LKPDPertemuan 9Bab 4Fase CSemester 1

LKPD IPAS Kelas 5: Asesmen Sumatif Bab 4: Air Sumber Kehidupan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 5 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 4: Air Sumber Kehidupan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPAS Kelas 5: Asesmen Sumatif Bab 4: Air Sumber Kehidupan

IPAS - Kelas 5

Bab 4 - Pertemuan 9

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPAS — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 4: Air Sumber Kehidupan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikAsesmen Sumatif Bab 4: Air Sumber Kehidupan
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan kembali pemahaman mereka tentang tahapan siklus air (evaporasi, transpirasi, kondensasi, presipitasi, infiltrasi) secara tertulis dengan benar.
  2. Murid dapat mengusulkan solusi menjaga ketersediaan air bersih di lingkungan sekitarnya berdasarkan pemahaman tentang siklus air dan dampak aktivitas manusia.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan teliti sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan semua kegiatan secara mandiri dan jujur — ini adalah asesmen sumatif, bukan kompetisi.
  • Tulis namamu, kelas, dan tanggal di bagian atas LKPD sebelum memulai.
  • Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan kalimat lengkap saat menjawab pertanyaan uraian.
  • Jika ada kata atau instruksi yang kurang jelas, angkat tangan dan tanyakan kepada guru.
  • Kelola waktumu dengan baik: ada 3 kegiatan yang perlu diselesaikan dalam 70 menit.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Peta Perjalanan Air — Melengkapi dan Menjelaskan Siklus Air

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD dengan diagram siklus air
  • Pensil atau pulpen
  • Penggaris (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan diagram siklus air di bawah ini. Diagram tersebut menunjukkan perjalanan air dari bumi ke atmosfer dan kembali ke bumi.
  2. Pada diagram, terdapat 5 kotak berlabel huruf (A–E) yang belum terisi nama tahapannya.
  3. Tuliskan nama tahapan yang tepat (evaporasi, transpirasi, kondensasi, presipitasi, atau infiltrasi) di dalam setiap kotak sesuai posisinya pada diagram.
  4. Setelah melengkapi diagram, jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini untuk menjelaskan setiap tahapan dengan kata-katamu sendiri.
  5. Kerjakan kegiatan ini secara mandiri selama 25 menit.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel berikut berdasarkan diagram siklus air yang sudah kamu isi. Tuliskan nama tahapan, pengertiannya dengan kata-katamu sendiri, dan satu contoh yang bisa kamu temukan di kehidupan sehari-hari.

TahapanPengertian (dengan kata-katamu)Contoh di kehidupan sehari-hari
Evaporasi......
Transpirasi......
Kondensasi......
Presipitasi......
Infiltrasi......

2. Di antara kelima tahapan siklus air, menurutmu tahapan mana yang PALING PENTING bagi kehidupan makhluk hidup di darat? Jelaskan alasanmu minimal dalam 2 kalimat.

3. Bayangkan sebuah kota besar yang sebagian besar tanahnya ditutupi aspal dan beton. Tahapan siklus air mana yang akan TERGANGGU paling parah? Mengapa?

Jawab pertanyaan nomor 1 dalam format tabel 3 kolom (Tahapan | Pengertian | Contoh). Jawab pertanyaan nomor 2 dan 3 dalam bentuk paragraf singkat minimal 2 kalimat per jawaban. Tulis rapi di lembar yang tersedia.

Kegiatan 2: Detektif Air — Menganalisis Kasus Nyata Gangguan Siklus Air

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD
  • Pensil atau pulpen

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca dua kasus berikut ini dengan seksama. Bayangkan kamu adalah seorang detektif lingkungan yang bertugas menemukan penyebab masalah dan memberikan rekomendasi.
  2. Untuk setiap kasus, analisis apa yang terjadi dengan mengaitkan pada tahapan siklus air dan aktivitas manusia.
  3. Jawab semua pertanyaan yang tersedia untuk setiap kasus.
  4. Kerjakan secara mandiri selama 20 menit.

Pertanyaan:

1. KASUS 1 — Desa Kering di Musim Kemarau:
Desa Cibening dulunya memiliki banyak mata air dan sumur yang tidak pernah kering. Namun 10 tahun terakhir, sejak hutan di bukit sekitar desa ditebang dan dijadikan lahan pertanian, sumur-sumur mulai mengering lebih cepat saat musim kemarau. Warga harus membeli air bersih dengan harga mahal.

