LKPDPertemuan 8Bab 3Fase ESemester 2

LKPD IPS Kelas 10: Hidrosfer Indonesia: Perairan Darat dan Pengelolaan Sumber Daya Air

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPS kelas 10 dengan topik "Hidrosfer Indonesia: Perairan Darat dan Pengelolaan Sumber Daya Air". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPS Kelas 10: Hidrosfer Indonesia: Perairan Darat dan Pengelolaan Sumber Daya Air

IPS - Kelas 10

Bab 3 - Pertemuan 8

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPS — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Hidrosfer Indonesia: Perairan Darat dan Pengelolaan Sumber Daya Air

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPS
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikHidrosfer Indonesia: Perairan Darat dan Pengelolaan Sumber Daya Air
Alokasi Waktu90 menit (3 x 30 menit)
Tipe AktivitasCampuran (individu, berpasangan, diskusi kelompok)
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menjelaskan fenomena geosfer fisik pada lapisan hidrosfer Indonesia, mencakup karakteristik perairan darat dan potensi sumber daya air bagi kehidupan.
  2. Murid mampu mengevaluasi masalah pengelolaan sumber daya air di Indonesia, seperti sedimentasi danau dan ancaman krisis air bersih, berdasarkan sumber primer maupun sekunder.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan teliti sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan setiap kegiatan secara berurutan — setiap kegiatan membangun pemahaman untuk kegiatan berikutnya.
  • Boleh menggunakan buku siswa, catatan, atau sumber terpercaya lain (internet, koran, artikel ilmiah) sebagai referensi. Catat sumbermu!
  • Tulis nama, kelas, dan tanggal di pojok kanan atas sebelum mulai.
  • Jika ada kata atau konsep yang belum kamu pahami, tandai dan tanyakan kepada guru atau diskusikan dengan teman.
  • Jaga suasana kelas tetap kondusif selama diskusi — setiap pendapat berharga untuk didiskusikan bersama.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengenal Perairan Darat Indonesia: Lebih Dekat dari yang Kamu Kira

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku siswa IPS Kelas X
  • Alat tulis
  • Peta Indonesia (jika tersedia)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini kamu kerjakan secara individu selama 25 menit.
  2. Bacalah teks pendek berikut dengan saksama, lalu jawab pertanyaan-pertanyaan yang mengikutinya.
  3. --- TEKS BACAAN ---
  4. Indonesia bukan hanya dikenal sebagai negara maritim dengan laut yang luas. Di daratannya pun tersimpan kekayaan air yang luar biasa: sungai-sungai besar seperti Kapuas, Mahakam, dan Musi; danau-danau cantik seperti Toba, Poso, dan Singkarak; rawa-rawa yang menjadi habitat satwa unik; serta air tanah yang menghidupi jutaan sumur rumah tangga. Semua ini adalah bagian dari hidrosfer — lapisan air yang menyelimuti bumi. Sumber daya air ini tidak datang begitu saja; semuanya merupakan hasil dari siklus hidrologi yang terus berputar: air menguap, membentuk awan, jatuh sebagai hujan, mengalir di permukaan atau meresap ke tanah, lalu kembali menguap. Siklus inilah yang menjaga ketersediaan air bagi kehidupan.
  5. --- AKHIR TEKS ---
  6. Setelah membaca, jawab pertanyaan nomor 1 sampai 4 di ruang jawaban yang tersedia.
  7. Untuk pertanyaan nomor 3 (tabel), lengkapi semua kolom yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Dari teks bacaan dan pengetahuanmu, sebutkan 4 jenis perairan darat yang ada di Indonesia beserta satu contoh nama/lokasi nyatanya untuk masing-masing jenis.

Ruang tabel jawaban

2. Jelaskan dengan bahasamu sendiri apa yang dimaksud dengan siklus hidrologi dan mengapa siklus ini sangat penting bagi ketersediaan air di Indonesia.

3. Lengkapi tabel berikut dengan menuliskan fungsi/manfaat utama dan satu potensi masalah dari masing-masing jenis perairan darat. | Jenis Perairan | Fungsi/Manfaat Utama | Potensi Masalah |

Ruang tabel jawaban

4. Di antara jenis perairan darat yang sudah kamu pelajari, manakah yang paling sering kamu temui atau manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari? Jelaskan bagaimana kamu memanfaatkannya.

Jawaban No. 1 dan No. 3: tulis dalam format tabel (buat di buku/lembar jawaban dengan kolom yang jelas). Jawaban No. 2 dan No. 4: tulis uraian minimal 3 kalimat per soal.

