3. Deskripsikan hubungan matematis dan konseptual antara rumus empiris, faktor pengali bilangan bulat (n), massa molar senyawa (Mr), dan rumus molekul senyawa sebenarnya.
  4. Selesaikan kegiatan tepat waktu untuk melanjutkan ke sesi refleksi dan penutup pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan data senyawa dengan rumus empiris CH2O dan Mr = 180 g/mol, tentukan nilai faktor pengali n dan rumus molekul senyawanya!

2. Deskripsikan secara komprehensif bagaimana hubungan antarvariabel komposisi rumus empiris dan massa molar senyawa (Mr) digunakan untuk menetapkan rumus molekul senyawa!

Format jawaban: Baris perhitungan penentuan nilai n dan rumus molekul, dilanjutkan uraian penjelasan hubungan keterkaitan variabel Mr, rumus empiris, dan rumus molekul.

REFLEKSI

1. Bagian mana dari penelusuran hubungan antara persen massa, jumlah mol, hingga rumus empiris yang paling jelas kamu pahami hari ini?

2. Bagaimana pemahaman tentang hubungan variabel massa molar (Mr) dan rumus empiris membantumu membedakan rumus empiris dan rumus molekul suatu zat dalam kehidupan nyata?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.