LKPDPertemuan 10Bab 4Fase DSemester 2

LKPD IPS Kelas 8: Asesmen Sumatif Bab 4: Perdagangan Antarwilayah di Indonesia

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPS kelas 8 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 4: Perdagangan Antarwilayah di Indonesia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPS Kelas 8: Asesmen Sumatif Bab 4: Perdagangan Antarwilayah di Indonesia

IPS - Kelas 8

Bab 4 - Pertemuan 10

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPS — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 4: Perdagangan Antarwilayah di Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPS
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikAsesmen Sumatif Bab 4: Perdagangan Antarwilayah di Indonesia
Alokasi Waktu90 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang konsep, faktor pendorong, sejarah keberlanjutan, potensi ekonomi, dan dampak sosial perdagangan antarwilayah di Indonesia melalui asesmen sumatif.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk dengan cermat sebelum mengerjakan.
  • Kerjakan secara mandiri dan jujur untuk mengukur pemahamanmu.
  • Tulis jawaban dengan lengkap dan jelas di tempat yang disediakan.
  • Kelola waktumu dengan baik untuk menyelesaikan semua kegiatan.
  • Pastikan kamu telah mempelajari kembali materi Bab 4 sebelum mengerjakan asesmen ini.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Memahami Konsep dan Faktor Pendorong Perdagangan Antarwilayah

Estimasi: 30 menit

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca setiap soal dengan teliti.
  2. Jawab pertanyaan berdasarkan pemahamanmu tentang perdagangan antarwilayah di Indonesia.
  3. Berikan contoh konkret dari kehidupan nyata untuk memperkuat jawabanmu.
  4. Tulis jawaban dengan kalimat lengkap dan mudah dipahami.

Pertanyaan:

1. Jelaskan pengertian perdagangan antarwilayah dan mengapa kegiatan ini penting bagi perekonomian Indonesia!

2. Lengkapi tabel berikut tentang faktor-faktor pendorong perdagangan antarwilayah!

Ruang tabel jawaban

3. Berikan 2 contoh perdagangan antarwilayah yang kamu ketahui di lingkungan sekitarmu. Jelaskan dari mana barang berasal, mengapa diperdagangkan ke wilayahmu, dan manfaat apa yang dirasakan masyarakat!

Nomor 1: Tulis jawaban dalam bentuk paragraf (minimal 5 kalimat). Nomor 2: Buat tabel dengan 4 kolom dan minimal 4 baris untuk faktor pendorong. Nomor 3: Tulis 2 contoh dengan penjelasan lengkap (masing-masing minimal 4 kalimat).

Kegiatan 2: Menelusuri Sejarah Keberlanjutan dan Potensi Ekonomi

Estimasi: 35 menit

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Hubungkan pemahamanmu tentang sejarah perdagangan Indonesia dengan kondisi saat ini.
  2. Gunakan pola pikir sejarah keberlanjutan untuk melihat perubahan dan kontinuitas.
  3. Jawab dengan kritis dan analitis, bukan hanya menyebutkan fakta.
  4. Berikan argumen yang didukung bukti atau contoh konkret.

Pertanyaan:

1. Bandingkan perdagangan antarwilayah pada masa kerajaan Sriwijaya dengan perdagangan antarwilayah di Indonesia saat ini. Apa yang masih berlanjut (kontinuitas) dan apa yang berubah? Jelaskan dalam bentuk tabel perbandingan!

Ruang tabel jawaban

2. Indonesia memiliki potensi ekonomi besar untuk perdagangan antarwilayah. Pilih 2 wilayah di Indonesia, identifikasi potensi ekonomi unggulannya, dan jelaskan bagaimana potensi tersebut dapat dimaksimalkan melalui perdagangan antarwilayah!

3. Menurutmu, apa tantangan terbesar perdagangan antarwilayah di Indonesia saat ini? Berikan 3 tantangan dan solusi untuk mengatasinya!

Nomor 1: Buat tabel perbandingan dengan minimal 4 aspek yang dibandingkan. Nomor 2: Tulis analisis untuk 2 wilayah (masing-masing minimal 5 kalimat). Nomor 3: Tulis 3 tantangan dengan solusi (masing-masing minimal 3 kalimat).

Kegiatan 3: Menganalisis Dampak Sosial dan Integrasi

Estimasi: 25 menit

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pikirkan dampak perdagangan antarwilayah tidak hanya dari sisi ekonomi, tapi juga sosial dan budaya.
  2. Gunakan contoh nyata yang kamu amati atau alami.
  3. Berpikir kritis tentang dampak positif dan negatif.
  4. Ajukan ide kreatif untuk memperkuat integrasi sosial melalui perdagangan.

Pertanyaan:

1. Perdagangan antarwilayah tidak hanya membawa barang, tetapi juga interaksi antarbudaya. Berikan 3 contoh konkret bagaimana perdagangan antarwilayah mendorong integrasi sosial di Indonesia!

2. Analisis studi kasus berikut: Di suatu kota, banyak pedagang pendatang dari luar daerah berjualan produk daerah asal mereka. Sebagian pedagang lokal merasa tersaingi. Dari sudut pandang IPS, bagaimana seharusnya situasi ini disikapi agar tetap tercipta integrasi sosial yang positif? Berikan analisis dan rekomendasi kebijakan!

3. Bayangkan kamu adalah konsultan ekonomi muda yang ditugaskan merancang program untuk meningkatkan perdagangan antarwilayah sekaligus memperkuat integrasi sosial di Indonesia. Buatlah 1 program inovatif dengan penjelasan: nama program, tujuan, target, kegiatan utama, dan dampak yang diharapkan!

Nomor 1: Tulis 3 contoh konkret (masing-masing minimal 3 kalimat). Nomor 2: Tulis analisis dan minimal 4 rekomendasi (total minimal 8 kalimat). Nomor 3: Tulis rancangan program lengkap dengan 5 komponen (nama, tujuan, target, kegiatan, dampak) dalam bentuk paragraf terstruktur (minimal 10 kalimat).

REFLEKSI

1. Dari ketiga kegiatan asesmen yang telah kamu kerjakan, konsep mana yang paling mudah kamu pahami dan konsep mana yang masih terasa sulit? Jelaskan alasannya.

2. Bagaimana pemahamanmu tentang perdagangan antarwilayah mengubah cara pandangmu terhadap produk-produk yang kamu gunakan sehari-hari? Apakah kamu lebih menghargai proses perdagangan dan orang-orang di baliknya?

3. Jika kamu diberi kesempatan menjadi pelaku perdagangan antarwilayah (pedagang, distributor, atau pengusaha), produk apa dari daerahmu yang ingin kamu pasarkan ke daerah lain? Mengapa produk tersebut? Apa kontribusimu bagi integrasi bangsa melalui perdagangan?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.