LKPDPertemuan 5Bab 3Fase ESemester 2

LKPD IPS Kelas 10: Seisme, Pelapukan, Erosi, dan Sedimentasi serta Dampaknya bagi Lingkungan Indonesia

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPS kelas 10 dengan topik "Seisme, Pelapukan, Erosi, dan Sedimentasi serta Dampaknya bagi Lingkungan Indonesia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPS Kelas 10: Seisme, Pelapukan, Erosi, dan Sedimentasi serta Dampaknya bagi Lingkungan Indonesia

IPS - Kelas 10

Bab 3 - Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPS — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Seisme, Pelapukan, Erosi, dan Sedimentasi serta Dampaknya bagi Lingkungan Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPS
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikSeisme, Pelapukan, Erosi, dan Sedimentasi serta Dampaknya bagi Lingkungan Indonesia
Alokasi Waktu4 JP (4 x 45 menit)
Tipe Aktivitascampuran (pengamatan, analisis kasus, diskusi, pembuatan media)
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menjelaskan fenomena seisme, pelapukan, erosi, dan sedimentasi sebagai bagian dari dinamika litosfer serta mengevaluasi masalah yang ditimbulkan bagi kehidupan dan lingkungan Indonesia.
  2. Murid mampu mengomunikasikan hasil analisis tentang dampak seisme dan sedimentasi bagi kehidupan masyarakat Indonesia dalam bentuk media digital atau non-digital.

PETUNJUK UMUM

  • 1. Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan saksama sebelum memulai.
  • 2. Siapkan alat tulis, buku catatan, dan perangkat digital (jika tersedia) untuk mengakses sumber informasi.
  • 3. Kerjakan kegiatan secara berkelompok (3–4 orang) agar dapat berdiskusi dan saling melengkapi.
  • 4. Gunakan sumber belajar yang disediakan guru, buku paket, atau internet secara bijak untuk memperkaya analisis.
  • 5. Tuliskan semua jawaban di kertas terpisah atau lembar kerja ini sesuai ruang yang disediakan.
  • 6. Jika ada pertanyaan yang berkaitan dengan lingkungan sekitar, lakukan pengamatan langsung atau wawancara singkat dengan warga setempat.
  • 7. Hasil karya akhir (media kreatif) akan dipresentasikan di depan kelas pada pertemuan berikutnya.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Klasifikasi dan Deskripsi Fenomena Litosfer

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar ilustrasi/gambar dari guru (bisa berupa proyeksi slide atau cetakan)
  • Buku IPS kelas 10, sumber internet untuk mencari informasi tambahan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. 1. Amati empat gambar/deskripsi singkat yang disajikan di bawah ini. Setiap gambar/deskripsi menunjukkan salah satu fenomena: seisme, pelapukan, erosi, atau sedimentasi.
  2. 2. Diskusikan dengan kelompokmu: ciri-ciri utama setiap fenomena, penyebab alaminya, dan apakah contoh tersebut lebih didominasi oleh tenaga endogen atau eksogen.
  3. 3. Isi tabel klasifikasi yang telah disediakan. Pada kolom 'Dampak bagi Lingkungan Indonesia', tuliskan satu dampak positif dan satu dampak negatif yang khas terjadi di wilayah Indonesia berdasarkan fenomena tersebut.
  4. 4. Setelah tabel terisi, pilih salah satu fenomena yang menurut kelompokmu paling menarik untuk dijelaskan lebih detail dalam sebuah paragraf singkat. Hubungkan dengan pengalaman pribadi atau peristiwa yang pernah kalian dengar dari berita.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan gambar/deskripsi yang diberikan (guru menyediakan empat ilustrasi, misalnya: (A) retakan tanah pasca-gempa di Palu, (B) batu candi yang mengelupas, (C) tanah longsor di kawasan Puncak, (D) delta Mahakam), tentukan jenis fenomena untuk masing-masing ilustrasi, penyebab utama, dan klasifikasikan sebagai tenaga endogen atau eksogen. Lengkapi tabel berikut:

Ruang tabel jawaban

2. Untuk setiap fenomena yang sudah diidentifikasi, berikan satu dampak positif dan satu dampak negatif yang sering terjadi di Indonesia. Contoh: Seisme – dampak positif: dapat memunculkan mata air baru; dampak negatif: kerusakan infrastruktur dan tsunami.

