LKPDPertemuan 2Bab 5Fase DSemester 2

LKPD IPA Kelas 9: Menganalisis Gejala Listrik Dinamis, Arus Listrik, dan Rangkaian Listrik Sederhana

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan IPA kelas 9 dengan topik "Menganalisis Gejala Listrik Dinamis, Arus Listrik, dan Rangkaian Listrik Sederhana".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 9: Menganalisis Gejala Listrik Dinamis, Arus Listrik, dan Rangkaian Listrik Sederhana

IPA - Kelas 9

Bab 5 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Menganalisis Gejala Listrik Dinamis, Arus Listrik, dan Rangkaian Listrik Sederhana

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMenganalisis Gejala Listrik Dinamis, Arus Listrik, dan Rangkaian Listrik Sederhana
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis gejala kelistrikan dalam kehidupan sehari-hari

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah instruksi pada setiap kegiatan secara saksama bersama kelompokmu.
  • Gunakan nalar kritis dan pemahaman konsep sains untuk menganalisis setiap gejala kelistrikan yang disajikan.
  • Tuliskan hasil analisis langsung pada ruang jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Aktivitas 1: Menganalisis Syarat Mengalirnya Arus Listrik pada Fenomena Sehari-hari

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati dua skenario fenomena kelistrikan sederhana yang sering dijumpai di rumah berikut ini:
  2. Kasus A: Sebuah lampu senter menggunakan baterai baru. Sakelar dalam posisi OFF (terbuka), lampu tidak menyala. Ketika sakelar digeser ke posisi ON (tertutup), lampu langsung menyala terang.
  3. Kasus B: Sebuah pengisi daya (charger) ponsel yang kabel tembaganya di dalamnya putus total akibat terjepit pintu, namun colokan tetap terpasang ke stopkontak dinding. Ponsel tidak mengisi daya sama sekali.
  4. Diskusikan bersama kelompokmu untuk menganalisis penyebab dan prinsip aliran muatan listrik pada kedua fenomena tersebut, lalu jawab pertanyaan analisis pada ruang yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan Kasus A, analisis mengapa lampu senter hanya dapat menyala saat sakelar berada pada posisi ON (tertutup) dan tidak menyala saat posisi OFF (terbuka)? Kaitkan dengan syarat terjadinya arus listrik!

2. Berdasarkan Kasus B, analisis mengapa ponsel tidak mengisi daya meskipun adaptor terhubung ke sumber listrik bertegangan! Apa komponen syarat rangkaian yang terganggu?

Tuliskan jawaban dalam bentuk uraian paragraf analisis pada kolom teks yang disediakan untuk nomor 1 dan 2.

Kegiatan 2: Aktivitas 2: Menganalisis Perilaku Rangkaian Listrik Seri dan Paralel di Rumah

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pelajari data perbandingan dua model instalasi lampu sederhana di bawah ini:
  2. Model 1 (Rangkaian Seri): Dua lampu identik (L1 dan L2) dirangkai berurutan dalam satu cabang kawat yang sama dihubungkan ke sumber tegangan 6V.
  3. Model 2 (Rangkaian Paralel): Dua lampu identik (L1 dan L2) dirangkai bercabang sehingga masing-masing lampu terhubung langsung ke kutub-kutub sumber tegangan 6V.
  4. Lakukan analisis terhadap perbedaan nyala lampu dan konsekuensi jika salah satu lampu padam/dilepas pada kedua model tersebut dengan melengkapi tabel analisis dan menjawab pertanyaan.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel analisis perbandingan gejala rangkaian seri dan paralel berikut dengan tepat!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan hasil analisis tabel di atas, analisislah mengapa instalasi lampu penerangan di rumah-rumah dipasang secara paralel, bukan secara seri!

Isilah tabel 3 kolom (Aspek Gejala | Rangkaian Seri | Rangkaian Paralel) dengan 2 baris analisis (Tingkat Terang Lampu; Kondisi Lampu Lain jika L1 Putus), dilanjutkan uraian penjelasan alasan pemasangan instalasi rumah pada tempat yang disediakan.

Kegiatan 3: Aktivitas 3: Menganalisis Gejala Beban Lebih dan Bahaya Hubung Singkat (Korsleting)

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah studi kasus kelistrikan rumah tangga berikut:
  2. Di ruang keluarga Pak Budi, sebuah stopkontak cabang dipasangi steker T bertingkat dan digunakan sekaligus untuk menyalakan: setrika (1000 W), teko pemanas air listrik (800 W), microwave (900 W), dan rice cooker (400 W). Setelah beberapa menit, kabel stopkontak terasa sangat panas, tercium bau plastik terbakar, dan tiba-tiba sakelar MCB (Miniature Circuit Breaker) di meteran listrik rumah turun ('jeglek') sehingga seluruh aliran listrik padam.
  3. Analisislah peristiwa tersebut secara mendalam bersama teman kelompokmu dengan menjawab pertanyaan pemandu berikut.

Pertanyaan:

1. Analisislah hubungan antara banyaknya peralatan listrik berdaya besar yang dinyalakan bersamaan pada satu stopkontak dengan timbulnya panas berlebih pada kabel penghantar!

2. Analisislah fungsi pemutus sirkuit (MCB) yang otomatis memutus arus ('jeglek') saat terjadi gejala beban lebih atau hubung singkat dari sudut pandang keselamatan kelistrikan!

Tuliskan uraian analisis logis dan ilmiah untuk pertanyaan 1 dan 2 pada baris jawaban yang disediakan.

REFLEKSI

1. Setelah menganalisis rangkaian listrik dan gejalanya hari ini, konsep apa yang paling membantumu memahami cara kerja perangkat listrik di rumahmu sendiri?

2. Bahaya listrik apa di lingkungan rumahmu yang kini dapat kamu analisis dan sadari cara pencegahannya agar terhindar dari korsleting atau sengatan listrik?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.