LKPD IPS Kelas 7: Solusi dan Prinsip Hidup Bersama dalam Keragaman Sosial Budaya
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPS kelas 7 dengan topik "Solusi dan Prinsip Hidup Bersama dalam Keragaman Sosial Budaya". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD IPS Kelas 7: Solusi dan Prinsip Hidup Bersama dalam Keragaman Sosial Budaya
IPS - Kelas 7
Bab 4 - Pertemuan 3
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) IPS — Kelas 7 (Fase D) Topik: Solusi dan Prinsip Hidup Bersama dalam Keragaman Sosial Budaya INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Detektif Masalah: Apa yang Terjadi di Sekitar Kita?Estimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Kasus A — Di Desa Mekar Jaya, warga dari suku Jawa dan suku Batak tinggal berdampingan. Suatu hari, warga suku Batak menggelar pesta pernikahan adat dengan musik gondang yang sangat keras hingga larut malam. Sebagian warga suku Jawa merasa terganggu, namun tidak berani menegur karena takut dianggap tidak menghormati adat. Ketegangan pun mulai muncul di antara kedua kelompok. Berdasarkan kasus ini, isilah tabel berikut: (a) Apa masalah utama yang terjadi? (b) Apa penyebabnya dikaitkan dengan keragaman budaya? (c) Tuliskan 2 solusi konkret beserta alasan mengapa solusi itu efektif. Ruang tabel jawaban 2. Kasus B — Di SMP Nusantara, siswa berasal dari berbagai latar belakang agama. Saat pemilihan ketua OSIS, salah satu kelompok siswa hanya mau memilih kandidat yang seagama dengan mereka. Akibatnya, terjadi perpecahan di antara siswa dan suasana sekolah menjadi tidak nyaman. Berdasarkan kasus ini, isilah tabel berikut: (a) Apa masalah utama yang terjadi? (b) Apa penyebabnya dikaitkan dengan keragaman sosial budaya? (c) Tuliskan 2 solusi konkret beserta alasan mengapa solusi itu efektif. Ruang tabel jawaban 3. Dari kedua kasus di atas, menurutmu apa SATU prinsip umum yang bisa diterapkan untuk mengatasi berbagai masalah akibat keragaman sosial budaya? Jelaskan dengan bahasamu sendiri. Isilah tabel 3 kolom untuk pertanyaan 1 dan 2 dengan header: (1) Aspek Analisis, (2) Kasus A, (3) Kasus B. Baris tabel: Masalah Utama | Penyebab | Solusi 1 | Solusi 2. Untuk pertanyaan 3, tulis paragraf pendek (3–5 kalimat) di bawah tabel. Kegiatan 2: Peta Solusi: Merancang Aksi Nyata untuk KomunitasEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Situasi: Kelurahan Bhinneka memiliki penduduk yang berasal dari 5 suku berbeda. Setiap tahun, sering terjadi gesekan kecil saat perayaan hari besar masing-masing kelompok karena penggunaan ruang publik yang tidak terorganisir. Warga ingin hidup rukun tetapi belum ada wadah untuk berdialog. Berdasarkan situasi ini, diskusikan dan isi Peta Solusi kelompokmu: (a) Apa 3 masalah utama yang perlu diselesaikan? (b) Untuk setiap masalah, tuliskan solusi yang diusulkan kelompokmu. (c) Siapa saja yang perlu dilibatkan dalam solusi tersebut (tokoh masyarakat, pemerintah, warga, dll.)? (d) Bagaimana cara mengukur bahwa solusi tersebut berhasil? Ruang tabel jawaban 2. Menurut kelompokmu, dari semua solusi yang diusulkan, mana yang PALING PENTING untuk dilakukan pertama kali? Berikan alasan yang kuat mengapa solusi itu harus diprioritaskan. 3. RefleksikanApakah solusi yang kelompokmu usulkan sudah mencerminkan prinsip pemberdayaan masyarakat? Jelaskan dengan memberikan satu contoh konkret dari rencana aksimu. Gunakan Tabel Peta Solusi dengan 4 kolom: (1) Masalah | (2) Solusi yang Diusulkan | (3) Pihak yang Dilibatkan | (4) Indikator Keberhasilan. Buat minimal 3 baris (untuk 3 masalah). Untuk pertanyaan 2 dan 3, tulis di kotak uraian di bawah tabel (masing-masing 3–5 kalimat). Kegiatan 3: Simulasi Hidup Bersama: Aku, Kamu, Kita Bisa!Estimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Skenario yang kelompokku mainkan: (tuliskan judul skenariomu). Peran yang aku mainkan: ___. Ceritakan secara singkat bagaimana karakter yang kamu perankan bersikap saat konflik terjadi dan bagaimana ia membantu menemukan solusi. 2. Dari simulasi yang kamu lakukan, sebutkan dan jelaskan MINIMAL 3 prinsip hidup bersama dalam keragaman yang kalian terapkan untuk menyelesaikan konflik dalam skenario tersebut. (Contoh prinsip: toleransi, musyawarah, saling menghormati, gotong royong, dll.) Ruang tabel jawaban 3. Bayangkan kamu adalah seorang tokoh masyarakat di lingkunganmu. Berdasarkan pengalaman dari simulasi hari ini, tuliskan SATU ide konkret yang bisa kamu lakukan untuk menerapkan prinsip hidup bersama di lingkungan sekitar rumah atau sekolahmu. 4. Menurutmu, apa perbedaan antara SEKADAR TOLERANSI dan BENAR-BENAR HIDUP BERSAMA dalam keragaman? Jelaskan dengan contoh dari kehidupan nyata yang pernah kamu alami atau kamu lihat. Pertanyaan 1: kotak uraian bebas (5–7 kalimat). Pertanyaan 2: tabel 2 kolom (Prinsip | Cara Penerapan), minimal 3 baris. Pertanyaan 3: kotak uraian bebas (4–6 kalimat). Pertanyaan 4: kotak diskusi — tulis pendapatmu sendiri dulu (3–4 kalimat), lalu bandingkan dengan teman sebangkumu sebelum dikumpulkan. REFLEKSI1. Dari semua kegiatan hari ini, hal apa yang paling membuatmu berpikir lebih dalam tentang kehidupan di Indonesia yang beragam? Mengapa hal itu terasa penting bagimu? 2. Pernahkah kamu mengalami atau menyaksikan situasi di mana perbedaan budaya menyebabkan gesekan? Setelah belajar hari ini, apa yang akan kamu lakukan berbeda jika menghadapi situasi serupa? 3. Jika kamu bisa mengubah SATU hal di sekolah atau lingkunganmu agar semua orang bisa hidup bersama dengan lebih baik dalam keragaman, apa yang akan kamu ubah dan bagaimana caramu memulainya? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.