LKPDPertemuan 5Bab 5Fase DSemester 2

LKPD IPA Kelas 9: Prinsip Dasar Kemagnetan dan Elektromagnet

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 9 dengan topik "Prinsip Dasar Kemagnetan dan Elektromagnet". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 9: Prinsip Dasar Kemagnetan dan Elektromagnet

IPA - Kelas 9

Bab 5 - Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Prinsip Dasar Kemagnetan dan Elektromagnet

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikPrinsip Dasar Kemagnetan dan Elektromagnet
Alokasi Waktu80 menit (2 JP)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan prinsip dasar kemagnetan, jenis-jenis magnet, sifat kutub magnet, dan medan magnet di sekitar magnet batang berdasarkan hasil pengamatan.
  2. Murid dapat menganalisis prinsip elektromagnet (kaidah tangan kanan) dan faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan elektromagnet melalui kegiatan percobaan.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan saksama sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan secara berkelompok (3-4 orang) kecuali ada instruksi khusus untuk individu.
  • Siapkan alat dan bahan yang tertera di setiap kegiatan sebelum memulai percobaan.
  • Tuliskan jawaban dengan rapi pada ruang yang disediakan. Gunakan pensil untuk menggambar pola medan magnet.
  • Jaga keselamatan kerja: jangan menghubungkan baterai terlalu lama pada rangkaian elektromagnet agar kawat tidak panas.
  • Diskusikan hasil pengamatanmu dengan teman sekelompok sebelum menuliskan kesimpulan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menyelidiki Sifat Kutub Magnet dan Pola Medan Magnet

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • 2 buah magnet batang
  • Serbuk besi
  • Kertas putih ukuran A4
  • 5 benda berbeda di sekitar kelas (peniti, klip kertas, penghapus, pensil kayu, penggaris plastik)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Letakkan magnet batang di atas meja, lalu taburkan serbuk besi secara merata di atas kertas putih yang menutupi magnet tersebut.
  2. Ketuk-ketuk kertas perlahan dan amati pola serbuk besi yang terbentuk.
  3. Gambarkan pola garis-garis gaya magnet yang kamu amati pada ruang jawaban.
  4. Dekatkan kutub utara magnet pertama dengan kutub utara magnet kedua, lalu catat apa yang terjadi.
  5. Ulangi langkah 4 dengan kutub utara dan kutub selatan. Bandingkan hasilnya.
  6. Identifikasi benda-benda di sekitarmu (minimal 5 benda), prediksi apakah benda tersebut dapat ditarik magnet, lalu buktikan dengan mendekatkan magnet.

Pertanyaan:

1. Gambarlah pola garis-garis gaya magnet yang terbentuk dari serbuk besi di sekitar magnet batang. Beri tanda arah garis gaya dan letak kutub utara (U) serta kutub selatan (S).

Ruang gambar

2. Lengkapi tabel berikut berdasarkan hasil pengamatanmu tentang interaksi kutub magnet.

Ruang tabel jawaban

3. Dari 5 benda yang kamu uji, kelompokkan mana yang bersifat feromagnetik (dapat ditarik magnet) dan mana yang tidak. Jelaskan alasannya berdasarkan jenis bahan penyusunnya.

4. Berdasarkan pengamatanmu, jelaskan mengapa garis-garis gaya magnet lebih rapat di dekat kutub dibandingkan di tengah magnet batang.

Sediakan area kosong berukuran 10×8 cm untuk menggambar pola medan magnet. Sediakan tabel 3 kolom (Interaksi Kutub | Hasil Pengamatan | Kesimpulan) dengan 4 baris. Sediakan tabel 4 kolom (No | Nama Benda | Ditarik/Tidak | Jenis Bahan) dengan 5 baris.

