LKPDPertemuan 8Bab 1Fase DSemester 1

LKPD IPS Kelas 9: Kearifan Lokal sebagai Respons terhadap Perubahan dan Globalisasi

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPS kelas 9 dengan topik "Kearifan Lokal sebagai Respons terhadap Perubahan dan Globalisasi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPS Kelas 9: Kearifan Lokal sebagai Respons terhadap Perubahan dan Globalisasi

IPS - Kelas 9

Bab 1 - Pertemuan 8

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPS — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Kearifan Lokal sebagai Respons terhadap Perubahan dan Globalisasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIlmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikKearifan Lokal sebagai Respons terhadap Perubahan dan Globalisasi
Alokasi Waktu80 menit
Tipe AktivitasCampuran (individu, berpasangan, dan kelompok)
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan konsep kearifan lokal dan wujud budaya serta menganalisis perannya dalam menjaga identitas masyarakat di tengah arus perubahan dan globalisasi.
  2. Murid dapat menguji relevansi kearifan lokal di daerahnya sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan sosial melalui studi kasus.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan cermat sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan setiap kegiatan sesuai urutan nomor agar pemahamanmu berkembang secara bertahap.
  • Boleh berdiskusi dengan teman satu kelompok, tetapi tuliskan jawabanmu sendiri dengan kata-katamu sendiri.
  • Gunakan pensil atau pulpen untuk menulis; kamu boleh mencoret-coret di kolom 'Ruang Berpikir' jika tersedia.
  • Jika ada kata atau istilah yang belum kamu pahami, tandai dengan tanda tanya (?) dan tanyakan kepada guru.
  • Jaga suasana belajar yang saling menghargai: dengarkan pendapat teman, sampaikan pendapatmu dengan santun.
  • Simpan LKPD ini karena akan digunakan sebagai bahan refleksi dan portofolio.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengenal Kearifan Lokal: Apa, Mengapa, dan Bagaimana?

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Teks bacaan yang tercetak di LKPD
  • Alat tulis (pensil/pulpen)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini dikerjakan secara INDIVIDU selama 20 menit.
  2. Bacalah teks pendek berikut dengan saksama, lalu jawab pertanyaan-pertanyaan yang tersedia.
  3. --- TEKS BACAAN ---
  4. Pernahkah kamu mendengar pepatah 'Alam takambang jadi guru' dari Minangkabau? Atau tradisi 'Mappalette Bola' dari suku Bugis di mana seluruh warga kampung bersama-sama memindahkan rumah tetangga yang ingin pindah? Itulah contoh kearifan lokal — pengetahuan, nilai, dan praktik yang lahir dari pengalaman panjang suatu masyarakat dalam berinteraksi dengan alam dan sesama manusia di sekitarnya.
  5. Kearifan lokal hadir dalam berbagai wujud budaya: ada yang berupa gagasan (nilai, norma, kepercayaan), ada yang berupa tindakan (upacara adat, gotong royong), dan ada yang berupa benda (rumah adat, pakaian tradisional, alat pertanian tradisional). Di tengah arus globalisasi yang begitu deras, kearifan lokal bukan sekadar 'warisan masa lalu' — ia bisa menjadi kompas moral dan perekat identitas bangsa.
  6. ---
  7. Setelah membaca teks di atas, jawablah pertanyaan berikut secara mandiri.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan teks bacaan, tuliskan definisi kearifan lokal dengan kata-katamu sendiri (minimal 2 kalimat).

2. Lengkapi tabel wujud budaya berikut dengan contoh kearifan lokal yang kamu ketahui (minimal 1 contoh per baris). Kamu boleh menggunakan contoh dari daerahmu sendiri!

Ruang tabel jawaban

3. Menurutmu, mengapa kearifan lokal penting untuk menjaga identitas masyarakat di tengah arus globalisasi? Berikan 2 alasan yang logis.

Jawaban no. 1 dan 3: tulis dalam bentuk paragraf singkat di kotak uraian yang tersedia. Jawaban no. 2: isi tabel 3 kolom (Wujud Budaya | Definisi Singkat | Contoh Kearifan Lokal) dengan minimal 3 baris (Gagasan, Tindakan, Benda).

Kegiatan 2: Detektif Kearifan Lokal: Studi Kasus di Daerahku

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis (pensil/pulpen)
  • Pengetahuan dari pengalaman dan cerita keluarga
  • Catatan dari kegiatan sebelumnya

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini dikerjakan secara BERPASANGAN (2 orang) selama 30 menit.
  2. Bersama pasanganmu, pilih SATU kearifan lokal dari daerahmu atau daerah yang kalian ketahui untuk dijadikan studi kasus.
  3. Jika kesulitan menentukan pilihan, berikut beberapa inspirasi: tradisi gotong royong di desamu, upacara adat setempat, sistem pertanian tradisional (misalnya subak di Bali atau ladang berpindah), atau pepatah/pantun lokal yang masih digunakan.
  4. Gunakan pengetahuan yang sudah kamu miliki, ingatan tentang cerita dari orang tua/kakek-nenek, atau informasi yang pernah kamu baca/tonton untuk mengisi lembar studi kasus.
  5. Diskusikan jawabanmu bersama pasangan, lalu tuliskan kesimpulan bersama.
  6. Bersiaplah untuk berbagi temuan kalian kepada kelas di akhir kegiatan ini!

