LKPDPertemuan 4Bab 3Fase ESemester 2

LKPD IPS Kelas 10: Tektonisme dan Vulkanisme serta Dampaknya bagi Kehidupan Masyarakat Indonesia

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPS kelas 10 dengan topik "Tektonisme dan Vulkanisme serta Dampaknya bagi Kehidupan Masyarakat Indonesia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPS Kelas 10: Tektonisme dan Vulkanisme serta Dampaknya bagi Kehidupan Masyarakat Indonesia

IPS - Kelas 10

Bab 3 - Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPS — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Tektonisme dan Vulkanisme serta Dampaknya bagi Kehidupan Masyarakat Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPS
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikTektonisme dan Vulkanisme serta Dampaknya bagi Kehidupan Masyarakat Indonesia
Alokasi Waktu90 menit (2 JP)
Tipe AktivitasCampuran (individu, berpasangan, dan kelompok kecil)
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menjelaskan fenomena tektonisme dan vulkanisme sebagai bagian dari dinamika litosfer Indonesia serta mengevaluasi dampaknya bagi kehidupan masyarakat.
  2. Murid mampu menarik simpulan berdasarkan informasi dari sumber sekunder tentang keterkaitan antara aktivitas tektonik dan vulkanik dengan pola kehidupan masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan seksama sebelum mulai mengerjakan.
  • Gunakan sumber belajar yang tersedia: buku teks IPS kelas X, atlas, peta rawan bencana Indonesia, serta artikel/video yang relevan.
  • Diskusikan dengan teman secara santun dan saling menghargai pendapat.
  • Tulis jawaban dengan rapi menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  • Jika menemukan istilah yang belum dipahami, catat dan tanyakan kepada guru atau cari di sumber terpercaya.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengenali Sang Bumi yang Bergerak: Tektonisme vs Vulkanisme

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku teks IPS kelas X
  • Atlas geologi atau peta lempeng tektonik Indonesia
  • Alat tulis dan pensil warna untuk sketsa

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah materi tentang tektonisme dan vulkanisme pada buku teks IPS kelas X halaman terkait (Bab 3).
  2. Perhatikan perbedaan antara proses tektonisme (pergerakan lempeng, lipatan, patahan) dan vulkanisme (aktivitas magma, erupsi gunung api).
  3. Lengkapi tabel perbandingan berikut secara individu berdasarkan pemahamanmu.
  4. Setelah selesai, bandingkan jawabanmu dengan teman sebangku dan diskusikan perbedaan yang kalian temukan.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel perbandingan berikut dengan aspek: pengertian, penyebab utama, contoh fenomena di Indonesia, dan contoh wilayah terdampak di Indonesia.

Ruang tabel jawaban

2. Jelaskan mengapa Indonesia memiliki aktivitas tektonisme dan vulkanisme yang sangat tinggi dibandingkan negara-negara di Eropa Barat. Kaitkan jawabanmu dengan posisi geologis Indonesia.

3. Gambarlah sketsa sederhana penampang melintang zona subduksi yang menunjukkan posisi lempeng oseanik menunjam di bawah lempeng kontinental, lokasi terbentuknya magma, dan posisi gunung api di permukaan. Beri label pada setiap bagian.

Ruang gambar

Tabel 4 kolom (Aspek | Tektonisme | Vulkanisme) disediakan di halaman berikutnya. Uraian ditulis minimal 5 kalimat. Sketsa digambar di kotak berukuran 12×8 cm yang tersedia.

Kegiatan 2: Investigasi Dampak: Dua Sisi Mata Uang Tektonisme dan Vulkanisme

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Buku teks IPS kelas X
  • Akses internet atau kumpulan artikel cetak tentang bencana di Indonesia
  • Data statistik BNPB atau PVMBG (jika tersedia)
  • Lembar kerja cetak

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok berpasangan (2 orang).
  2. Setiap pasangan memilih SATU kasus nyata: (a) erupsi gunung api di Indonesia, ATAU (b) peristiwa tektonik besar (gempa/pembentukan sesar) di Indonesia.
  3. Gunakan minimal 2 sumber sekunder (buku, artikel berita, data BNPB/PVMBG, atau video dokumenter) untuk mengumpulkan informasi tentang kasus yang dipilih.
  4. Identifikasi dampak positif DAN negatif dari kasus tersebut bagi kehidupan masyarakat setempat.
  5. Tuliskan juga solusi atau upaya mitigasi yang sudah atau bisa dilakukan.
  6. Sajikan temuanmu dalam format tabel analisis yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Tuliskan identitas kasus yang kalian pilih: nama peristiwa/gunung api, lokasi, dan tahun kejadian. Sebutkan minimal 2 sumber sekunder yang kalian gunakan beserta jenis sumbernya.

