LKPDPertemuan 3Bab 5Fase DSemester 2

LKPD IPA Kelas 9: Listrik Dinamis: Arus Listrik dan Rangkaian Listrik

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 9 dengan topik "Listrik Dinamis: Arus Listrik dan Rangkaian Listrik". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 9: Listrik Dinamis: Arus Listrik dan Rangkaian Listrik

IPA - Kelas 9

Bab 5 - Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Listrik Dinamis: Arus Listrik dan Rangkaian Listrik

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikListrik Dinamis: Arus Listrik dan Rangkaian Listrik
Alokasi Waktu80 menit
Tipe AktivitasCampuran (individu, berpasangan, dan kelompok)
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan konsep arus listrik, beda potensial, dan hambatan serta menerapkan Hukum Ohm dalam perhitungan rangkaian listrik sederhana.
  2. Murid dapat merancang dan menyusun rangkaian listrik seri dan paralel secara kolaboratif, lalu menganalisis perbedaan nilai arus dan tegangan pada masing-masing jenis rangkaian.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan seksama sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan Kegiatan 1 secara individu, Kegiatan 2 berpasangan, dan Kegiatan 3 dalam kelompok (3–4 orang).
  • Gunakan pensil atau pulpen untuk mencatat hasil pengamatan dan jawaban di ruang yang disediakan.
  • Boleh berdiskusi dengan teman, tetapi pastikan setiap anggota kelompok memahami dan mencatat jawaban masing-masing.
  • Jika ada yang belum dipahami, angkat tangan dan tanyakan kepada guru — jangan malu bertanya!
  • Jaga kebersihan meja kerja dan kembalikan semua alat/bahan ke tempat semula setelah selesai.
  • Selesaikan setiap kegiatan dalam waktu yang ditentukan agar tidak tertinggal.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Listrik: Menyelidiki Hukum Ohm

Estimasi: 25 menit

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca cerita konteks berikut: Bayangkan kamu sedang memperbaiki lampu senter yang redup. Kamu penasaran: kenapa makin banyak baterai, lampu makin terang? Dan kenapa mengganti bohlam bisa membuat senter lebih hemat baterai?
  2. Sebelum menjawab, baca singkat penjelasan berikut: Arus listrik (I, satuan Ampere/A) adalah aliran muatan listrik. Beda potensial/tegangan (V, satuan Volt/V) adalah 'dorongan' yang menggerakkan muatan. Hambatan (R, satuan Ohm/Ω) adalah penghalang aliran arus. Hukum Ohm menyatakan: V = I × R.
  3. Jawab pertanyaan 1 hingga 5 secara individu di ruang yang tersedia.
  4. Untuk pertanyaan nomor 4 dan 5, gunakan rumus Hukum Ohm dan tunjukkan langkah penghitungannya secara lengkap.
  5. Setelah selesai, bandingkan jawabanmu dengan teman sebangku — apakah hasilnya sama?

Pertanyaan:

1. Perhatikan analogi ini: Air yang mengalir dalam pipa mirip dengan arus listrik. Tekanan pompa mirip dengan tegangan, dan sempitnya pipa mirip dengan hambatan. Berdasarkan analogi tersebut, apa yang akan terjadi pada aliran air jika: (a) tekanan pompa diperbesar? (b) pipa dipersempit? Hubungkan jawabanmu dengan konsep arus listrik!

2. Lengkapi tabel hubungan besaran listrik berikut berdasarkan Hukum Ohm (V = I × R):

Tegangan (V)Arus (I)Hambatan (R)
12 V2 A... Ω
... V0,5 A20 Ω
9 V... A30 Ω
24 V4 A... Ω

3. Menurutmu, mengapa kabel listrik di rumah dibuat dari tembaga (bukan kayu atau plastik)? Kaitkan jawabanmu dengan konsep hambatan listrik!

4. Sebuah setrika listrik memiliki hambatan 240 Ω dan disambungkan ke sumber tegangan 220 V. Hitunglah kuat arus yang mengalir melalui setrika tersebut! (Tunjukkan: diketahui, ditanya, rumus, dan perhitungan!)

