LKPDPertemuan 9Bab 4Fase ESemester 2

LKPD IPS Kelas 10: Masyarakat Multikultural: Toleransi dan Integrasi Sosial dalam Keragaman

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPS kelas 10 dengan topik "Masyarakat Multikultural: Toleransi dan Integrasi Sosial dalam Keragaman". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPS Kelas 10: Masyarakat Multikultural: Toleransi dan Integrasi Sosial dalam Keragaman

IPS - Kelas 10

Bab 4 - Pertemuan 9

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPS — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Masyarakat Multikultural: Toleransi dan Integrasi Sosial dalam Keragaman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIlmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMasyarakat Multikultural: Toleransi dan Integrasi Sosial dalam Keragaman
Alokasi Waktu75 menit
Tipe Aktivitascampuran (individu, berpasangan, kelompok)
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menjelaskan konsep masyarakat multikultural Indonesia dan menganalisis pentingnya toleransi serta integrasi sosial dalam menjaga persatuan di tengah keragaman sosial dan budaya.
  2. Murid mampu mengamati fenomena toleransi dan konflik sosial akibat keragaman di masyarakat Indonesia secara sistematis dan menemukan potensinya sebagai modal sosial.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan cermat sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan setiap kegiatan secara berurutan — setiap kegiatan saling berkaitan.
  • Tulis jawabanmu dengan jelas dan lengkap di ruang yang tersedia.
  • Boleh berdiskusi dengan teman, tetapi setiap murid wajib menuliskan jawabannya sendiri kecuali pada bagian yang memang ditandai 'diskusi kelompok'.
  • Jika ada kata atau konsep yang belum kamu pahami, tandai dengan tanda tanya (?) dan tanyakan kepada guru.
  • Jadilah jujur dan terbuka dalam menyampaikan pendapat — tidak ada jawaban yang salah selama didasari alasan yang masuk akal.
  • Simpan LKPD ini dengan baik karena akan digunakan sebagai bahan refleksi dan penilaian.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengenal Wajah Indonesia yang Beragam

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks bacaan yang tercetak dalam LKPD
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini dikerjakan secara individu terlebih dahulu, lalu didiskusikan berpasangan.
  2. Baca teks pendek berikut dengan seksama: --- TEKS SINGKAT --- Indonesia adalah rumah bagi lebih dari 1.300 suku bangsa, 700 lebih bahasa daerah, dan pemeluk enam agama resmi. Di satu sisi, keragaman ini adalah kekayaan luar biasa. Di sisi lain, perbedaan yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu gesekan sosial. Konsep masyarakat multikultural hadir sebagai kerangka berpikir bahwa berbagai kelompok budaya dapat hidup berdampingan secara setara dan saling menghormati dalam satu ruang sosial yang sama. ---
  3. Setelah membaca, jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini secara individu (5 menit).
  4. Setelah selesai, bandingkan jawabanmu dengan teman sebangku — catat persamaan dan perbedaan pandangan kalian.
  5. Tuliskan hasil diskusi singkat berpasangan di bagian akhir kegiatan ini.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan teks di atas dan pengetahuanmu, tuliskan definisi masyarakat multikultural dengan kata-katamu sendiri. Apa ciri utama yang membedakannya dari masyarakat yang homogen?

2. Lengkapi tabel berikut dengan contoh nyata dari Indonesia untuk setiap dimensi keragaman yang tercantum.

Dimensi KeragamanContoh Konkret dari IndonesiaPotensi Positif yang Ditawarkan
Suku/Etnis......
Agama......
Bahasa Daerah......
Tradisi/Adat Istiadat......

3. Menurutmu, mengapa Indonesia memilih semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' dan bukan semboyan yang menekankan keseragaman? Jelaskan hubungannya dengan konsep masyarakat multikultural.

4. Setelah berdiskusi berpasangan: tuliskan SATU poin pandangan yang kamu dan pasanganmu sepakati, dan SATU poin di mana kalian memiliki sudut pandang berbeda. Apa yang menyebabkan perbedaan pandangan tersebut?

Jawab pertanyaan 1 dan 3 dalam bentuk paragraf singkat (3-5 kalimat). Jawab pertanyaan 2 dalam tabel 3 kolom yang tersedia. Jawab pertanyaan 4 dalam format dua poin berlabel 'Sepakat:' dan 'Berbeda Pandangan:'.

Kegiatan 2: Membedah Fenomena: Toleransi dan Konflik di Sekitar Kita

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Teks dua studi kasus yang tercetak dalam LKPD
  • Alat tulis
  • Opsional: catatan hasil observasi lingkungan sekitar yang dibawa dari rumah

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini dikerjakan dalam kelompok kecil (3-4 orang).
  2. Baca dua studi kasus pendek berikut dengan cermat: --- KASUS A: Kampung Toleran di Kota Larantuka --- Di Larantuka, Flores Timur, umat Katolik dan Muslim hidup bertetangga selama ratusan tahun. Setiap perayaan Semana Santa (Paskah), warga Muslim ikut menjaga ketertiban dan membantu persiapan prosesi. Sebaliknya, saat Lebaran, warga Katolik hadir membantu tetangga Muslim. Mereka menyebut tradisi ini sebagai 'warisan nenek moyang yang tidak boleh hilang.' --- KASUS B: Konflik Berbasis Identitas --- Pada berbagai kasus di Indonesia, konflik horizontal pernah terjadi antara kelompok masyarakat yang berbeda suku atau agama. Para sosiolog mencatat bahwa konflik semacam ini seringkali bukan murni karena perbedaan identitas, melainkan dipicu oleh kesenjangan ekonomi, kompetisi sumber daya, atau provokasi pihak tertentu yang memanfaatkan identitas sebagai pemantik. ---
  3. Diskusikan kedua kasus bersama kelompok, lalu isi tabel analisis yang tersedia.
  4. Setelah menganalisis kasus, setiap kelompok menjawab pertanyaan analisis lanjutan.
  5. Pilih satu fenomena toleransi atau potensi konflik yang pernah kalian amati di lingkungan sekolah atau sekitar tempat tinggal, lalu catat secara sistematis menggunakan format pengamatan yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Analisis kedua kasus menggunakan tabel berikut:

