LKPDPertemuan 7Bab 3Fase CSemester 1

LKPD IPAS Kelas 5: Ketidakseimbangan Ekosistem: Penyebab dan Dampaknya

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 5 dengan topik "Ketidakseimbangan Ekosistem: Penyebab dan Dampaknya". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPAS Kelas 5: Ketidakseimbangan Ekosistem: Penyebab dan Dampaknya

IPAS - Kelas 5

Bab 3 - Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPAS — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Ketidakseimbangan Ekosistem: Penyebab dan Dampaknya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikKetidakseimbangan Ekosistem: Penyebab dan Dampaknya
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan infografis dan teks informasi, murid dapat mengidentifikasi berbagai penyebab ketidakseimbangan ekosistem (bencana alam, perubahan iklim, kepunahan spesies) beserta dampaknya.
  2. Melalui kegiatan analisis kasus (contoh: harimau Sumatra menyerang pemukiman), murid dapat menghubungkan gangguan pada komponen biotik dan abiotik dengan terjadinya ketidakseimbangan ekosistem.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan teliti sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan setiap kegiatan secara berurutan — jangan melewati satu kegiatan pun karena setiap kegiatan saling berkaitan.
  • Boleh berdiskusi dengan teman sekelompok, tetapi setiap murid menuliskan jawabannya sendiri di LKPD masing-masing.
  • Gunakan pensil terlebih dahulu saat menggambar atau mengisi tabel, agar mudah diperbaiki.
  • Jika ada kata atau kalimat yang belum kamu pahami, tandai dengan tanda tanya (?) lalu tanyakan kepada guru.
  • Kerjakan dengan jujur dan sepenuh hati — tidak ada jawaban yang salah selama kamu punya alasan yang masuk akal!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Ekosistem: Menemukan Penyebab & Dampak Ketidakseimbangan

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Infografis 'Ketidakseimbangan Ekosistem' (dari buku siswa atau yang dicetak guru)
  • Teks 'Ketidakseimbangan Ekosistem' (buku siswa hal. 64–65)
  • Pensil/pulpen berwarna untuk menandai tabel
  • LKPD ini

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati infografis 'Ketidakseimbangan Ekosistem' yang disediakan gurumu di depan kelas atau yang ada di buku siswa halaman 64–65.
  2. Baca juga teks pendek 'Ketidakseimbangan Ekosistem' yang ada di buku siswa.
  3. Bayangkan kamu adalah seorang detektif lingkungan yang bertugas menyelidiki 'kasus' gangguan ekosistem.
  4. Isi tabel investigasi di bawah ini berdasarkan informasi yang kamu temukan dari infografis dan teks.
  5. Untuk setiap penyebab, tuliskan minimal satu dampak nyata yang ditimbulkannya.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel investigasi berikut berdasarkan infografis dan teks yang kamu amati!

Tabel: Penyebab & Dampak Ketidakseimbangan Ekosistem

No.Penyebab KetidakseimbanganContoh Kejadian NyataDampak terhadap Ekosistem
1Bencana alam2Perubahan iklim
3Kepunahan spesies4Aktivitas manusia

2. Dari empat penyebab di tabel, mana yang menurutmu paling berbahaya bagi ekosistem? Beri tanda bintang (★) pada baris tersebut, lalu jelaskan alasanmu dalam 2–3 kalimat.

3. Menurutmu, apakah ketidakseimbangan ekosistem hanya berdampak pada hewan dan tumbuhan? Bagaimana dampaknya terhadap kehidupan manusia sehari-hari? Tuliskan minimal 2 contoh nyata.

Isi tabel 4 baris × 4 kolom yang tersedia. Untuk pertanyaan no. 2 dan 3, tulis jawabanmu di kotak uraian berukuran minimal 5 baris.

Kegiatan 2: Kasus Harimau Masuk Desa: Siapa yang Salah?

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil warna atau stabilo (untuk menandai gambar jaring-jaring)
  • Penggaris (untuk membuat tabel/panah yang rapi)
  • LKPD ini

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca cerita kasus berikut ini dengan seksama:
  2. --- KASUS ---
  3. Pada tahun 2021, seekor harimau Sumatra ditemukan masuk ke pemukiman warga di tepi hutan Riau. Warga ketakutan karena harimau tersebut sudah beberapa kali terlihat di dekat rumah dan kebun. Peneliti menemukan bahwa dalam 5 tahun terakhir, ratusan hektar hutan di sekitar area itu ditebang dan dijadikan perkebunan sawit. Populasi rusa dan babi hutan — makanan utama harimau — pun berkurang drastis akibat kehilangan habitat.
  4. --- AKHIR KASUS ---
  5. Gunakan pengetahuanmu tentang komponen biotik dan abiotik untuk menganalisis kasus ini.
  6. Kerjakan langkah-langkah di bawah ini secara berurutan.

