LKPDPertemuan 2Bab 2Fase ESemester 1

LKPD IPS Kelas 10: Tahapan dan Etika Penelitian Sosial

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPS kelas 10 dengan topik "Tahapan dan Etika Penelitian Sosial". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPS Kelas 10: Tahapan dan Etika Penelitian Sosial

IPS - Kelas 10

Bab 2 - Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPS — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Tahapan dan Etika Penelitian Sosial

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPS
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikTahapan dan Etika Penelitian Sosial
Alokasi Waktu90 Menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu mengurutkan tahapan penelitian sosial secara sistematis mulai dari perumusan masalah hingga pelaporan hasil penelitian.
  2. Murid mampu menjelaskan etika penelitian sosial yang harus dipatuhi peneliti dalam proses pengumpulan dan pengolahan data di masyarakat.

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai aktivitas pembelajaran hari ini.
  • Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 orang untuk mendiskusikan setiap tantangan di LKPD ini.
  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan cermat dan teliti.
  • Gunakan buku teks IPS Kelas X atau sumber referensi digital lainnya untuk memperkaya jawabanmu.
  • Jadilah peneliti muda yang kritis, kreatif, dan selalu menjunjung tinggi kejujuran!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Misi Detektif Sosial: Mengurai Benang Kusut Penelitian

Estimasi: 25 Menit

Alat & Bahan:

  • Buku Teks IPS Kelas X
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bayangkan kelompokmu adalah tim detektif sosial yang disewa untuk meneliti fenomena 'Menurunnya Minat Baca di Perpustakaan Sekolah'.
  2. Kalian menemukan catatan langkah-langkah penelitian dari detektif sebelumnya, namun sayangnya catatan tersebut acak-acakan karena tertiup angin.
  3. Diskusikan dengan teman kelompokmu untuk mengurutkan kembali catatan tahapan penelitian tersebut menjadi sistematis.
  4. Daftar catatan acak: (A) Mempublikasikan hasil temuan di mading sekolah, (B) Mewawancarai pustakawan dan menyebar angket ke siswa, (C) Menentukan topik dan merumuskan pertanyaan penelitian, (D) Menarik kesimpulan dari data yang sudah diolah, (E) Mengelompokkan dan menganalisis hasil wawancara serta angket.

Pertanyaan:

1. Urutkan abjad catatan acak di atas menjadi tahapan penelitian sosial yang sistematis (dari awal hingga akhir) dan sebutkan nama tahapannya!

Ruang tabel jawaban

2. Menurut pendapat kelompokmu, apa yang akan terjadi jika seorang peneliti langsung menyebar angket (mengumpulkan data) tanpa merumuskan masalah terlebih dahulu?

Untuk soal no 1, buatlah tabel 3 kolom (Nomor Urut, Kode Abjad, Nama Tahapan). Untuk soal no 2, sediakan ruang kosong bergaris untuk menuliskan paragraf uraian singkat.

Kegiatan 2: Dilema Sang Peneliti: Menjaga Etika di Lapangan

Estimasi: 30 Menit

Alat & Bahan:

  • Kertas HVS/Buku Catatan
  • Sticky notes (opsional untuk diskusi)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Dalam penelitian sosial, peneliti berinteraksi langsung dengan manusia. Oleh karena itu, ada aturan tak tertulis dan tertulis yang disebut Etika Penelitian.
  2. Bacalah dua studi kasus di bawah ini dengan saksama.
  3. Kasus 1: Rina sedang meneliti tentang korban perundungan (bullying). Agar laporannya terlihat dramatis dan mendapat nilai A, Rina melebih-lebihkan cerita responden dan mencantumkan nama asli responden tanpa izin.
  4. Kasus 2: Budi kehabisan waktu untuk menyebar kuesioner. Ia akhirnya mengisi sendiri 50 lembar kuesioner tersebut di kamarnya agar datanya terlihat lengkap.
  5. Diskusikan pelanggaran etika apa yang terjadi pada masing-masing kasus dan apa dampaknya.

Pertanyaan:

1. Analisislah Kasus 1 dan Kasus 2! Sebutkan etika penelitian apa saja yang dilanggar oleh Rina dan Budi?

2. Jika kamu adalah guru dari Rina dan Budi, nasihat dan solusi apa yang akan kamu berikan agar mereka menjadi peneliti yang beretika?

Sediakan dua kotak besar berlabel 'Analisis Kasus' dan 'Solusi & Nasihat' agar siswa dapat menuliskan hasil diskusi kelompok mereka dengan leluasa.

Kegiatan 3: Aksi Peneliti Muda: Merancang Informed Consent

Estimasi: 35 Menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kini giliranmu mempraktikkan etika penelitian! Salah satu etika terpenting adalah mendapatkan izin dari responden melalui 'Informed Consent' (Lembar Persetujuan).
  2. Pilihlah satu topik fenomena sosial yang menarik di lingkungan sekolahmu (misal: kebiasaan jajan, penggunaan gadget, atau gaya belajar).
  3. Rancanglah sebuah paragraf pembuka (skrip) yang akan kamu ucapkan atau tuliskan kepada calon responden sebelum kamu mewawancarai mereka.
  4. Pastikan skrip tersebut memuat: (1) Siapa kamu dan apa tujuanmu, (2) Jaminan kerahasiaan identitas mereka, dan (3) Pertanyaan kesediaan mereka untuk berpartisipasi tanpa paksaan.

Pertanyaan:

1. Tuliskan Topik Penelitian dan Rumusan Masalah singkat yang kamu pilih!

2. Tuliskan draf/skrip 'Informed Consent' (Lembar Persetujuan) bahasamu sendiri yang santun dan beretika!

Sediakan baris isian pendek untuk Topik dan Rumusan Masalah. Sediakan kotak berbingkai menarik (seperti desain kertas surat) untuk menuliskan draf Informed Consent.

REFLEKSI

1. Setelah menyelesaikan berbagai misi hari ini, bagaimana perasaanmu saat memposisikan diri sebagai seorang peneliti sosial?

2. Dari seluruh tahapan dan etika penelitian yang telah dipelajari, bagian mana yang menurutmu akan paling menantang jika kamu benar-benar melakukan penelitian di masyarakat? Mengapa demikian?

3. Nilai karakter apa saja yang menurutmu wajib dimiliki oleh seorang peneliti sosial yang baik?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.