LKPDPertemuan 5Bab 5Fase CSemester 2

LKPD IPAS Kelas 5: Menemukan Nilai-Nilai Kearifan Lokal yang Berlaku di Wilayah Tempat Tinggal

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan IPAS kelas 5 dengan topik "Menemukan Nilai-Nilai Kearifan Lokal yang Berlaku di Wilayah Tempat Tinggal".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPAS Kelas 5: Menemukan Nilai-Nilai Kearifan Lokal yang Berlaku di Wilayah Tempat Tinggal

IPAS - Kelas 5

Bab 5 Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPAS — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menemukan Nilai-Nilai Kearifan Lokal yang Berlaku di Wilayah Tempat Tinggal

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenemukan Nilai-Nilai Kearifan Lokal yang Berlaku di Wilayah Tempat Tinggal
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah doa sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bekerjalah bersama kelompokmu dengan saling menghargai dan aktif berpendapat.
  • Cermati setiap contoh kearifan lokal yang disajikan, lalu temukan nilai luhur serta wujud keragaman budayanya sesuai petunjuk kerja.
  • Tanyakan kepada guru apabila terdapat langkah kegiatan yang belum dipahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukan Nilai Luhur Kearifan Lokal di Tempat Tinggal

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa IPAS Kelas 5
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah secara saksama 3 teks deskripsi singkat tentang praktik kearifan lokal berikut ini.
  2. Teks A (Gotong Royong Sambatan/Gugur Gunung): Tradisi warga membangun atau memperbaiki rumah tetangga secara sukarela tanpa upah demi menjaga kerukunan.
  3. Teks B (Subak/Sistem Irigasi Tradisional): Kebiasaan musyawarah pembagian air persawahan secara adil serta menjaga kelestarian mata air bersama-sama.
  4. Teks C (Hutan Larangan/Adat Pamali): Aturan adat melarang penebangan pohon sembarangan di hutan sumber air untuk menjaga mata air dan mencegah bencana longsor.
  5. Temukan nilai kearifan lokal utama (misalnya: gotong royong, keadilan, atau pelestarian alam) yang terkandung pada masing-masing teks.
  6. Tuliskan temuanmu pada tabel kerja yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan Teks A, Teks B, dan Teks C, temukan nilai kearifan lokal apa saja yang terkandung di dalam masing-masing tradisi tersebut!

Ruang tabel jawaban

2. Temukan 1 contoh kearifan lokal serupa yang masih berlaku di sekitar lingkungan tempat tinggalmu beserta nilai yang terkandung di dalamnya!

Tabel 3 baris berisi kolom: Nama Tradisi/Praktik Kearifan Lokal, Nilai Kearifan Lokal yang Ditemukan, dan Alasan Berdasarkan Teks; dilanjutkan 2 baris isian singkat untuk contoh tradisi lokal di lingkungan sekitar murid.

Kegiatan 2: Menemukan Hubungan Nilai Kearifan Lokal dengan Keragaman Budaya Nasional

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Kartu informasi keragaman budaya Nusantara
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan bersama kelompokmu bagaimana nilai-nilai kearifan lokal di berbagai daerah membentuk keragaman budaya Indonesia.
  2. Cermati daftar 4 tradisi Nusantara berikut: (1) Rambu Solo di Toraja, (2) Sedekah Laut di pesisir Jawa, (3) Tradisi Tiwah di Dayak, (4) Tradisi Seba di Baduy.
  3. Temukan persamaan nilai luhur yang mengikat tradisi-tradisi tersebut meskipun bentuk upacara dan budayanya berbeda-beda.
  4. Lengkapi tabel hubungan bentuk keragaman budaya dengan nilai pemersatu bangsa.

Pertanyaan:

1. Temukan nilai kearifan lokal yang menjadi benang merah (persamaan) di balik beragamnya tradisi penghormatan alam atau leluhur dari berbagai suku bangsa di Indonesia!

2. Lengkapilah pasangan tradisi daerah berikut dengan wujud keragaman budaya dan nilai luhur yang terkandung di dalamnya: Tradisi Sambatan (Jawa) dan Tradisi Siadadan/Marsiadapari (Batak)!

Ruang tabel jawaban

Kolom uraian singkat bergaris 3 baris untuk pertanyaan 1, dan tabel pembanding 2 kolom (Nama Tradisi Daerah vs Nilai Luhur Bersama) untuk pertanyaan 2.

Kegiatan 3: Menemukan Nilai Kebhinekaan dari Praktik Kearifan Lokal Sehari-hari

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja kelompok
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati situasi kehidupan bermasyarakat berikut: 'Di sebuah desa yang warganya berasal dari berbagai suku bangsa dan agama, warga mengadakan kegiatan bersih desa dan saling mengantarkan makanan khas daerah masing-masing saat hari besar keagamaan.'
  2. Temukan wujud keragaman budaya nasional dan nilai kearifan lokal yang tampak pada situasi tersebut.
  3. Diskusikan hasil temuan kelompok dan rumuskan kesimpulan singkat tentang mengapa nilai kearifan lokal memperkuat persatuan dalam kebhinekaan.
  4. Kerjakan kegiatan refleksi pembelajaran dan penutup bersama guru.

Pertanyaan:

1. Temukan minimal 2 wujud keragaman budaya nasional dan 2 nilai kearifan lokal yang tampak pada situasi kehidupan bermasyarakat di atas!

2. Berdasarkan temuanmu, bagaimana nilai kearifan lokal di wilayah tempat tinggal dapat menjaga keutuhan keragaman budaya nasional dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika?

Format isian terstruktur berupa 2 daftar butir (Keragaman Budaya dan Nilai Kearifan Lokal), dilanjutkan kolom kesimpulan kelompok sepanjang 3-4 baris.

REFLEKSI

1. Nilai kearifan lokal apa di sekitar tempat tinggalmu yang paling sering kamu temukan dalam kehidupan sehari-hari?

2. Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui bahwa beragam tradisi suku lain di Indonesia ternyata memiliki nilai kebaikan yang sama dengan tradisi di daerahmu?

3. Apa satu contoh sikap menghargai keragaman budaya teman yang dapat kamu terapkan mulai hari ini di kelas?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.