LKPDPertemuan 10Bab 1Fase CSemester 1

LKPD IPAS Kelas 6: Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Gangguan Maag dan Apendisitis secara Utuh serta Penilaian Presentasi Murid 13-24

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan IPAS kelas 6 dengan topik "Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Gangguan Maag dan Apendisitis secara Utuh serta Penilaian Presentasi Murid 13-24".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPAS Kelas 6: Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Gangguan Maag dan Apendisitis secara Utuh serta Penilaian Presentasi Murid 13-24

IPAS - Kelas 6

Bab 1 Pertemuan 10

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPAS — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Gangguan Maag dan Apendisitis secara Utuh serta Penilaian Presentasi Murid 13-24

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMengomunikasikan Hasil Penyelidikan Gangguan Maag dan Apendisitis secara Utuh serta Penilaian Presentasi Murid 13-24
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengomunikasikan hasil penyelidikan penyakit sistem pencernaan secara utuh yang ditunjang dengan argumen

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi kerja bersama anggota kelompokmu secara saksama.
  • Gunakan data hasil wawancara atau penyelidikan mengenai gangguan maag dan apendisitis yang telah dikumpulkan pada pertemuan sebelumnya.
  • Susun bahan komunikasi secara utuh yang mencakup fakta temuan, penjelasan logis, dan argumen penguat.
  • Sampaikan hasil penyelidikan secara bergantian di hadapan kelas atau kelompok lain dengan rasa percaya diri dan saling menghargai.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menyusun Kerangka Komunikasi Hasil Penyelidikan yang Utuh

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan hasil penyelidikan/wawancara
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Buka kembali catatan data hasil penyelidikan/wawancara kelompok mengenai penyakit maag dan apendisitis.
  2. Lengkapi kerangka komunikasi pada tabel agar penyampaian hasil penyelidikan tersaji secara utuh (memuat data penyakit, organ yang terserang, gejala/faktor pemicu, dan argumen penjelasan logisnya).

Pertanyaan:

1. Berdasarkan data penyelidikan kelompokmu, lengkapi kerangka pesan komunikasi untuk penyakit maag: sebutkan organ yang terkena, data gejala yang ditemukan, serta argumen ilmiah mengapa pola makan tidak teratur dapat memicu timbulnya rasa perih di lambung!

2. Lengkapi kerangka pesan komunikasi untuk penyakit apendisitis: sebutkan organ yang terkena, tanda utama yang diselidiki, serta argumen ilmiah mengenai hubungan antara sisa makanan keras/biji-bijian yang terperangkap dengan terjadinya peradangan usus buntu!

Tuliskan jawaban dalam format 3 bagian: (1) Organ yang diselidiki, (2) Data temuan gejala/fakta, (3) Argumen penjelasan keterkaitan.

Kegiatan 2: Mengomunikasikan Temuan Penyelidikan Melalui Presentasi

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar catatan presentasi
  • Media pajang/infografis hasil penyelidikan kelompok (jika ada)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bagi peran penyampai pesan dalam kelompok (khususnya giliran murid 13-24 yang bertugas presentasi).
  2. Komunikasikan secara lisan hasil penyelidikan gangguan pencernaan (maag dan apendisitis) secara utuh di hadapan teman-teman sesuai alur: pembuka, paparan data hasil wawancara, penyampaian argumen pendukung, dan simpulan penyelidikan.
  3. Pastikan setiap pernyataan hasil penyelidikan selalu disertai argumen alasan yang logis berdasarkan data.

Pertanyaan:

1. Sampaikan secara lisan pembukaan dan sajian data penyelidikan maag dan apendisitis secara utuh di depan kelas. Catatlah poin utama kalimat pembuka dan penyampaian data yang telah kamu komunikasikan!

2. Sampaikan argumen penguat kelompokmu untuk menjawab pertanyaan: 'Mengapa menjaga pola hidup dan kebersihan makanan menjadi alasan paling mendasar untuk mencegah maag dan apendisitis berdasarkan temuan penyelidikanmu?' Tuliskan inti argumen yang kamu kemukakan!

Catat intisari komunikasi lisan pada lembar rangkuman presentasi kelompok yang berisi: (1) Rangkuman pemaparan data lisan, (2) Kalimat argumen penguat yang dikomunikasikan.

Kegiatan 3: Mengevaluasi Keutuhan Komunikasi dan Argumen Penyelidikan

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar tabel observasi teman sejawat
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Lakukan telaah terhadap proses komunikasi hasil penyelidikan yang telah ditampilkan oleh teman atau kelompokmu.
  2. Isi tabel evaluasi keutuhan komunikasi dan kualitas argumen.
  3. Selesaikan kegiatan ini termasuk mengisi refleksi akhir pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel evaluasi komunikasi hasil penyelidikan temanmu: berikan tanda centang (V) jika aspek telah terpenuhi dan berikan catatan bukti argumen yang disampaikan!

Ruang tabel jawaban

Tabel 4 kolom: [No, Aspek Komunikasi, Status (Terpenuhi/Belum), Catatan Bukti Argumen yang Terdengar]. Kolom baris: Baris 1 Kelengkapan data maag & apendisitis; Baris 2 Keberadaan argumen logis hubungan sebab-akibat; Baris 3 Keutuhan alur dari temuan hingga simpulan.

REFLEKSI

1. Bagian mana dari hasil penyelidikan maag dan apendisitis yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu komunikasikan kepada teman-teman?

2. Bagaimana argumen logis yang kamu sampaikan membantu pendengar memahami perbedaan gangguan maag dan apendisitis secara utuh?

3. Apa hal yang ingin kamu tingkatkan agar komunikasi hasil penyelidikan berikutnya menjadi lebih meyakinkan dan jelas?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.