Pertanyaan:

1. Identitas Studi Kasus: Tuliskan nama kearifan lokal yang kalian pilih, asal daerah/suku, dan termasuk wujud budaya apa (gagasan/tindakan/benda).

2. Analisis Fungsi: Isilah tabel analisis berikut untuk kearifan lokal yang kalian pilih. Tabel memiliki 3 kolom: (a) Fungsi/Peran kearifan lokal tersebut bagi masyarakat, (b) Nilai yang terkandung di dalamnya, (c) Ancaman yang mungkin membuatnya memudar di era globalisasi.

Ruang tabel jawaban

3. Uji Relevansi: Apakah kearifan lokal yang kalian pilih masih relevan dan bisa diterapkan di kehidupan masyarakat saat ini? Berikan argumen YA atau TIDAK beserta 2 bukti/alasan yang mendukung argumen kalian.

4. Adaptasi Kreatif: Jika kearifan lokal tersebut mulai ditinggalkan, bagaimana cara kalian merevitalisasinya agar tetap hidup di tengah masyarakat modern? Tuliskan 1 ide kreatif kalian!

No. 1: isi kotak identitas yang tersedia (3 baris isian). No. 2: isi tabel 3 kolom (Fungsi/Peran | Nilai yang Terkandung | Ancaman Globalisasi) minimal 2 baris. No. 3: tulis argumen dalam format 'Posisi kami: [YA/TIDAK] karena... Bukti 1: ... Bukti 2: ...' No. 4: tulis ide kreatif dalam 3-5 kalimat di kotak uraian.

Kegiatan 3: Galeri Kearifan: Berbagi dan Menyimpulkan Bersama

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Hasil kerja dari Kegiatan 2 (lembar studi kasus pasangan)
  • Alat tulis
  • Spidol warna (opsional, untuk membuat diagram Venn)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini dikerjakan secara KELOMPOK (4-5 orang) selama 30 menit.
  2. Gabungkan 2-3 pasangan dari Kegiatan 2 menjadi satu kelompok besar.
  3. Langkah 1 (10 menit): Setiap pasangan mempresentasikan temuan studi kasusnya kepada kelompok secara bergantian. Gunakan waktu maksimal 3 menit per pasangan.
  4. Langkah 2 (10 menit): Setelah semua pasangan presentasi, diskusikan bersama dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.
  5. Langkah 3 (10 menit): Tuliskan kesimpulan kelompok dan siapkan 1 perwakilan untuk menyampaikan poin penting kepada seluruh kelas.
  6. Ingat: hargai setiap pendapat dalam diskusi, tidak ada jawaban yang salah selama didukung alasan yang logis!

Pertanyaan:

1. Setelah mendengar presentasi semua pasangan, temukan PERSAMAAN dan PERBEDAAN dari berbagai kearifan lokal yang dipresentasikan. Isilah diagram Venn atau tabel perbandingan berikut.

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan semua studi kasus yang sudah didiskusikan, buatlah KESIMPULAN KELOMPOK: Bagaimana kearifan lokal berperan sebagai bentuk adaptasi masyarakat terhadap perubahan sosial dan globalisasi? Tuliskan dalam 3-4 kalimat.

3. Tantangan Berpikir Kritis: Apakah semua kearifan lokal layak untuk dilestarikan? Adakah kearifan lokal yang mungkin perlu dikritisi karena tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan atau HAM? Diskusikan dan tuliskan pandangan kelompokmu!

No. 1: buat tabel 2 kolom (Persamaan | Perbedaan) dengan minimal 3 poin di setiap kolom, ATAU gambar diagram Venn sederhana di kotak yang tersedia. No. 2: tulis kesimpulan kelompok dalam 3-4 kalimat di kotak uraian. No. 3: tulis pandangan kelompok dalam format diskusi, sertakan argumen pro dan kontra, minimal 4 kalimat.

REFLEKSI

1. Dari semua kearifan lokal yang kamu pelajari hari ini, manakah yang paling membuatmu kagum atau terkesan? Mengapa? Apa yang bisa kamu pelajari dari kearifan lokal tersebut untuk kehidupanmu sehari-hari?

2. Bayangkan kamu adalah seorang pemuda/pemudi di daerahmu 20 tahun dari sekarang. Kearifan lokal apa yang ingin kamu pastikan masih ada dan diwariskan kepada generasi berikutnya? Apa langkah nyata yang bisa kamu lakukan mulai sekarang?

3. Apakah ada hal baru yang kamu pahami hari ini tentang hubungan antara kearifan lokal dan identitas bangsa? Tuliskan satu kalimat yang merangkum pemahamanmu yang paling bermakna dari pembelajaran hari ini.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.