LKPD IPA Kelas 9: Pewarisan Sifat pada Manusia dan Penyakit Keturunan
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 9 dengan topik "Pewarisan Sifat pada Manusia dan Penyakit Keturunan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD IPA Kelas 9: Pewarisan Sifat pada Manusia dan Penyakit Keturunan
IPA - Kelas 9
Bab 4 - Pertemuan 5
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) IPA — Kelas 9 (Fase D) Topik: Pewarisan Sifat pada Manusia dan Penyakit Keturunan INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Detektif Golongan Darah: Siapa Orang Tuaku?Estimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel berikut dengan genotipe yang sesuai untuk setiap golongan darah!
2. Kasus 1: Seorang ayah bergolongan darah A (heterozigot) menikah dengan ibu bergolongan darah B (heterozigot). Buatlah diagram Punnett Square dan tentukan perbandingan genotipe serta fenotipe keturunannya! 3. Kasus 2: Rina bergolongan darah O. Ayahnya bergolongan darah A dan ibunya bergolongan darah B. Apa genotipe kedua orang tua Rina? Jelaskan alasanmu! Tulis jawaban pada kotak yang tersedia. Untuk Punnett Square, gunakan tabel 2×2 yang sudah dicetak. Tulis genotipe di dalam kotak dan fenotipe serta rasio di bawah tabel. Kegiatan 2: Melacak Jejak Penyakit Keturunan: Buta Warna dan Anemia Sel SabitEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Perhatikan silsilah keluarga A (buta warna). Seorang ibu normal (carrier) menikah dengan ayah normal. Gambarkan diagram silsilah dan tentukan genotipe seluruh anggota keluarga jika mereka memiliki 1 anak laki-laki buta warna dan 1 anak perempuan normal! Ruang gambar 2. Mengapa penyakit buta warna lebih banyak diderita laki-laki daripada perempuan? Jelaskan kaitannya dengan kromosom seks! 3. Kasus anemia sel sabit: Kedua orang tua Budi adalah carrier anemia sel sabit (HbA HbS). Buatlah Punnett Square dan prediksi: (a) berapa peluang Budi menderita anemia sel sabit? (b) berapa peluang Budi menjadi carrier? 4. Diskusikan dalam kelompok: Apa perbedaan pola pewarisan penyakit terpaut kromosom X (seperti buta warna) dengan penyakit autosomal resesif (seperti anemia sel sabit)? Tuliskan minimal 3 perbedaan dalam tabel! Gambar silsilah pada kotak besar yang tersedia (gunakan simbol standar pedigree). Jawaban uraian ditulis di baris yang disediakan (minimal 3-5 kalimat). Tabel perbedaan dibuat 3 kolom: Aspek, Terpaut-X, Autosomal Resesif. Kegiatan 3: Konselor Genetika Cilik: Prediksi dan RekomendasiEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Skenario: Keluarga Pratama ingin mengetahui risiko anak mereka menderita buta warna. Pak Pratama normal, Bu Pratama memiliki ayah yang buta warna. Tentukan genotipe Bu Pratama dan prediksi peluang anak laki-laki dan perempuan mereka menderita buta warna! 2. Buatlah silsilah keluarga Pratama lengkap (3 generasi: kakek-nenek, orang tua, dan prediksi anak) dengan genotipe setiap individu! Ruang gambar 3. Sebagai konselor genetika cilik, tuliskan rekomendasi sederhana untuk Keluarga Pratama (3-5 kalimat). Apa yang perlu mereka ketahui tentang risiko keturunan mereka? Gambar silsilah 3 generasi pada area kotak besar. Tuliskan prediksi peluang dalam bentuk persentase atau rasio. Rekomendasi ditulis dalam bentuk paragraf singkat di kolom yang tersedia. REFLEKSI1. Apa hal paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang pewarisan sifat pada manusia? Mengapa hal itu menarik bagimu? 2. Coba perhatikan ciri-ciri fisikmu dan keluargamu (misalnya kemampuan menggulung lidah, cuping telinga menempel/terpisah). Menurutmu, apakah sifat-sifat tersebut juga diwariskan secara genetik? Bagaimana kamu bisa membuktikannya? 3. Jika kamu menjadi konselor genetika sungguhan di masa depan, tantangan apa yang mungkin kamu hadapi saat menyampaikan informasi risiko penyakit keturunan kepada sebuah keluarga? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.