Kegiatan 2: Percobaan Elektromagnet: Membuat dan Menguji Kekuatannya

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Paku besi besar (10 cm)
  • Kawat tembaga berenamel (1,5 meter)
  • Baterai 1,5 V (2 buah)
  • Dudukan baterai dengan kabel penghubung
  • Klip kertas (20 buah)
  • Ampelas halus (untuk mengupas enamel ujung kawat)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Lilitkan kawat tembaga pada paku besi sebanyak 20 lilitan secara rapi (jangan tumpang tindih).
  2. Hubungkan kedua ujung kawat ke baterai 1,5 V. Dekatkan ujung paku ke klip kertas dan hitung berapa klip yang dapat ditarik.
  3. Catat hasilnya, lalu lepaskan baterai.
  4. Ulangi percobaan dengan jumlah lilitan 40 dan 60, catat hasilnya pada tabel.
  5. Ulangi percobaan dengan lilitan tetap 40, tetapi gunakan 1 baterai (1,5 V) dan 2 baterai seri (3 V). Catat hasilnya.
  6. Setelah baterai dilepas, amati apakah paku masih dapat menarik klip kertas. Catat pengamatanmu.
  7. Tentukan arah kutub utara elektromagnet menggunakan kaidah tangan kanan: genggam solenoid dengan tangan kanan, arah jari-jari menunjukkan arah arus, ibu jari menunjuk kutub utara.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel hasil percobaan pengaruh jumlah lilitan terhadap kekuatan elektromagnet (format: Jumlah Lilitan | Jumlah Klip Terangkat | Kuat/Lemah).

Ruang tabel jawaban

2. Lengkapi tabel hasil percobaan pengaruh kuat arus (jumlah baterai) terhadap kekuatan elektromagnet (format: Jumlah Baterai | Tegangan | Jumlah Klip Terangkat).

Ruang tabel jawaban

3. Berdasarkan percobaan, sebutkan minimal 2 faktor yang mempengaruhi kekuatan elektromagnet dan jelaskan hubungannya.

4. Gambarkan sebuah elektromagnet sederhana (solenoid dengan inti besi), tandai arah arus listrik dan tentukan letak kutub utara dan selatan menggunakan kaidah tangan kanan. Jelaskan caramu menentukan kutub.

Ruang gambar

5. Mengapa setelah baterai dilepas, paku tidak lagi menarik klip kertas? Apa bedanya dengan magnet permanen?

Sediakan tabel 3 kolom dan 3 baris untuk data percobaan lilitan. Sediakan tabel 3 kolom dan 2 baris untuk data percobaan arus. Sediakan area 8×6 cm untuk menggambar elektromagnet dengan label. Sediakan 5-7 baris kosong untuk jawaban uraian dan diskusi.

Kegiatan 3: Analisis Penerapan Kemagnetan dan Elektromagnet dalam Kehidupan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku teks IPA kelas 9
  • Sumber referensi tambahan (buku perpustakaan atau artikel cetak tentang penerapan elektromagnet)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bersama kelompokmu, diskusikan penerapan prinsip kemagnetan dan elektromagnet pada alat-alat dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Pilih 3 alat atau teknologi yang memanfaatkan prinsip kemagnetan/elektromagnet (contoh: bel listrik, MRI, kereta maglev, relay, crane magnet).
  3. Untuk setiap alat, analisis: (a) prinsip kerja terkait kemagnetan, (b) bagian mana yang berperan sebagai magnet/elektromagnet, (c) keuntungan penggunaan elektromagnet dibandingkan magnet permanen pada alat tersebut.
  4. Presentasikan hasil diskusi kelompok secara singkat (2-3 menit per kelompok).

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel analisis penerapan kemagnetan/elektromagnet (format: Nama Alat | Prinsip Kemagnetan yang Digunakan | Keuntungan Elektromagnet pada Alat Tersebut).

Ruang tabel jawaban

2. Menurutmu, mengapa crane di pabrik besi menggunakan elektromagnet dan bukan magnet permanen? Diskusikan minimal 2 alasan.

3. Jika kamu diminta merancang alat penyortir sampah logam sederhana menggunakan prinsip elektromagnet, jelaskan secara singkat rancangan alatmu (komponen utama, cara kerja, dan mengapa elektromagnet lebih cocok daripada magnet biasa untuk fungsi ini).

Sediakan tabel 3 kolom dan 3 baris untuk analisis alat. Sediakan 5-7 baris untuk jawaban diskusi. Sediakan area 8 baris atau kotak untuk menjelaskan rancangan alat penyortir.

REFLEKSI

1. Dari kegiatan hari ini, konsep apa yang paling mengejutkan atau menarik bagimu? Mengapa?

2. Pernahkah kamu menjumpai alat di rumah atau lingkunganmu yang menggunakan prinsip elektromagnet? Ceritakan pengalamanmu berinteraksi dengan alat tersebut.

3. Jika kamu bisa meningkatkan satu aspek dari percobaan elektromagnetmu hari ini agar hasilnya lebih baik, apa yang akan kamu ubah dan mengapa?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.