5. Sebuah lampu LED membutuhkan arus 0,02 A agar menyala optimal. Jika hambatan LED tersebut adalah 150 Ω, berapa tegangan minimum yang harus disuplai? Apakah satu baterai AA (1,5 V) cukup? Jelaskan!

Tulis jawaban uraian dalam paragraf singkat (3–5 kalimat). Untuk soal hitungan, tulis dalam format: Diketahui → Ditanya → Rumus → Perhitungan → Kesimpulan. Untuk tabel, isi kolom yang kosong langsung di tabel yang disediakan.

Kegiatan 2: Ayo Merancang: Rangkaian Seri vs. Paralel di Atas Kertas

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Penggaris
  • Pensil dan penghapus
  • Kertas LKPD ini

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kerjakan bersama satu teman (berpasangan).
  2. Kalian akan merancang dua rangkaian listrik di atas kertas: satu rangkaian seri dan satu rangkaian paralel, masing-masing menggunakan 1 baterai 9V, 2 lampu (R1 = 3 Ω, R2 = 6 Ω), dan kabel penghubung.
  3. Langkah 1 — Gambar skema: Gambarkan skema rangkaian seri dan paralel di kotak gambar yang tersedia. Gunakan simbol standar: baterai (─┤├─), lampu/hambatan (─[ ]─), kabel (──).
  4. Langkah 2 — Hitung nilai arus dan tegangan: Gunakan rumus yang sudah kamu pelajari di Kegiatan 1 untuk menghitung nilai hambatan total, arus total, tegangan tiap komponen, dan arus tiap cabang (untuk paralel).
  5. Langkah 3 — Isi tabel perbandingan: Catat hasil perhitunganmu di tabel perbandingan yang disediakan.
  6. Langkah 4 — Diskusikan prediksi: Diskusikan dengan pasanganmu: pada rangkaian mana lampu akan menyala lebih terang? Tuliskan prediksi kalian beserta alasannya.
  7. Tulis nama dan peran masing-masing (siapa yang menggambar skema, siapa yang menghitung).

Pertanyaan:

1. Gambarlah skema rangkaian SERI (baterai 9V, R1=3Ω, R2=6Ω) dan skema rangkaian PARALEL (baterai 9V, R1=3Ω, R2=6Ω) di kotak gambar yang tersedia. Beri label setiap komponen.

Ruang gambar

2. Lengkapi tabel perbandingan berikut berdasarkan perhitunganmu (V baterai = 9V, R1 = 3Ω, R2 = 6Ω):

BesaranRangkaian SeriRangkaian Paralel
Hambatan Total (R)... Ω... Ω
Arus Total (I)... A... A
Tegangan di R1 (V1)... V... V
Tegangan di R2 (V2)... V... V
Arus di R1 (I1)... A... A
Arus di R2 (I2)... A... A

3. Berdasarkan hasil perhitunganmu, pada rangkaian SERI: (a) Apakah arus di R1 dan R2 sama atau berbeda? (b) Apakah tegangan di R1 dan R2 sama atau berbeda? Jelaskan mengapa demikian!

4. Berdasarkan hasil perhitunganmu, pada rangkaian PARALEL: (a) Apakah tegangan di R1 dan R2 sama atau berbeda? (b) Apakah arus di R1 dan R2 sama atau berbeda? Jelaskan mengapa demikian!

5. Diskusi berpasangan: Mengapa instalasi listrik di rumah menggunakan rangkaian paralel, bukan seri? Berikan minimal 2 alasan berdasarkan data yang sudah kamu hitung!

Kotak gambar tersedia untuk skema rangkaian (ukuran minimal 8×6 cm per rangkaian). Tabel diisi langsung di kolom yang tersedia. Jawaban diskusi ditulis dalam 3–5 kalimat di bawah tabel.