Aspek AnalisisKasus A (Larantuka)Kasus B (Konflik Identitas)
Faktor penyebab/pendorong......
Peran toleransi (ada/tidak, bentuknya apa)......
Dampak terhadap integrasi sosial......
Potensi sebagai modal sosial......

2. Mengapa toleransi saja tidak cukup untuk mencapai integrasi sosial? Apa yang dimaksud dengan integrasi sosial, dan faktor-faktor apa saja yang diperlukan agar integrasi sosial benar-benar terwujud?

3. Catat fenomena toleransi atau potensi konflik yang kamu amati di lingkunganmu menggunakan format pengamatan berikut:

KomponenCatatan Pengamatanmu
Lokasi/konteks pengamatan...
Deskripsi fenomena yang diamati...
Pihak-pihak yang terlibat...
Faktor yang mendorong toleransi ATAU memicu gesekan...
Potensinya sebagai modal sosial...

4. Berdasarkan seluruh analisis kelompokmu, rumuskan satu kesimpulan: bagaimana keragaman sosial budaya Indonesia bisa diubah dari potensi konflik menjadi modal sosial yang memperkuat persatuan?

Jawab pertanyaan 1 dan 3 dalam tabel yang tersedia (isi setiap sel dengan minimal satu kalimat). Jawab pertanyaan 2 dalam bentuk paragraf analitis (4-6 kalimat). Jawab pertanyaan 4 sebagai kesimpulan kelompok dalam 3-5 kalimat, ditandatangani semua anggota kelompok.

Kegiatan 3: Merancang Aksi: Dari Analisis Menuju Solusi Nyata

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Opsional: sticky notes warna-warni untuk brainstorming awal
  • Opsional: akses internet untuk mencari referensi program serupa

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini dikerjakan secara individu sebagai bentuk sintesis dan ekspresi pribadi.
  2. Gunakan seluruh pemahaman yang kamu bangun dari Kegiatan 1 dan 2 sebagai dasar.
  3. Bayangkan kamu adalah seorang 'Duta Integrasi Sosial' di sekolahmu. Tugasmu adalah merancang SATU program atau kampanye kecil yang realistis untuk memperkuat toleransi dan integrasi sosial di lingkungan sekolahmu.
  4. Isi kanvas perancangan program di bawah ini secara sistematis.
  5. Di akhir kegiatan, kamu akan mempresentasikan rancanganmu dalam waktu 2 menit kepada teman sebelahmu (teknik 'think-pair-share').

Pertanyaan:

1. Identifikasi masalah: Tuliskan SATU tantangan nyata terkait toleransi atau integrasi sosial yang kamu amati di sekolah atau komunitasmu. Jelaskan mengapa ini menjadi masalah dan siapa yang terdampak.

2. Rancang programmu menggunakan tabel kanvas berikut:

Komponen ProgramUraianmu
Nama Program...
Tujuan (apa yang ingin diubah?)...
Sasaran (siapa yang dituju?)...
Kegiatan utama (jelaskan 2-3 langkah konkret)...
Sumber daya yang dibutuhkan...
Indikator keberhasilan (bagaimana tahu program berhasil?)...

3. Jelaskan bagaimana program yang kamu rancang berkontribusi pada dua hal sekaligus: (a) memperkuat toleransi, dan (b) membangun modal sosial di komunitasmu. Gunakan konsep yang sudah kamu pelajari hari ini.

4. Setelah mempresentasikan rancanganmu kepada teman dan mendengar rancangan temanmu: tuliskan SATU masukan konstruktif yang kamu terima dan bagaimana kamu akan merespons masukan tersebut.

Jawab pertanyaan 1 dan 3 dalam bentuk paragraf (minimal 4 kalimat per pertanyaan). Jawab pertanyaan 2 dalam tabel kanvas yang tersedia — isi setiap baris dengan detail yang cukup. Jawab pertanyaan 4 dalam format dua bagian: 'Masukan yang diterima:' dan 'Responsku:'.

REFLEKSI

1. Dari seluruh kegiatan hari ini, hal baru apa yang paling mengubah cara pandangmu tentang keragaman Indonesia? Mengapa hal itu terasa penting bagimu secara pribadi?

2. Pernahkah kamu tanpa sadar bersikap tidak toleran atau menghindari interaksi dengan orang yang berbeda latar belakang darimu? Apa yang bisa kamu lakukan secara konkret mulai hari ini untuk berubah?

3. Jika keragaman adalah 'modal sosial', apa satu langkah kecil yang bisa kamu ambil minggu ini — di sekolah atau di rumah — untuk mengubah keragaman di sekitarmu menjadi kekuatan nyata?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.