Pertanyaan:

1. Gambarkan sebuah jaring-jaring makanan yang melibatkan harimau Sumatra! Sertakan juga komponen abiotik (matahari, air, tanah, udara) di gambarmu. Beri keterangan posisi setiap makhluk hidup (produsen, konsumen tingkat 1, 2, dst.).

Ruang gambar

2. Dari jaring-jaring makananmu, tandai (dengan warna atau tanda silang ✗) komponen-komponen yang TERGANGGU akibat penebangan hutan. Kemudian isi tabel analisis berikut:

Komponen yang TergangguBiotik/Abiotik?Bagaimana cara gangguannya?Apa akibatnya bagi harimau?

3. Lengkapi kalimat kesimpulan berikut berdasarkan hasil analisismu:

'Fenomena harimau Sumatra masuk ke pemukiman warga dapat terjadi karena ______. Hal ini bermula dari gangguan pada komponen ______ berupa ______, yang menyebabkan ______, sehingga harimau ______.'

4. Diskusikan bersama kelompokmu: Siapa yang paling bertanggung jawab atas kejadian ini — alam, hewan, atau manusia? Apa buktinya? Catat hasil diskusi kelompokmu di sini.

No. 1: Gambar jaring-jaring di kotak gambar berukuran 15×15 cm yang tersedia — gunakan panah untuk menunjukkan aliran energi. No. 2: Isi tabel 3 baris × 4 kolom. No. 3: Tulis isian langsung di kalimat yang tersedia. No. 4: Tulis hasil diskusi dalam 3–5 kalimat di kotak diskusi.

Kegiatan 3: Suaraku untuk Ekosistem: Membuat Pesan Aksi Nyata

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil warna / spidol (untuk Pilihan A)
  • Penggaris (opsional)
  • LKPD ini

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kamu sudah menjadi detektif ekosistem dan menganalisis kasus nyata. Sekarang saatnya bertindak!
  2. Pilih SALAH SATU dari dua pilihan produk berikut:
  3. Pilihan A: Buat 'Poster Mini' berukuran setengah halaman yang berisi 1 penyebab ketidakseimbangan ekosistem + dampaknya + 1 ajakan aksi nyata untuk teman sebayamu.
  4. Pilihan B: Tulis sebuah 'Surat Singkat' (5–7 kalimat) dari sudut pandang seekor harimau Sumatra kepada manusia, yang menceritakan apa yang dirasakannya dan apa yang ia minta.
  5. Gunakan fakta dan informasi yang sudah kamu pelajari di Kegiatan 1 dan 2.
  6. Setelah selesai, satu perwakilan kelompok membacakan atau menunjukkan hasil karyanya kepada kelas.

Pertanyaan:

1. Pilih Pilihan A atau B, lalu buat karyamu di ruang yang tersedia. Tuliskan terlebih dahulu pilihanmu: Aku memilih Pilihan ___ karena ___.

2. Setelah menyimak karya temanmu yang berbeda pilihan darimu, tuliskan: Satu hal baru yang kamu pelajari dari karya temanmu adalah ___. Hal itu membuatku berpikir bahwa ___.

Karya dibuat di kotak besar (Pilihan A: kotak gambar + teks 15×20 cm; Pilihan B: kotak tulis 10 baris). Pertanyaan no. 2 dijawab di bawah kotak karya dalam 2–3 kalimat.

REFLEKSI

1. Dari semua yang kamu pelajari hari ini, satu hal yang paling mengejutkanku adalah... karena sebelumnya aku mengira...

2. Di sekitar rumah atau sekolahku, adakah tanda-tanda ketidakseimbangan ekosistem yang mungkin sudah terjadi? Ceritakan apa yang kamu amati dan apa yang ingin kamu lakukan.

3. Jika kamu bisa mengubah SATU kebiasaan sehari-hari untuk membantu menjaga keseimbangan ekosistem, kebiasaan apa itu? Mengapa kebiasaan itu penting?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.