LKPDPertemuan 2Bab 4Fase CSemester 2

LKPD IPAS Kelas 6: Menemukan Keragaman Budaya Nasional dalam Konteks Kebhinekaan Berdasarkan Kearifan Lokal Wilayah

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan IPAS kelas 6 dengan topik "Menemukan Keragaman Budaya Nasional dalam Konteks Kebhinekaan Berdasarkan Kearifan Lokal Wilayah".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPAS Kelas 6: Menemukan Keragaman Budaya Nasional dalam Konteks Kebhinekaan Berdasarkan Kearifan Lokal Wilayah

IPAS - Kelas 6

Bab 4 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPAS — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Menemukan Keragaman Budaya Nasional dalam Konteks Kebhinekaan Berdasarkan Kearifan Lokal Wilayah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMenemukan Keragaman Budaya Nasional dalam Konteks Kebhinekaan Berdasarkan Kearifan Lokal Wilayah
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dan studi kasus kearifan lokal dengan cermat.
  • Bekerjasamalah secara aktif bersama teman kelompok dalam menelusuri nilai-nilai luhur budaya.
  • Fokuslah menemukan bentuk keragaman budaya dan nilai kearifan lokal yang memperkuat persatuan bangsa.
  • Gunakan format tabel dan ruang jawaban yang telah disediakan untuk mencatat temuanmu.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Kearifan Lokal: Menemukan Praktik Budaya di Lingkungan Sekitar

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja murid
  • Alat tulis
  • Buku Siswa IPAS Kelas 6 Bab 4

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati 3 deskripsi tradisi kearifan lokal yang masih hidup di berbagai daerah tempat tinggal masyarakat Indonesia berikut: (A) Tradisi Sambatan/Gotong Royong mendirikan rumah di Jawa; (B) Tradisi Subak dalam pembagian air irigasi pertanian di Bali; (C) Tradisi Rambu Solo' dan Sirowali (tolong-menolong) di Toraja.
  2. Temukan wujud keragaman budaya dan nilai luhur yang terkandung dalam masing-masing praktik kearifan lokal tersebut.
  3. Tuliskan hasil temuanmu ke dalam tabel perbandingan yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan ketiga deskripsi tradisi di atas, temukan wujud praktik tradisi dan nilai kearifan lokal yang terkandung pada masing-masing wilayah dengan melengkapi tabel.

Ruang tabel jawaban

2. Temukan 1 contoh tradisi atau kearifan lokal lain yang berlaku di wilayah tempat tinggalmu sendiri beserta nilai kebaikan yang ada di dalamnya.

Format tabel 3 kolom: Kolom 1 (Nama Tradisi & Asal Wilayah), Kolom 2 (Wujud Praktik Budaya), Kolom 3 (Nilai Kearifan Lokal yang Ditemukan). Di bawah tabel, sediakan 3 baris bergaris untuk menuliskan 1 tradisi lokal tempat tinggal sendiri.

Kegiatan 2: Menemukan Benang Merah Kebhinekaan dalam Keragaman Budaya

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar teks studi kasus keragaman kearifan lokal
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati peta keragaman kearifan lokal nusantara: Tradisi Tiwah (Dayak Kalteng), Tradisi Peusijuek (Aceh), Tradisi Ngobeng (Palembang), dan Tradisi Hu’u/Pela Gandong (Maluku).
  2. Diskusikan bersama kelompokmu untuk menemukan persamaan nilai luhur yang menghubungkan berbagai keragaman budaya daerah tersebut dengan persatuan nasional (Bhinneka Tunggal Ika).
  3. Jawablah pertanyaan penelusuran kebhinekaan berikut berdasarkan hasil temu kelompokmu.

Pertanyaan:

1. Meskipun bentuk upacara, bahasa, dan pakaian daerah pada tradisi-tradisi tersebut berbeda-beda, temukan minimal 2 nilai kearifan lokal yang sama-sama dimiliki oleh seluruh tradisi wilayah tersebut!

2. Temukan bagaimana nilai kearifan lokal dari wilayah tempat tinggal dapat mencegah terjadinya perpecahan ketika kita bertemu teman dari suku atau budaya yang berbeda di sekolah!

Sediakan kotak jawaban bergaris (masing-masing 4 baris) untuk nomor 1 dan nomor 2.

Kegiatan 3: Bagan Penemu Budaya: Merajut Kearifan Lokal Menjadi Persatuan Bangsa

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja diagram pohon kebhinekaan
  • Alat tulis / pensil warna

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kelompokkan hasil temuan kearifan lokal wilayah tempat tinggal dan wilayah nasional yang telah dipelajari.
  2. Lengkapilah diagram 'Pohon Kebhinekaan Kearifan Lokal' dengan memetakan: Akar (Nilai Kearifan Lokal Wilayah), Batang (Sikap Kebhinekaan), dan Buah (Persatuan dan Kesatuan Bangsa).
  3. Setelah melengkapi bagan, kerjakan refleksi akhir pembelajaran pada lembar yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Temukan dan pasangkan elemen kearifan lokal ke dalam bagian bagan: (A) Saling tolong-menolong & musyawarah; (B) Menghargai perbedaan logat bahasa & adat teman; (C) Terciptanya Indonesia yang rukun, damai, dan bersatu tanpa perselisihan. Tentukan mana yang menjadi Akar, Batang, dan Buah!

2. Berdasarkan diagram yang kamu lengkapi, temukan kesimpulan: Mengapa pemahaman terhadap kearifan lokal wilayah tempat tinggal justru memperkuat keragaman budaya nasional?

Diagram visual berbentuk pohon dengan 3 kotak isian (Akar, Batang, Ranting/Buah) serta 4 baris bergaris untuk menuliskan kesimpulan di bawah diagram.

REFLEKSI

1. Kearifan lokal apa dari daerah tempat tinggalmu yang paling membuatmu bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia?

2. Setelah menemukan bahwa setiap daerah memiliki kearifan lokal yang bernilai luhur, bagaimana caramu bersikap kepada teman yang memiliki adat budaya berbeda di kelas?

3. Apa hal baru yang paling menyenangkan yang kamu temukan tentang keberagaman budaya hari ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.