LKPDPertemuan 3Bab 5Fase DSemester 2

LKPD IPA Kelas 9: Menganalisis Daya Listrik dan Penggunaan Energi Listrik Rumah Tangga

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan IPA kelas 9 dengan topik "Menganalisis Daya Listrik dan Penggunaan Energi Listrik Rumah Tangga".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 9: Menganalisis Daya Listrik dan Penggunaan Energi Listrik Rumah Tangga

IPA - Kelas 9

Bab 5 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Menganalisis Daya Listrik dan Penggunaan Energi Listrik Rumah Tangga

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMenganalisis Daya Listrik dan Penggunaan Energi Listrik Rumah Tangga
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis gejala kelistrikan dalam kehidupan sehari-hari

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi kerja dan pengantar fenomena dengan saksama.
  • Kerjakan secara berkelompok sesuai arahan guru untuk membedah data dan gejala kelistrikan.
  • Gunakan pemahaman sains tentang daya listrik, tegangan, dan waktu operasional untuk menganalisis setiap masalah.
  • Tuliskan hasil analisis secara teliti dan terstruktur pada format ruang jawaban yang disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Aktivitas 1: Menganalisis Gejala Tarikan Daya Alat Rumah Tangga

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Tabel spesifikasi alat listrik
  • Alat tulis
  • Kalkulator

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati tabel spesifikasi daya alat-alat listrik rumah tangga yang disajikan di bawah ini.
  2. Analisis hubungan antara daya listrik (watt), arus yang mengalir, dan perubahan besaran energi yang terjadi pada alat.
  3. Diskusikan mengapa alat dengan daya tinggi menghasilkan gejala termal (panas) yang lebih cepat dibandingkan alat berdaya rendah.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan data spesifikasi alat:

  1. Lampu LED 10 W,
  2. Kipas Angin 50 W,
  3. Setrika Listrik 350 W,
  4. Ketel Air Listrik 600 W. Analisis alat manakah yang menyerap energi listrik paling besar dalam waktu penggunaan yang sama (1 detik)? Jelaskan alasan ilmiahnya berdasarkan konsep daya listrik!

2. Lengkapilah analisis perbandingan gejala kelistrikan pada tabel berikut untuk memahami laju penyerapan energi pada tegangan rumah tangga 220 V!

Ruang tabel jawaban

Tabel analisis 4 kolom: [Nama Alat Listrik] | [Laju Penggunaan Energi (Joule per detik)] | [Besar Aliran Arus Relatif (Kecil/Sedang/Besar)] | [Gejala Fisis yang Teramati saat Bekerja].

Kegiatan 2: Aktivitas 2: Menganalisis Akumulasi Penggunaan Energi Listrik Rumah Tangga

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar profil beban listrik harian
  • Kalkulator
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pelajari studi kasus profil penggunaan listrik harian pada sebuah rumah tinggal sederhana.
  2. Hitung dan analisis besaran energi total harian (dalam satuan kilowatt-hour / kWh) menggunakan hubungan W = P x t / 1000.
  3. Analisis kontributor utama penggunaan energi listrik dan faktor pemicu besarnya pemakaian energi.

Pertanyaan:

1. Sebuah rumah menggunakan 5 lampu LED @20 W menyala 10 jam/hari, 1 kulkas 100 W bekerja 24 jam/hari, dan 1 AC pendingin 400 W bekerja 8 jam/hari. Hitung total konsumsi energi listrik per hari dalam satuan kWh, lalu analisis alat mana yang menjadi beban pemakaian energi terbesar!

2. Mengapa alat dengan daya sedang namun beroperasi terus-menerus (seperti kulkas 100 W selama 24 jam) dapat mengonsumsi energi listrik yang mendekati atau bahkan melebihi alat berdaya tinggi dengan durasi singkat (seperti setrika 350 W selama 2 jam)? Analisis faktor penentu gejala kelistrikan tersebut!

Format isian terstruktur: Bagian 1 memuat langkah matematis rincian perkalian daya dan waktu per alat beserta penjumlahan total kWh; Bagian 2 memuat paragraf narasi analisis perbandingan pengaruh daya versus durasi operasional.

Kegiatan 3: Aktivitas 3: Menganalisis Masalah Kelebihan Beban Daya Listrik

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks skenario pemakaian listrik rumah tangga
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati studi kasus tentang fenomena trip (listrik anjlok/MCB turun) pada instalasi listrik rumah.
  2. Analisis hubungan antara daya total alat yang aktif secara bersamaan dengan kapasitas batas pembatas arus (MCB) rumah tangga.
  3. Kerjakan kegiatan evaluasi dan penutupan termasuk refleksi belajar bersama guru.

Pertanyaan:

1. Sebuah rumah memiliki daya terpasang dari PLN sebesar 900 VA (tegangan 220 V, batas arus MCB sekitar 4 Ampere, daya batas aman ~900 W). Pada siang hari, pompa air (250 W) dan penanak nasi (400 W) sedang bekerja. Pemilik rumah kemudian menyalakan setrika listrik (350 W). Apa gejala fisis yang akan terjadi pada instalasi listrik rumah tersebut? Analisis secara matematis dan fisika kelistrikan!

2. Berdasarkan analisis kelistrikan pada soal nomor 1, rumuskan 2 solusi teknis penjadwalan pemakaian alat listrik di rumah tersebut agar seluruh alat dapat berfungsi tanpa melampaui kapasitas daya terpasang!

Format uraian bebas analitis yang memuat perhitungan daya total komparatif terhadap kapasitas daya batas, identifikasi mekanisme fisis MCB, dan poin-poin solusi pembagian beban daya.

REFLEKSI

1. Bagaimana konsep hubungan antara daya listrik (W) dan waktu pemakaian (t) membantumu memahami gejala lonjakan tagihan atau pembengkakan pemakaian energi listrik di rumahmu sendiri?

2. Ketika listrik di rumah mendadak padam akibat anjlok (MCB trip), analisis ilmiah apa yang sekarang langsung kamu pikirkan terkait jumlah dan besaran daya alat yang sedang aktif?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.