LKPDPertemuan 7Bab 3Fase DSemester 2

LKPD IPS Kelas 7: Menganalisis Keterhubungan Sejarah Lokal dan Toponimi Wilayah di Lingkungan Sekitar

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan IPS kelas 7 dengan topik "Menganalisis Keterhubungan Sejarah Lokal dan Toponimi Wilayah di Lingkungan Sekitar".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPS Kelas 7: Menganalisis Keterhubungan Sejarah Lokal dan Toponimi Wilayah di Lingkungan Sekitar

IPS - Kelas 7

Bab 3 Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPS — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Menganalisis Keterhubungan Sejarah Lokal dan Toponimi Wilayah di Lingkungan Sekitar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPS
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikMenganalisis Keterhubungan Sejarah Lokal dan Toponimi Wilayah di Lingkungan Sekitar
Alokasi Waktu3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis keterhubungan sejarah lokal dan toponimi wilayah di lingkungan sekitar

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap teks pengantar dan instruksi kerja dengan cermat.
  • Kerjakan tugas secara mandiri pada Kegiatan 1, lalu berkolaborasilah dalam kelompok pada Kegiatan 2 dan 3.
  • Gunakan sumber informasi lokal (buku teks IPS Kelas 7, artikel sejarah daerah, atau narasumber terpercaya) untuk memperkuat analisis keterhubungan penamaan wilayah dan sejarahnya.
  • Tuliskan hasil analisis secara runtut dan jelas pada format ruang jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Kegiatan 1: Membedah Unsur Toponimi dan Peristiwa Sejarah Lokal

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa IPS Kelas 7 Edisi Revisi
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi singkat berikut mengenai asal-usul penamaan tempat:
  2. Narasi: 'Toponimi merupakan studi tentang penamaan unsur geografis yang berakar dari sejarah, kondisi fisik lingkungan, atau peristiwa sosial budaya masa lalu. Contohnya, penamaan Kelurahan Rawamangun di Jakarta berasal dari kondisi alamnya yang dahulunya berupa rawa-rawa yang dibangun dan ditata, sedangkan nama Desa Matraman berasal dari perkemahan pasukan Kerajaan Mataram pada masa penyerangan ke Batavia abad ke-17.'
  3. Analisislah teks tersebut untuk membedah keterhubungan antara nama tempat dan latar sejarah/lingkungannya dengan mengisi tabel analisis yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan narasi, analisislah keterhubungan unsur sejarah lokal atau kondisi fisik dengan toponimi dari dua wilayah yang disebutkan (Rawamangun dan Matraman) ke dalam tabel analisis!

Ruang tabel jawaban

2. Analisislah mengapa sebuah nama tempat (toponimi) dapat berfungsi sebagai arsip atau jejak sejarah lokal bagi masyarakat di sekitarnya!

Tabel 3 kolom untuk soal nomor 1 (Kolom 1: Nama Wilayah, Kolom 2: Asal Penamaan/Kategori, Kolom 3: Hubungan dengan Sejarah Lokal/Kondisi Awal). Kolom baris esai 5-6 baris untuk soal nomor 2.

Kegiatan 2: Kegiatan 2: Analisis Keterhubungan Toponimi Wilayah Sekitar Sekolah/Tempat Tinggal

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Peta wilayah setempat / Google Maps
  • Catatan sejarah lokal / modul ajar
  • Kertas plano / LKPD

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok kecil beranggotakan 3-4 orang.
  2. Pilihlah 2 (dua) nama kampung, jalan, kelurahan, atau kecamatan di lingkungan sekitar sekolah atau tempat tinggal kalian.
  3. Diskusikan dan telusuri asal-usul penamaannya berdasarkan cerita rakyat/sejarah lisan atau referensi tertulis sejarah lokal.
  4. Analisislah secara kritis keterhubungan antara toponimi nama wilayah tersebut dengan peristiwa sejarah lokal, tokoh, vegetasi masa lalu, atau aktivitas masyarakatnya.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel penelusuran toponimi untuk 2 nama wilayah di sekitar sekolah/tempat tinggal kalian, lalu analisislah bukti keterhubungan sejarah lokalnya!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan hasil diskusi kelompok, analisislah apakah kondisi lingkungan fisik atau aktivitas sosial masyarakat saat ini masih sesuai dengan toponimi awalnya? Jelaskan faktor perubahan yang terjadi!

Format tabel 4 kolom (Kolom: Nama Wilayah, Unsur/Arti Nama, Latar Peristiwa Sejarah Lokal, Analisis Hubungan Keduanya) dan kotak uraian hasil diskusi kelompok (minimal 1 paragraf terstruktur).

Kegiatan 3: Kegiatan 3: Sintesis dan Komparasi Keterhubungan Toponimi Antarwilayah

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Hasil catatan Kegiatan 2
  • Papan tulis / lembar pajang kelas

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sajikan hasil analisis toponimi kelompok kalian secara bergantian dalam diskusi kelas terbuka.
  2. Bandingkan pola toponimi kelompok kalian dengan kelompok lain untuk menemukan benang merah klasifikasi sejarah penamaan wilayah.
  3. Tariklah simpulan analitis mengenai keterhubungan sejarah lokal terhadap keberadaan toponimi wilayah.
  4. Selesaikan kegiatan dengan mengisi refleksi individu dan persiapan penutup pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Kelompokkan pola-pola toponimi yang ditemukan di kelas ke dalam 3 kategori utama (alam/vegetasi, tokoh/komunitas masyarakat, peristiwa/aktivitas ekonomi) beserta contoh wilayahnya!

Ruang tabel jawaban

2. Rumuskan simpulan analitis: Bagaimana sejarah lokal menentukan pembentukan toponimi wilayah di lingkungan sekitar kita?

Tabel klasifikasi 3 baris (Kategori Toponimi, Contoh Tempat, Analisis Keterhubungan Sejarah) dan ruang teks simpulan akhir (4-5 baris).

REFLEKSI

1. Makna sejarah apa yang paling berkesan bagi kalian setelah berhasil menelusuri asal-usul toponimi wilayah tempat tinggal atau sekolah kalian sendiri?

2. Bagaimana pemahaman tentang keterhubungan sejarah lokal dan toponimi membantu kalian lebih menghargai lingkungan sekitar kalian saat ini?

3. Apakah ada nama wilayah lain di sekitarmu yang membuatmu penasaran untuk dianalisis sejarah penamaannya di masa mendatang?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.