LKPDPertemuan 9Bab 1Fase CSemester 1

LKPD IPAS Kelas 5: Pengaruh Letak Geografis terhadap Kehidupan Agraris Indonesia

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 5 dengan topik "Pengaruh Letak Geografis terhadap Kehidupan Agraris Indonesia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPAS Kelas 5: Pengaruh Letak Geografis terhadap Kehidupan Agraris Indonesia

IPAS - Kelas 5

Bab 1 - Pertemuan 9

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPAS — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Pengaruh Letak Geografis terhadap Kehidupan Agraris Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikPengaruh Letak Geografis terhadap Kehidupan Agraris Indonesia
Alokasi Waktu70 menit
Tipe AktivitasCampuran (pengamatan, analisis data, diskusi kelompok)
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis pengaruh kondisi geografis daratan Indonesia (dataran rendah yang subur, iklim tropis) terhadap kehidupan agraris dan mata pencaharian pertanian masyarakat.
  2. Murid dapat menyimpulkan keterkaitan antara kondisi geografis Indonesia dengan keberagaman hasil pertanian dan budaya agraris masyarakat setempat.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan saksama sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan LKPD ini secara jujur dan sungguh-sungguh — tidak ada jawaban yang salah selama kamu berpikir dan memberi alasan yang baik.
  • Kegiatan 1 dikerjakan secara individu, Kegiatan 2 dikerjakan berpasangan, dan Kegiatan 3 dikerjakan dalam kelompok (3–4 orang).
  • Gunakan penggaris, pensil warna, atau spidol bila dibutuhkan untuk mewarnai peta atau mengisi tabel.
  • Jika ada kata atau istilah yang belum kamu mengerti, tandai dan tanyakan kepada gurumu.
  • Tulis namamu, kelas, dan tanggal di pojok kanan atas lembar kerja ini.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Membaca Peta, Membaca Cerita Bumi

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Peta Indonesia (cetak atau digital yang ditampilkan guru)
  • Pensil warna (opsional untuk menandai peta)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati peta Indonesia di bawah ini (atau peta yang disediakan gurumu). Perhatikan warna-warna berbeda yang menunjukkan ketinggian daratan.
  2. Perhatikan garis khatulistiwa yang melintasi Indonesia dan posisi Indonesia di antara dua samudra dan dua benua.
  3. Baca keterangan warna peta: hijau muda = dataran rendah (0–200 m), hijau tua = dataran sedang, cokelat = pegunungan/dataran tinggi.
  4. Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pengamatanmu terhadap peta.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan peta, warna apa yang paling banyak terlihat di pulau-pulau besar Indonesia seperti Sumatera, Jawa, dan Kalimantan? Apa artinya?

2. Garis khatulistiwa melewati Indonesia. Apa pengaruhnya terhadap iklim di Indonesia? Pilih satu jawaban dan beri alasanmu: (a) Indonesia memiliki 4 musim, (b) Indonesia beriklim tropis dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun, (c) Indonesia sangat kering dan panas.

3. Lengkapi tabel berikut berdasarkan pengamatanmu pada peta dan pengetahuanmu!

Ruang tabel jawaban

4. Menurutmu, mengapa Indonesia dijuluki 'Zamrud Khatulistiwa'? Jelaskan dengan kata-katamu sendiri.

Pertanyaan 1, 2, dan 4: tulis jawabanmu dalam 2–4 kalimat di kotak yang tersedia. Pertanyaan 3: salin tabel 3 kolom (Kondisi Geografis | Ciri-cirinya | Manfaat bagi Pertanian) dan isi minimal 3 baris.

Kegiatan 2: Detektif Hasil Bumi — Dari Mana Asalnya?

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku siswa IPAS Kelas 5 (sebagai referensi)
  • Kartu gambar hasil pertanian (jika disediakan guru)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan daftar hasil pertanian Indonesia di bawah ini: padi, jagung, singkong, teh, kopi, cokelat (kakao), tebu, kedelai, cabai, vanili.
  2. Bersama pasanganmu, diskusikan: tanaman mana yang menurutmu tumbuh di dataran rendah dan mana yang tumbuh di dataran tinggi?
  3. Kemudian pikirkan: kondisi geografis apa (suhu, curah hujan, kesuburan tanah) yang dibutuhkan setiap tanaman itu?
  4. Isi tabel dan jawab pertanyaan analisis berikut.

Pertanyaan:

1. Kelompokkan 6 tanaman dari daftar di atas ke dalam tabel berikut!

Ruang tabel jawaban

2. Mengapa padi bisa menjadi makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia? Hubungkan jawabanmu dengan kondisi geografis Indonesia!