Ruang tabel jawaban

3. Pilih satu fenomena yang paling sering muncul di daerah tempat tinggalmu atau yang paling kamu ketahui. Tulis paragraf singkat (5–7 kalimat) yang menjelaskan: proses terjadinya, contoh konkret di Indonesia, dan bagaimana masyarakat sekitar beradaptasi terhadap fenomena tersebut. Sertakan sumber informasi jika menggunakan referensi dari luar.

Gunakan kertas HVS atau buku tulis. Untuk tabel, buatlah tiga kolom: 'Fenomena', 'Penyebab & Klasifikasi (Endogen/Eksogen)', 'Dampak (+/-)'. Paragraf ditulis di bawah tabel dengan rapi.

Kegiatan 2: Investigasi Dampak: Seisme dan Sedimentasi di Indonesia

Estimasi: 60 menit

Alat & Bahan:

  • Akses internet atau artikel koran/berita
  • Kertas HVS/folio
  • Contoh format laporan dari guru

Petunjuk Pengerjaan:

  1. 1. Fokuslah pada dua fenomena: SEISME dan SEDIMENTASI. Pilih satu kasus nyata untuk masing-masing fenomena yang terjadi di Indonesia (bisa dari pengalaman sendiri, berita nasional, atau instruksi guru).
  2. 2. Kumpulkan data dan informasi tentang kasus tersebut melalui wawancara singkat dengan guru, orang tua, atau penelusuran daring (jika tersedia). Minimal informasi yang harus dikumpulkan: lokasi, waktu kejadian, penyebab, dampak langsung dan tidak langsung, serta kerugian/kerusakan yang ditimbulkan (jiwa, material, ekonomi).
  3. 3. Untuk setiap kasus, analisislah: (a) mengapa dampak tersebut bisa terjadi? (b) siapa yang paling rentan terkena dampak? (c) bagaimana upaya pemerintah/masyarakat dalam menangani dampak tersebut? (d) apa solusi jangka panjang yang bisa ditawarkan?
  4. 4. Tuangkan analisis dalam bentuk laporan terstruktur dengan subjudul: Pendahuluan (deskripsi kasus), Analisis Dampak, Evaluasi Penanganan, dan Rekomendasi Solusi. Laporan dapat ditulis tangan atau diketik.

Pertanyaan:

1. Pilih satu kasus seisme besar (misal: gempa Aceh 2004, gempa Yogyakarta 2006, gempa Palu 2018, gempa Cianjur 2022). Identifikasi lokasi, kekuatan (magnitudo), korban jiwa, dan kerusakan infrastruktur. Sertakan sumber data.

2. Pilih satu kasus sedimentasi yang signifikan di Indonesia (misal: pendangkalan Waduk Gajah Mungkur, sedimentasi di Muara Sungai Brantas, pembentukan Delta Mahakam). Jelaskan proses terjadinya, dampak bagi ekosistem dan aktivitas manusia, serta bagaimana masyarakat merespons.

3. Berdasarkan kedua kasus, diskusikan dalam kelompok: manakah yang lebih sulit dimitigasi dampaknya, seisme atau sedimentasi? Berikan alasan dengan mempertimbangkan faktor mendadak, skala kerusakan, dan biaya penanggulangan. Tulis hasil diskusi dalam satu paragraf argumentatif.

Buat laporan terstruktur dalam 1–2 halaman folio. Sertakan tabel ringkasan data untuk membantu analisis. Jika dikerjakan secara digital, gunakan Google Docs atau Canva doc.