Kegiatan 3: Uji Nyata: Eksperimen Rangkaian dengan Komponen Sederhana

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • 2 buah LED (warna sama)
  • 1 buah baterai 9V + dudukan baterai
  • Kabel jumper / kabel penghubung (6 buah)
  • Breadboard (papan rangkaian)
  • Gunting kecil (jika diperlukan untuk memotong kabel)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok 3–4 orang. Tentukan peran: 1 orang penyusun rangkaian, 1 orang pengamat dan pencatat, 1–2 orang analis dan pelapor.
  2. Ambil alat dan bahan yang sudah disiapkan guru di meja depan.
  3. Langkah 1 — Susun Rangkaian Seri: Hubungkan baterai, LED 1, dan LED 2 secara seri sesuai skema yang sudah kamu rancang di Kegiatan 2. Amati nyala kedua LED.
  4. Langkah 2 — Catat pengamatan: Catat terang/redup nyala LED dan bandingkan dengan prediksimu di Kegiatan 2.
  5. Langkah 3 — Uji putus rangkaian seri: Lepaskan salah satu LED dari rangkaian seri. Amati apa yang terjadi pada LED yang lain. Catat hasilmu.
  6. Langkah 4 — Susun Rangkaian Paralel: Susun ulang komponen menjadi rangkaian paralel. Amati nyala kedua LED dan bandingkan dengan rangkaian seri.
  7. Langkah 5 — Uji putus rangkaian paralel: Lepaskan salah satu LED dari rangkaian paralel. Amati apa yang terjadi pada LED yang lain. Catat hasilmu.
  8. Langkah 6 — Diskusikan temuan bersama kelompok dan jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.
  9. KESELAMATAN: Jangan menyentuh kabel terbuka saat rangkaian terhubung ke baterai. Jika LED tidak menyala, cek koneksi kabel terlebih dahulu sebelum melapor ke guru.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel hasil pengamatan eksperimen berikut:

KondisiNyala LED 1Nyala LED 2Catatan Pengamatan
Rangkaian seri — normalRangkaian seri — LED 1 dilepasRangkaian paralel — normalRangkaian paralel — LED 1 dilepas

2. Apakah hasil pengamatan eksperimenmu sesuai dengan prediksi dan perhitungan di Kegiatan 2? Jika ada perbedaan, menurutmu apa penyebabnya?

3. Pada saat eksperimen rangkaian paralel, ketika satu LED dilepas, LED lain tetap menyala. Gunakan konsep arus dan tegangan untuk menjelaskan mengapa hal ini bisa terjadi!

4. Diskusi kelompok: Berdasarkan eksperimen hari ini, diskusikan bersama kelompokmu — dalam situasi apa rangkaian SERI lebih menguntungkan daripada paralel? Berikan 1 contoh nyata penggunaan rangkaian seri dalam kehidupan sehari-hari dan jelaskan alasannya!

5. Tantangan refleksi akhir: Kamu diminta merancang sistem penerangan untuk sebuah rumah sederhana dengan 3 ruangan. Rangkaian apa yang akan kamu gunakan (seri, paralel, atau kombinasi)? Gambar skema sederhana rencanamu dan berikan alasan ilmiahnya!

Ruang gambar

Tabel diisi langsung pada kolom yang disediakan. Jawaban uraian ditulis 3–5 kalimat per nomor. Untuk nomor 5, tersedia kotak gambar skema (8×8 cm) dan ruang penjelasan 5–8 kalimat di sampingnya.

REFLEKSI

1. Setelah belajar hari ini, hal baru apa yang paling menarik bagimu tentang listrik? Bagaimana hal itu menghubungkan pelajaran ini dengan benda-benda yang kamu gunakan setiap hari di rumah?

2. Ketika kamu menyusun rangkaian bersama kelompok, adakah momen di mana kalian tidak sependapat? Bagaimana cara kalian menyelesaikannya, dan apa yang kamu pelajari dari proses itu?

3. Sekarang kamu tahu bahwa instalasi listrik rumah menggunakan rangkaian paralel — apakah ada hal yang ingin kamu cari tahu lebih lanjut tentang cara kerja listrik di sekitarmu? Tuliskan satu pertanyaan yang masih membuatmu penasaran!

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.