LKPDPertemuan 1Bab 2Fase CSemester 1

LKPD IPAS Kelas 6: Pengantar Sistem Pernapasan: Mengapa Kita Bernapas?

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 6 dengan topik "Pengantar Sistem Pernapasan: Mengapa Kita Bernapas?". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPAS Kelas 6: Pengantar Sistem Pernapasan: Mengapa Kita Bernapas?

IPAS - Kelas 6

Bab 2 - Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPAS — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Pengantar Sistem Pernapasan: Mengapa Kita Bernapas?

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikPengantar Sistem Pernapasan: Mengapa Kita Bernapas?
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengamati dan mendeskripsikan perubahan yang terjadi pada tubuh (dada, perut, hidung) saat menarik dan membuang napas melalui kegiatan pengamatan berpasangan.
  2. Murid dapat mengidentifikasi bahwa pernapasan adalah proses vital yang melibatkan pertukaran udara di dalam tubuh manusia.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan cermat sebelum memulai.
  • Kerjakan semua kegiatan secara berurutan bersama pasanganmu.
  • Tuliskan semua hasil pengamatan dan jawabanmu dengan jelas dan lengkap.
  • Jika ada yang kurang jelas, jangan ragu untuk bertanya kepada guru.
  • Nikmati proses belajar dan temukan hal menarik tentang tubuhmu sendiri!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Ayo, Mengamati Pernapasanmu!

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Pasangan teman
  • Alat tulis
  • Tabel pengamatan (di LKPD)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah pasangan dengan teman sebangkumu.
  2. Satu orang akan bernapas, satu orang akan mengamati. Lakukan secara bergantian.
  3. Orang yang bernapas: Ambil napas dalam-dalam melalui hidung, tahan sebentar, lalu embuskan perlahan melalui mulut.
  4. Orang yang mengamati: Perhatikan dengan teliti bagian tubuh temanmu (hidung, dada, perut). Apakah ada yang bergerak? Bagaimana gerakannya?
  5. Ulangi 3-5 kali agar pengamatanmu lebih akurat.
  6. Catat hasil pengamatanmu pada tabel yang tersedia.
  7. Setelah selesai, ganti peran dan ulangi langkah yang sama.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel pengamatan pernapasan berikut berdasarkan hasil pengamatanmu!

Ruang tabel jawaban

2. Apa perbedaan yang kamu lihat pada tubuh temanmu saat menarik napas dan membuang napas?

3. Menurutmu, mengapa bagian dada dan perut bergerak saat kita bernapas?

Sediakan tabel dengan 4 kolom (Bagian Tubuh, Sebelum Bernapas, Saat Menarik Napas, Saat Membuang Napas) dan 3 baris kosong untuk Hidung, Dada, dan Perut. Untuk pertanyaan uraian, sediakan 4-5 baris kosong per pertanyaan.

Kegiatan 2: Percobaan Napas di Kaca

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Kaca kecil atau cermin saku (1 per pasangan)
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Siapkan kaca kecil atau cermin (bisa pinjam cermin saku).
  2. Pegang kaca/cermin dengan jarak sekitar 5 cm dari mulutmu.
  3. Embuskan napas perlahan ke permukaan kaca tersebut.
  4. Amati dengan teliti apa yang terjadi pada permukaan kaca.
  5. Ulangi 2-3 kali untuk memastikan pengamatanmu.
  6. Diskusikan hasil pengamatanmu dengan pasanganmu.
  7. Jawab pertanyaan-pertanyaan yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Apa yang terjadi pada permukaan kaca saat kamu embuskan napas?

2. Dari mana asal embun atau titik-titik air yang muncul di kaca? Padahal kamu hanya menghirup udara, bukan air!

3. Apa yang bisa kamu simpulkan tentang udara yang keluar dari tubuhmu?

Sediakan 4-5 baris kosong untuk setiap pertanyaan uraian agar murid dapat menuliskan jawaban dengan lengkap.

Kegiatan 3: Mari Berpikir: Mengapa Kita Harus Bernapas?

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Bacaan di LKPD
  • Alat tulis
  • Pensil warna (untuk menggambar)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca bacaan singkat berikut dengan cermat:
  2. "Setiap hari, tanpa kamu sadari, kamu bernapas sekitar 20.000 kali! Bahkan saat tidur, tubuhmu tetap bernapas. Mengapa? Karena setiap sel di tubuhmu membutuhkan oksigen (O₂) dari udara untuk menghasilkan energi. Tanpa energi ini, kamu tidak bisa berjalan, berpikir, atau bahkan berkedip. Saat tubuhmu menggunakan oksigen, dihasilkan gas karbon dioksida (CO₂) yang harus dikeluarkan. Itulah mengapa kita menarik napas (memasukkan oksigen) dan membuang napas (mengeluarkan karbon dioksida)."
  3. Diskusikan dengan pasanganmu tentang bacaan di atas.
  4. Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pengalaman dan bacaan yang kamu baca.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan bacaan dan kegiatanmu tadi, apa yang terjadi saat kita menarik napas dan apa yang terjadi saat kita membuang napas?

2. Mengapa bernapas adalah hal yang sangat penting bagi tubuh kita?

3. Coba bayangkan, apa yang akan terjadi jika kamu menahan napas selama 1 menit? Mengapa kamu merasa tidak nyaman?

4. Buatlah gambar sederhana yang menunjukkan proses udara masuk dan keluar dari tubuhmu! Beri keterangan dengan panah dan tulisan.

Ruang gambar

Sediakan 5-6 baris kosong untuk pertanyaan uraian (nomor 1-3). Untuk nomor 4, sediakan kotak gambar ukuran 10x15 cm agar murid dapat menggambar dengan leluasa.

REFLEKSI

1. Apa hal paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang pernapasan?

2. Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui bahwa kamu bernapas sekitar 20.000 kali sehari tanpa sadar?

3. Setelah belajar hari ini, apa yang bisa kamu lakukan untuk menjaga agar sistem pernapasanmu tetap sehat?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.