Kegiatan 3: Komunikasi Kreatif: Pilih Media, Sampaikan Solusi

Estimasi: 75 menit (pembuatan) + 20 menit (presentasi per kelompok)

Alat & Bahan:

  • Karton, spidol, alat gambar (untuk poster)
  • Smartphone/kamera dan aplikasi edit sederhana (untuk video)
  • Aplikasi perekam suara (untuk podcast)
  • Laptop/komputer (opsional, untuk riset daring dan desain digital)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. 1. Dari hasil investigasi Kegiatan 2, pilih salah satu kasus (seisme atau sedimentasi) yang paling menginspirasi kalian. Ajak kelompok untuk menjadi 'agen perubahan' dengan menciptakan media komunikasi yang mengedukasi masyarakat tentang fenomena tersebut dan langkah mitigasinya.
  2. 2. Tentukan jenis media yang akan dibuat: Poster infografis (non-digital), Video pendek 1 menit (digital, bisa berupa rekaman smartphone), atau Podcast mini tentang cerita penyintas dan solusi (digital). Jika keterbatasan perangkat, poster karton diperbolehkan.
  3. 3. Rancang konten sesuai media pilihan:
  4. - Poster: Sertakan judul yang provokatif, gambar/sketsa yang jelas, statistik singkat, dan 3 tips mitigasi konkret.
  5. - Video: Buat naskah singkat dengan alur: pembuka (masalah), penjelasan singkat (proses dan dampak), solusi dari hasil analisis, dan ajakan aksi. Gunakan gambar, klip berita, atau animasi sederhana.
  6. - Podcast: Rekam percakapan 2–3 anggota seolah mewawancarai narasumber (pakar/penyintas) yang menjelaskan dampak dan rekomendasi.
  7. 4. Pastikan isi pesan jelas: apa fenomenanya, mengapa berbahaya, dan bagaimana cara kita bisa mengurangi dampaknya. Hindari hoaks dan gunakan data yang valid.
  8. 5. Setiap kelompok wajib mempresentasikan medianya pada pertemuan berikutnya secara santun. Siapkan juga penjelasan lisan tentang alasan pemilihan media dan pesan utama.

Pertanyaan:

1. Media apakah yang kelompokmu pilih? Tuliskan alasan pemilihan media tersebut (misal: lebih mudah menjangkau remaja melalui video pendek, atau poster bisa ditempel di mading sekolah).

2. Rancang garis besar konten untuk media yang dipilih. Untuk poster: sketsa layout dan tuliskan kalimat utama. Untuk video/podcast: tuliskan naskah dialog ringkas (boleh poin-poin) yang mencakup data dampak dan 3 ajakan mitigasi.

3. Presentasikan hasil karya kelompokmu di depan kelas. Selain menunjukkan media, jelaskan: (a) pesan utama yang ingin disampaikan, (b) sumber data yang digunakan, (c) tantangan dalam membuat media, dan (d) harapanmu terhadap masyarakat yang melihat/ mendengar media tersebut.

Media akhir (poster fisik, video dalam flashdisk/link, podcast audio) dikumpulkan sebelum presentasi. Sertakan deskripsi tertulis hasil diskusi di Kegiatan 3 ini sebagai lampiran. Format deskripsi: Judul, alasan pemilihan media, ringkasan konten, daftar sumber.

REFLEKSI

1. Setelah mengerjakan semua kegiatan, renungkan dan tulis jawaban atas pertanyaan berikut:

2. 1. Manakah dari fenomena seisme, pelapukan, erosi, atau sedimentasi yang paling dekat dengan kehidupanmu sehari-hari? Mengapa?

3. 2. Pengetahuan apa yang baru kamu dapatkan tentang upaya mitigasi bencana yang belum kamu sadari sebelumnya?

4. 3. Setelah membuat media komunikasi, menurutmu apakah remaja seusiamu bisa ikut serta mengurangi risiko bencana di lingkungan? Berikan contoh tindakan kecil yang bisa dimulai besok.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.