LKPDPertemuan 1Bab 1Fase DSemester 1

LKPD IPS Kelas 7: Menjelaskan Konsep Konektivitas Antarruang dan Potensi Sumber Daya Alam Wilayah

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan IPS kelas 7 dengan topik "Menjelaskan Konsep Konektivitas Antarruang dan Potensi Sumber Daya Alam Wilayah".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPS Kelas 7: Menjelaskan Konsep Konektivitas Antarruang dan Potensi Sumber Daya Alam Wilayah

IPS - Kelas 7

Bab 1 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPS — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Menjelaskan Konsep Konektivitas Antarruang dan Potensi Sumber Daya Alam Wilayah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPS
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikMenjelaskan Konsep Konektivitas Antarruang dan Potensi Sumber Daya Alam Wilayah
Alokasi Waktu3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menjelaskan konektivitas antarruang terhadap upaya pemanfaatan dan pelestarian potensi sumber daya alam

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah pengantar kasus dan instruksi pada setiap kegiatan dengan cermat.
  • Bekerjasamalah secara aktif dalam kelompok dan diskusikan setiap pertanyaan yang disajikan.
  • Tuliskan penjelasan kalian secara runtut dan jelas pada format ruang jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menjelaskan Hubungan Sumber Daya Alam dan Ketergantungan Antarwilayah

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa IPS Kelas 7
  • Alat tulis
  • Peta persebaran potensi wilayah sederhana

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati ilustrasi singkat mengenai kondisi dua wilayah: Wilayah Pegunungan (menghasilkan sayur-mayur dan buah-buahan tetapi kekurangan pasokan garam dan ikan laut) serta Wilayah Pesisir (menghasilkan ikan laut dan garam tetapi membutuhkan pasokan sayur-mayur segar).
  2. Diskusikan mengapa perbedaan potensi sumber daya alam mendorong terjadinya konektivitas (hubungan/interaksi saling membutuhkan) antarruang.
  3. Tuliskan hasil penjelasan kelompok kalian ke dalam tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan ilustrasi wilayah pegunungan dan pesisir, jelaskan mengapa perbedaan potensi sumber daya alam memicu terjadinya konektivitas atau aliran barang antarwilayah!

2. Jelaskan bentuk konektivitas antarruang dalam pemanfaatan potensi sumber daya alam yang terjadi antara daerah tempat tinggalmu dengan daerah lain!

Tuliskan jawaban pada lembar kerja: Pertanyaan 1 dalam bentuk uraian paragraf (minimal 3 kalimat yang memuat konsep keterbatasan wilayah, perbedaan potensi, dan ketergantungan antarruang). Pertanyaan 2 dalam format tabel 3 kolom: Kolom 1 (Potensi SDA Lokal/Luar), Kolom 2 (Arah Aliran Wilayah Asal-Tujuan), Kolom 3 (Penjelasan Pemanfaatan Antarruang).

Kegiatan 2: Menjelaskan Pengaruh Konektivitas Antarruang terhadap Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar teks studi kasus konektivitas transportasi
  • Buku catatan murid

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pelajari studi kasus mengenai konektivitas infrastruktur transportasi: 'Sebuah kabupaten pedalaman memiliki hutan bambu dan rotan yang melimpah, namun pemanfaatannya terbatas untuk kebutuhan lokal. Setelah dibangun jalan penghubung antardaerah dan pelabuhan peti kemas di kota tetangga, hasil kerajinan rotan dan bambu mulai dikirim dalam skala besar ke berbagai kota industri dan pasar ekspor.'
  2. Diskusikan bagaimana konektivitas antarruang memengaruhi tingkat dan pola pemanfaatan sumber daya alam tersebut.
  3. Jawab pertanyaan berikut secara mendalam bersama teman kelompokmu.

Pertanyaan:

1. Jelaskan bagaimana terbukanya konektivitas jalur transportasi antarruang dapat mengubah skala pemanfaatan potensi sumber daya alam pada kasus tersebut!

2. Jelaskan risiko yang dapat timbul terhadap ketersediaan potensi sumber daya alam jika konektivitas antarruang meningkat pesat tanpa adanya pengendalian pemanfaatan!

Tuliskan jawaban dalam bentuk uraian terstruktur di bawah teks kasus pada lembar kerja (masing-masing jawaban minimal 3-4 kalimat utuh yang menjelaskan sebab, proses konektivitas, dan dampak pemanfaatan SDA).

Kegiatan 3: Menjelaskan Konektivitas Antarruang dalam Pelestarian Potensi Sumber Daya Alam

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Bagan visual hubungan hulu-hilir DAS
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan skenario lingkungan DAS (Daerah Aliran Sungai): Wilayah hulu berupa hutan pegunungan yang menjaga serapan air, sedangkan wilayah hilir berupa daerah perkotaan dan persawahan yang bergantung pada suplai air bersih serta rentan banjir jika hutan hulu rusak.
  2. Jelaskan keterkaitan antarruang antara hulu dan hilir tersebut dalam upaya menjaga kelestarian potensi sumber daya air tanah dan hutan.
  3. Diskusikan langkah pelestarian bersama antardaerah dan kerjakan pertanyaan penutup, lalu lakukan refleksi pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan skenario daerah hulu dan hilir, jelaskan mengapa pelestarian potensi sumber daya alam tidak dapat dilakukan secara terpisah oleh satu wilayah saja melainkan membutuhkan konektivitas antarruang!

2. Jelaskan dua bentuk upaya pelestarian potensi sumber daya alam yang melibatkan kerja sama atau konektivitas timbal balik antardaerah!

Ruang tabel jawaban

Format jawaban: Pertanyaan 1 dijawab berupa uraian penjelasan hubungan sebab-akibat ekologis hulu-hilir (4-5 kalimat). Pertanyaan 2 diisi dalam tabel 2 baris dengan kolom: (1) Nama Upaya Bersama, (2) Wilayah yang Terlibat, (3) Penjelasan Cara Pelestariannya. Di bagian akhir halaman, sediakan ruang untuk menulis refleksi diri.

REFLEKSI

1. Bagaimana pemahamanmu tentang konektivitas antarruang membantumu menyadari bahwa barang-barang atau makanan yang kamu nikmati setiap hari berasal dari potensi alam daerah lain?

2. Mengapa upaya menjaga kelestarian alam di suatu tempat merupakan tanggung jawab bersama antarwilayah, bukan hanya tanggung jawab warga yang tinggal di tempat tersebut?

3. Hal paling bermakna apa yang kamu pelajari hari ini mengenai hubungan antardaerah dalam mengelola sumber daya alam?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.