2. Lengkapi tabel analisis dampak dengan kolom: Jenis Dampak (Positif/Negatif), Bidang Kehidupan (ekonomi/sosial/lingkungan), Uraian Dampak, dan Data Pendukung dari sumber kalian.

Ruang tabel jawaban

3. Rumuskan minimal 3 solusi atau upaya mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana dari kasus yang kalian teliti. Klasifikasikan solusi tersebut menjadi: mitigasi struktural (fisik) dan mitigasi non-struktural (edukasi/kebijakan).

4. Diskusikan bersama pasanganmu: Mengapa masyarakat tetap memilih tinggal di lereng gunung api atau zona sesar aktif meskipun mengetahui risikonya? Tuliskan minimal 3 alasan berdasarkan perspektif geografi, ekonomi, dan sosial-budaya.

Tabel analisis dampak 4 kolom (Jenis Dampak | Bidang Kehidupan | Uraian Dampak | Data Pendukung) minimal 5 baris. Uraian solusi ditulis dalam format poin-poin terstruktur. Hasil diskusi ditulis minimal 1 paragraf (6-8 kalimat).

Kegiatan 3: Menarik Simpulan: Peta Konsep Keterkaitan Tektonisme-Vulkanisme dan Pola Kehidupan Masyarakat

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Hasil kerja Kegiatan 1 dan Kegiatan 2
  • Pensil warna atau spidol untuk peta konsep
  • Kertas A4 tambahan (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kerjakan secara individu terlebih dahulu, lalu diskusikan dalam kelompok kecil (3-4 orang).
  2. Berdasarkan seluruh informasi yang telah kamu pelajari dari Kegiatan 1 dan Kegiatan 2, buatlah peta konsep yang menghubungkan: (a) proses tektonisme dan vulkanisme, (b) dampak bagi lingkungan fisik, (c) pengaruh terhadap pola kehidupan masyarakat (mata pencaharian, permukiman, budaya, mitigasi).
  3. Gunakan kata hubung/konektor pada setiap garis penghubung dalam peta konsep (misalnya: 'menyebabkan', 'menghasilkan', 'mendorong', 'mempengaruhi').
  4. Setelah peta konsep selesai, tuliskan simpulan dalam bentuk paragraf argumentatif.
  5. Presentasikan simpulanmu secara singkat kepada kelompok (masing-masing 2 menit).

Pertanyaan:

1. Buatlah peta konsep yang menunjukkan keterkaitan antara aktivitas tektonik dan vulkanik dengan minimal 4 aspek pola kehidupan masyarakat. Gunakan minimal 8 konsep dan 10 garis penghubung berlabel.

Ruang gambar

2. Berdasarkan peta konsep dan investigasi yang telah kamu lakukan, tuliskan simpulan dalam 1 paragraf argumentatif (8-10 kalimat) yang menjawab pertanyaan: Bagaimana keterkaitan antara aktivitas tektonik dan vulkanik di Indonesia dengan pola kehidupan masyarakat di wilayah rawan bencana?

3. Dari diskusi kelompok, identifikasi satu hal baru yang kamu pelajari dari teman yang berbeda dari pemahamanmu sebelumnya. Jelaskan bagaimana informasi tersebut memperkaya simpulanmu.

Peta konsep dibuat di kertas A4 atau ruang kotak 16×12 cm yang disediakan. Paragraf simpulan ditulis di kolom bergaris minimal 8 kalimat. Catatan diskusi kelompok ditulis di kotak refleksi yang tersedia.

REFLEKSI

1. Setelah mempelajari tektonisme dan vulkanisme hari ini, apa satu hal paling penting yang menurutmu harus diketahui oleh setiap warga Indonesia yang tinggal di wilayah rawan bencana? Mengapa?

2. Jika kamu tinggal di dekat gunung api aktif atau zona sesar, langkah konkret apa yang akan kamu dan keluargamu lakukan untuk mempersiapkan diri menghadapi potensi bencana?

3. Bagaimana pembelajaran hari ini mengubah cara pandangmu terhadap hubungan antara manusia Indonesia dan lingkungan geologisnya? Apakah kamu melihat fenomena alam ini lebih sebagai ancaman, berkah, atau keduanya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.