Kegiatan 2: Detektif Perairan: Investigasi Masalah Nyata di Sekitar Kita

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Buku siswa IPS Kelas X
  • Alat tulis dan penggaris
  • Akses internet/artikel tambahan (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini dikerjakan berpasangan (2 orang) selama 35 menit.
  2. Bersama pasanganmu, baca dua cuplikan berita/data di bawah ini dengan seksama.
  3. --- CUPLIKAN DATA A ---
  4. Danau Toba, ikon wisata Sumatera Utara, kini menghadapi ancaman serius. Sedimentasi akibat erosi lahan di sekitar danau menyebabkan pendangkalan yang signifikan. Selain itu, limbah dari keramba ikan dan pemukiman terus mencemari airnya. Para ahli memperingatkan bahwa jika tren ini berlanjut, daya dukung danau akan terus menurun.
  5. --- CUPLIKAN DATA B ---
  6. Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM mencatat bahwa Indonesia terancam mengalami krisis air bersih. Pencemaran sungai oleh limbah industri dan kontaminasi bakteri E-coli pada sumber air minum menjadi ancaman nyata. Di Gunungkidul, Yogyakarta, warga di beberapa desa harus mendatangkan air bersih dari luar karena sumber air lokal kering atau tercemar.
  7. --- AKHIR CUPLIKAN ---
  8. Setelah membaca kedua cuplikan tersebut, diskusikan bersama pasanganmu dan jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.
  9. Gunakan juga informasi dari buku siswa atau sumber lain yang kamu miliki untuk memperkuat jawabanmu.
  10. Catat sumber informasi yang kamu gunakan di bagian akhir jawaban.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan Data A, identifikasi: (a) minimal 2 penyebab masalah di Danau Toba, (b) dampak yang sudah terjadi, dan (c) dampak yang dikhawatirkan terjadi di masa depan jika masalah tidak segera diatasi.

2. Dari Data B, buatlah diagram sebab-akibat sederhana (bisa berbentuk bagan panah) yang menggambarkan rantai masalah krisis air bersih di Indonesia: mulai dari penyebab → masalah perantara → dampak akhir.

Ruang gambar

3. Menurut kalian berdua, apakah masalah yang digambarkan di Data A (sedimentasi danau) dan Data B (krisis air bersih) saling berkaitan? Jelaskan alasanmu dengan menggunakan minimal satu konsep geografi yang sudah kamu pelajari.

4. Tuliskan minimal 3 solusi konkret yang dapat dilakukan untuk mengatasi salah satu masalah di atas (pilih Data A atau Data B). Kategorikan solusimu: mana yang bisa dilakukan oleh individu/masyarakat, mana yang perlu kebijakan pemerintah.

Ruang tabel jawaban

Jawaban No. 1 dan No. 3: tulis uraian paragraf. Jawaban No. 2: buat bagan/diagram panah di kotak yang tersedia (ukuran minimal setengah halaman). Jawaban No. 4: buat tabel 3 kolom — Solusi | Pelaku (Individu/Pemerintah) | Alasan.

Kegiatan 3: Suarakan Solusimu: Membuat Rekomendasi Kebijakan Mini

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Hasil kerja dari Kegiatan 1 dan 2
  • Buku siswa dan sumber referensi tambahan
  • Kertas plano atau karton (untuk presentasi, opsional)
  • Spidol warna (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini dikerjakan dalam kelompok kecil (3–4 orang) selama 30 menit.
  2. Bayangkan kelompokmu adalah Tim Ahli Pengelolaan Air yang diminta pemerintah untuk membuat rekomendasi kebijakan.
  3. Pilih SATU wilayah atau isu air yang ingin kelompokmu fokuskan. Pilihan: (A) Krisis air bersih di wilayah pedesaan, (B) Sedimentasi dan pendangkalan danau, atau (C) Pencemaran sungai di perkotaan.
  4. Diskusikan bersama, lalu susun 'Memo Kebijakan Mini' sesuai format yang diminta.
  5. Setelah selesai, setiap kelompok mempresentasikan memo-nya kepada kelas dalam waktu 2–3 menit.
  6. Dengarkan presentasi kelompok lain dan catat 1 hal menarik dari setiap kelompok.

Pertanyaan:

1. Tuliskan isu yang dipilih kelompokmu dan jelaskan mengapa isu ini penting untuk segera ditangani (gunakan minimal satu data/fakta dari kegiatan sebelumnya atau sumber lain).

2. Identifikasi akar masalah dari isu yang kamu pilih menggunakan analisis 'Mengapa?' setidaknya 3 kali (teknik 5 Whys). Contoh: Mengapa ada krisis air? → Karena sungai tercemar. Mengapa tercemar? → Karena limbah industri dibuang langsung. Mengapa limbah dibuang langsung? → Karena tidak ada instalasi pengolahan...

3. Susunlah 3 rekomendasi kebijakan konkret untuk mengatasi isu yang kamu pilih. Untuk setiap rekomendasi, jelaskan: (a) apa yang dilakukan, (b) siapa yang bertanggung jawab, dan (c) bagaimana cara mengukur keberhasilannya.

Ruang tabel jawaban

4. Setelah mendengar presentasi kelompok lain, tuliskan: (a) satu rekomendasi dari kelompok lain yang menurutmu paling inovatif dan jelaskan alasanmu, (b) satu pertanyaan kritis yang ingin kamu ajukan kepada salah satu kelompok lain.

Jawaban No. 1 dan No. 2: tulis dalam bentuk paragraf/uraian terstruktur. Jawaban No. 3: buat tabel 4 kolom — No. | Rekomendasi | Penanggung Jawab | Indikator Keberhasilan. Jawaban No. 4: tulis dalam 2 paragraf terpisah (satu untuk bagian a, satu untuk bagian b).

REFLEKSI

1. Setelah mempelajari hidrosfer dan perairan darat hari ini, apa satu hal baru yang paling mengejutkan atau mengubah cara pandangmu tentang air di sekitarmu? Mengapa hal itu berkesan?

2. Coba pikirkan kebiasaanmu sehari-hari yang berkaitan dengan penggunaan air — apakah ada kebiasaan yang menurutmu perlu kamu ubah setelah belajar tentang masalah pengelolaan air hari ini? Jelaskan.

3. Dari semua rekomendasi kebijakan yang dibahas di kelas tadi, mana yang menurutmu paling realistis untuk langsung diterapkan di daerahmu? Apa tantangan terbesarnya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.