3. Bayangkan kamu adalah seorang petani. Jika kamu tinggal di daerah dataran tinggi seperti Dieng (Jawa Tengah), tanaman apa yang akan kamu pilih untuk ditanam? Mengapa? Tulis alasanmu!

4. Diskusikan bersama pasanganmu: Apakah keberagaman kondisi geografis Indonesia (ada dataran rendah DAN dataran tinggi) merupakan keuntungan atau kerugian bagi pertanian Indonesia? Tuliskan 2 alasan untuk mendukung pendapatmu!

Pertanyaan 1: salin dan isi tabel 3 kolom (Nama Tanaman | Dataran Rendah/Tinggi | Kondisi yang Dibutuhkan) dengan minimal 6 baris. Pertanyaan 2, 3, dan 4: tulis jawaban dalam 3–5 kalimat di kotak yang tersedia. Tandai pendapatmu sendiri dan pendapat pasanganmu jika berbeda!

Kegiatan 3: Peta Cerita Agraris Nusantara — Kami Bangga Jadi Bangsa Tani!

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas HVS atau A4 (1 lembar per kelompok)
  • Spidol warna atau pensil warna
  • Penggaris
  • Buku siswa IPAS Kelas 5 sebagai referensi

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bergabunglah dalam kelompok 3–4 orang. Setiap kelompok akan membuat 'Peta Cerita Agraris' — sebuah karya sederhana yang menunjukkan keterkaitan antara kondisi geografis, hasil pertanian, dan budaya masyarakat petani di satu daerah Indonesia.
  2. Pilih SATU daerah dari pilihan berikut: (a) Jawa — padi dan budaya sedekah bumi, (b) Sumatera — kopi dan budaya bakar kopi Gayo, (c) Sulawesi — kakao dan festival panen, (d) Papua — sagu dan budaya bakar batu, (e) Nusa Tenggara — jagung dan tarian panen.
  3. Langkah kerja: Pertama, diskusikan kondisi geografis daerah pilihan kalian (iklim, jenis daratan, kesuburan tanah). Kedua, identifikasi hasil pertanian utama daerah tersebut. Ketiga, cari tahu satu tradisi atau budaya agraris masyarakat setempat yang berkaitan dengan pertanian.
  4. Buat 'Peta Cerita Agraris' di kertas yang disediakan dengan format: gambar sederhana peta daerah di tengah → panah ke kiri (kondisi geografis) → panah ke atas (hasil pertanian utama) → panah ke kanan (budaya/tradisi agraris). Tambahkan kalimat penjelas di setiap bagian.
  5. Presentasikan Peta Cerita Agraris kalian kepada kelompok lain dalam waktu 2–3 menit.

Pertanyaan:

1. Tuliskan kondisi geografis (minimal 2 ciri: jenis daratan dan iklim) dari daerah yang kelompokmu pilih!

2. Jelaskan bagaimana kondisi geografis daerah tersebut MEMPENGARUHI jenis hasil pertanian utamanya. Gunakan kata hubung sebab-akibat seperti 'karena', 'sehingga', 'oleh sebab itu'!

3. Apa satu tradisi atau budaya agraris yang kamu temukan dari daerah tersebut? Jelaskan makna tradisi itu bagi masyarakat setempat!

4. Setelah mendengar presentasi semua kelompok, tuliskan SATU kesimpulan yang menyatakan keterkaitan antara kondisi geografis Indonesia dengan keberagaman hasil pertanian dan budaya agraris. Gunakan data dari minimal DUA daerah yang berbeda!

Pertanyaan 1: tulis 2–3 poin singkat di kotak isian. Pertanyaan 2 dan 3: tulis dalam 3–5 kalimat di kotak uraian. Pertanyaan 4: tulis 1 paragraf kesimpulan (4–6 kalimat) di kotak khusus bertanda 'Kesimpulanku'. Peta Cerita Agraris dibuat di kertas A4 atau HVS terpisah yang disediakan guru.

REFLEKSI

1. Setelah belajar hari ini, hal baru apa yang kamu pelajari tentang hubungan antara kondisi geografis Indonesia dan kehidupan pertanian masyarakatnya? Ceritakan dengan kata-katamu sendiri!

2. Apakah di daerah tempat tinggalmu ada kegiatan pertanian atau tradisi yang berkaitan dengan hasil bumi? Bagaimana kondisi geografis daerahmu mendukung atau mempengaruhi kegiatan tersebut?

3. Jika kondisi geografis Indonesia berbeda — misalnya tanahnya tidak subur dan iklimnya kering — kira-kira apa yang akan berubah dari kehidupan masyarakat Indonesia saat ini? Jelaskan pendapatmu!

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.