LKPDPertemuan 12Bab 3Fase DSemester 2

LKPD IPS Kelas 9: Mengolah Informasi yang Relevan dari Penyelidikan Peristiwa Sejarah Nasional secara Berkolaborasi

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan IPS kelas 9 dengan topik "Mengolah Informasi yang Relevan dari Penyelidikan Peristiwa Sejarah Nasional secara Berkolaborasi".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPS Kelas 9: Mengolah Informasi yang Relevan dari Penyelidikan Peristiwa Sejarah Nasional secara Berkolaborasi

IPS - Kelas 9

Bab 3 Pertemuan 12

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPS — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Mengolah Informasi yang Relevan dari Penyelidikan Peristiwa Sejarah Nasional secara Berkolaborasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPS
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMengolah Informasi yang Relevan dari Penyelidikan Peristiwa Sejarah Nasional secara Berkolaborasi
Alokasi Waktu3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengolah informasi yang relevan dari penyelidikan peristiwa penting dalam lingkup lokal, nasional, dan global secara berkolaborasi

PETUNJUK UMUM

  • Bentuk kelompok kerja yang terdiri atas 4-5 murid secara kolaboratif.
  • Bacalah potongan data penyelidikan sejarah peristiwa nasional yang disajikan dengan cermat.
  • Diskusikan bersama rekan kelompok untuk menyaring, mengelompokkan, dan mengolah informasi yang benar-benar relevan.
  • Tuliskan hasil olahan informasi kelompok pada bagan atau format tabel yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menyeleksi dan Memilah Informasi Relevan dari Hasil Penyelidikan Sejarah

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Teks catatan temuan penyelidikan pada LKPD
  • Alat tulis / pulpen

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati teks kumpulan catatan temuan penyelidikan peristiwa sejarah nasional berikut: 'Peristiwa Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dan Dinamika Ekonomi-Politik Nasional'.
  2. Teks Temuan Penyelidikan: (1) Kegagalan Badan Konstituante menyusun UUD baru memicu krisis politik nasional berkepanjangan. (2) Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden pada 5 Juli 1959 untuk memberlakukan kembali UUD 1945. (3) Salah satu anggota tim peneliti menyukai baju batik yang dikenakan tokoh saat upacara. (4) Kebijakan devaluasi mata uang rupiah dari Rp1.000 menjadi Rp100 diumumkan pada Agustus 1959 untuk membendung inflasi. (5) Cuaca di Jakarta pada awal bulan Juli 1959 dilaporkan cukup terik pada siang hari. (6) Terjadi perubahan sistem ekonomi dari ekonomi liberal menjadi Terpimpin dengan kendali pemerintah pusat.
  3. Diskusikan bersama kelompok: pilah informasi mana yang relevan dan tidak relevan terkait peristiwa penting nasional tersebut beserta alasannya.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan 6 butir catatan penyelidikan di atas, kelompokkan butir mana saja yang tergolong 'Informasi Relevan' dan butir mana yang tergolong 'Informasi Tidak Relevan' untuk topik dinamika peristiwa nasional Dekrit Presiden 1959 beserta alasannya!

Ruang tabel jawaban

Tabel 2 Kolom: Kolom 1 memuat 'Kategori Informasi (Relevan / Tidak Relevan)', Kolom 2 memuat 'Nomor Butir dan Alasan Penyaringan'.

Kegiatan 2: Mengolah dan Mengorganisasi Informasi Berdasarkan Hubungan Sebab-Akibat

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas plano / lembar kerja LKPD
  • Spidol / pulpen warna

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Gunakan informasi-informasi relevan yang telah diseleksi pada Kegiatan 1.
  2. Secara berkolaborasi, olah informasi tersebut ke dalam struktur hubungan kausalitas (faktor pemicu, peristiwa inti, dan dampak kebijakan).
  3. Isikan ke dalam bagan matriks alur pengolahan informasi sejarah nasional.

Pertanyaan:

1. Olah informasi relevan yang telah disaring menjadi satu alur hubungan sebab-akibat dengan mengisi ketiga bagian: (a) Latar Belakang/Pemicu Peristiwa, (b) Peristiwa Inti/Tindakan yang Diambil, dan (c) Dampak/Konsekuensi Nasional!

2. Berdasarkan hasil pengolahan alur tersebut, simpulkan dalam 1-2 kalimat keterkaitan langsung antara krisis politik dengan langkah penataan perekonomian nasional pada peristiwa 1959!

Format isian terstruktur: Bagan alur 3 kotak (Latar Belakang -> Peristiwa Inti -> Dampak) diikuti kolom isian simpulan hubungan kausalitas.

Kegiatan 3: Mengolah dan Memvalidasi Konsistensi Data Lintas Sumber secara Kolaboratif

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Kutipan teks Sumber A dan Sumber B pada lembar LKPD
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Periksa dua kutipan data hasil penyelidikan dari dua sumber sejarah berbeda mengenai peristiwa nasional yang sama berikut:
  2. Sumber A (Catatan Arsip Bank Indonesia 1959): 'Devaluasi rupiah diberlakukan pada 25 Agustus 1959 dengan memotong nilai uang pecahan Rp500 menjadi Rp50 dan Rp1.000 menjadi Rp100 serta membekukan simpanan bank di atas Rp25.000.'
  3. Sumber B (Surat Kabar Nasional Agustus 1959): 'Pemerintah mengumumkan langkah drastis pemotongan nilai uang kertas besar (Rp500 dan Rp1.000) hingga tinggal sepersepuluhnya guna menekan peredaran uang dan laju inflasi.'
  4. Bandingkan kedua sumber, tentukan rincian informasi yang saling menguatkan, lalu olah menjadi satu tabel ikhtisar data yang utuh dan akurat.

Pertanyaan:

1. Olah dan susunlah ke dalam tabel ikhtisar:

  1. Informasi apa yang disepakati/dikonfirmasi oleh kedua sumber, dan
  2. Detail tambahan apa yang hanya dicantumkan oleh salah satu sumber untuk melengkapi rekonstruksi fakta peristiwa nasional tersebut!

Tabel Ikhtisar Pengolahan Data: Baris 1 memuat 'Poin Data yang Terkonfirmasi Bersama', Baris 2 memuat 'Poin Detail Pelengkap Spesifik'.

REFLEKSI

1. Bagaimana caramu bersama teman sekelompok menentukan bahwa suatu informasi sejarah benar-benar relevan dan layak digunakan?

2. Apa kesulitan yang kelompokmu temukan saat membandingkan dan mengolah informasi dari dua sumber sejarah yang berbeda?

3. Mengapa proses mengolah dan menyaring informasi secara kritis sangat penting sebelum kita menarik kesimpulan tentang suatu peristiwa sejarah?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.