Berdasarkan kasus ini, jawablah:

  1. Tahapan siklus air mana yang paling terganggu akibat penebangan hutan? Jelaskan!
    1. Mengapa hilangnya pohon-pohon di bukit bisa menyebabkan sumur mengering?

2. KASUS 2 — Banjir Bandang di Kota:
Kota Harjamukti mengalami banjir bandang setelah hujan deras selama 3 jam. Padahal 20 tahun lalu, hujan deras sekalipun jarang menyebabkan banjir. Kini banyak lahan hijau sudah berubah menjadi perumahan dan pusat perbelanjaan. Sungai-sungai juga dipenuhi sampah.

Berdasarkan kasus ini, jawablah:

  1. Selain curah hujan yang tinggi, sebutkan 2 faktor akibat aktivitas manusia yang menyebabkan banjir di Kota Harjamukti!
    1. Bagaimana hubungan antara berkurangnya lahan hijau dengan meningkatnya risiko banjir? Jelaskan melalui konsep siklus air.

3. Dari dua kasus di atas, apa persamaan penyebab utama masalah yang terjadi? Tuliskan dalam 1–2 kalimat.

Tulis jawabanmu dalam bentuk paragraf per sub-pertanyaan (a dan b untuk setiap kasus). Gunakan kalimat lengkap. Boleh membuat poin-poin jika membantu kejelasan jawabanmu.

Kegiatan 3: Rancangan Aksi Nyata — Menjaga Air Bersih di Lingkunganku

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD
  • Pensil atau pulpen
  • Pensil warna atau spidol (opsional, untuk sketsa solusi)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang saatnya kamu menjadi agen perubahan! Pikirkan kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal atau sekolahmu.
  2. Identifikasi satu masalah nyata terkait ketersediaan atau kebersihan air yang ada di lingkunganmu.
  3. Berdasarkan pemahamanmu tentang siklus air dan dampak aktivitas manusia, rancanglah satu usulan solusi yang realistis dan bisa dilakukan oleh pelajar kelas 5.
  4. Tulis rancanganmu menggunakan format yang sudah disediakan di bawah.
  5. Kerjakan secara mandiri selama 25 menit.

Pertanyaan:

1. Identifikasi Masalah:
Sebutkan satu masalah nyata terkait air yang ada di lingkungan sekitarmu (rumah, sekolah, atau kampung). Jelaskan:

  1. Apa masalahnya?
    1. Apa penyebab utama masalah tersebut menurut kamu?
    2. Tahapan siklus air mana yang terganggu akibat masalah ini?

2. Rancangan Solusi:
Buatlah rancangan solusi untuk masalah yang kamu identifikasi. Lengkapi tabel rencana aksi berikut:

KomponenUraianmu
Nama Solusi...
Tujuan Solusi...
Langkah-langkah Pelaksanaan (min. 3 langkah)1. ... / 2. ... / 3. ...
Siapa yang Terlibat...
Kaitan dengan Siklus Air...
Tantangan yang Mungkin Dihadapi...

3. Menurutmu, jika solusimu berhasil diterapkan, apa dampak positif yang akan dirasakan oleh warga atau ekosistem di sekitar lingkunganmu? Jelaskan minimal dalam 3 kalimat.

Jawab pertanyaan nomor 1 dalam format paragraf bernomor (a, b, c). Jawab pertanyaan nomor 2 dalam format tabel 2 kolom (Komponen | Uraianmu). Jawab pertanyaan nomor 3 dalam bentuk paragraf minimal 3 kalimat. Kamu boleh menambahkan sketsa atau gambar sederhana untuk memperjelas solusimu jika mau!

REFLEKSI

1. Dari semua yang kamu pelajari di Bab 4 tentang siklus air, hal baru apa yang paling mengejutkan atau paling menarik bagimu? Mengapa?

2. Setelah memahami bagaimana aktivitas manusia bisa mengganggu siklus air, apakah ada kebiasaan sehari-harimu yang ingin kamu ubah untuk membantu menjaga ketersediaan air bersih? Ceritakan!

3. Jika kamu bisa menyampaikan satu pesan penting tentang air kepada seluruh warga di lingkunganmu, pesan apa yang ingin kamu sampaikan dan mengapa?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.