LKPD IPS Kelas 10: Keterhubungan Dinamika Masyarakat, Lingkungan, dan Sejarah Bencana Alam Indonesia
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPS kelas 10 dengan topik "Keterhubungan Dinamika Masyarakat, Lingkungan, dan Sejarah Bencana Alam Indonesia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD IPS Kelas 10: Keterhubungan Dinamika Masyarakat, Lingkungan, dan Sejarah Bencana Alam Indonesia
IPS - Kelas 10
Bab 3 - Pertemuan 11
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) IPS — Kelas 10 (Fase E) Topik: Keterhubungan Dinamika Masyarakat, Lingkungan, dan Sejarah Bencana Alam Indonesia INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Peta Waktu Bencana: Menelusuri Jejak Bencana Alam dalam Sejarah NusantaraEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel berikut dengan data bencana alam dari empat periode sejarah Indonesia yang berbeda. Ruang tabel jawaban 2. Berdasarkan tabel yang kamu susun, tuliskan paragraf analisis: Pola keterhubungan apa yang kamu temukan antara bencana alam dan perubahan kehidupan masyarakat Indonesia dari masa lampau hingga masa kini? 3. Menurut kamu, mengapa mempelajari sejarah bencana masa lampau penting sebagai refleksi mitigasi bencana masa kini? Berikan satu contoh konkret. Tabel 5 kolom (Nama Bencana, Waktu, Lokasi, Dampak terhadap Masyarakat/Kerajaan, Respons/Mitigasi) dengan 4 baris untuk 4 periode sejarah, ditambah ruang paragraf analisis 10 baris. Kegiatan 2: Komparasi Spasial-Temporal: Membandingkan Fenomena Bencana di Dua WilayahEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Gambarlah peta konsep perbandingan dua wilayah yang kamu pilih. Sertakan: nama wilayah, kondisi geografis, jenis bencana dominan, frekuensi, dan respons masyarakat. Ruang gambar 2. Berdasarkan perbandinganmu, identifikasi minimal 2 persamaan dan 2 perbedaan pola respons masyarakat terhadap bencana di kedua wilayah tersebut. Sajikan dalam bentuk tabel. Ruang tabel jawaban 3. Diskusikan bersama pasanganmu: Faktor apa saja yang memengaruhi perbedaan respons masyarakat terhadap bencana di dua wilayah tersebut? Catat hasil diskusi kalian. Ruang kosong untuk menggambar peta konsep (setengah halaman), tabel persamaan-perbedaan 2 kolom x 4 baris, dan ruang catatan hasil diskusi 8 baris. Kegiatan 3: Rancangan Mini Poster Mitigasi: Dari Sejarah Menuju AksiEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Jenis bencana apa yang kamu pilih dan mengapa bencana tersebut relevan dengan lingkungan tempat tinggalmu? 2. Buatlah sketsa mini poster mitigasi bencana pilihanmu. Poster harus memuat: judul menarik, data historis singkat (minimal 2 peristiwa), pelajaran dari masa lampau, dan 3 langkah mitigasi untuk masyarakat saat ini. Ruang gambar 3. Tuliskan refleksi singkat: Bagaimana pengetahuan tentang sejarah bencana membantumu merancang langkah mitigasi yang lebih tepat sasaran? Ruang uraian 5 baris untuk pertanyaan 1, kotak sketsa poster ukuran setengah halaman A4 untuk pertanyaan 2, dan ruang refleksi 5 baris untuk pertanyaan 3. REFLEKSI1. Setelah mempelajari keterhubungan bencana alam dan kehidupan masyarakat dari masa lampau hingga kini, apa satu hal baru yang mengubah cara pandangmu terhadap bencana di lingkunganmu? 2. Keterampilan apa yang paling kamu rasakan berkembang hari ini: mengamati, menganalisis, membandingkan, atau merancang solusi? Jelaskan alasanmu. 3. Langkah nyata apa yang bisa kamu lakukan minggu ini di lingkungan rumah atau sekolahmu sebagai bentuk mitigasi bencana berdasarkan pelajaran hari ini? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.