LKPDPertemuan 4Bab 4Fase DSemester 2

LKPD IPA Kelas 9: Hukum II Mendel: Persilangan Dihibrid

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 9 dengan topik "Hukum II Mendel: Persilangan Dihibrid". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 9: Hukum II Mendel: Persilangan Dihibrid

IPA - Kelas 9

Bab 4 - Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Hukum II Mendel: Persilangan Dihibrid

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikHukum II Mendel: Persilangan Dihibrid
Alokasi Waktu80 menit (2 JP)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan bunyi Hukum II Mendel (Hukum Pemisahan Bebas) dan penerapannya dalam persilangan dihibrid.
  2. Murid dapat melakukan simulasi persilangan dihibrid menggunakan diagram Punnett untuk memprediksi rasio fenotip keturunan F2.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah semua petunjuk dengan cermat sebelum memulai setiap kegiatan.
  • Kerjakan secara berkelompok (3-4 orang) untuk kegiatan simulasi, dan individu untuk kegiatan analisis.
  • Siapkan alat tulis dan alat bahan yang diperlukan sebelum memulai.
  • Diskusikan dengan teman sekelompok dan jangan ragu bertanya kepada guru jika ada yang kurang jelas.
  • Tuliskan semua hasil pengamatan dan jawaban dengan rapi dan lengkap.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Memahami Hukum II Mendel

Estimasi: 20 menit

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah teks berikut dengan seksama:
  2. Gregor Mendel menemukan bahwa pada persilangan dengan dua sifat berbeda (dihibrid), setiap alel dapat berpasangan secara bebas dengan alel lainnya saat pembentukan gamet. Ini disebut Hukum II Mendel atau Hukum Pemisahan Bebas (Independent Assortment).
  3. Contoh: Tanaman ercis berbunga ungu batang tinggi (UUTT) disilangkan dengan berbunga putih batang pendek (uutt). F1 menghasilkan semua berbunga ungu batang tinggi (UuTt). Ketika F1 disilangkan sesamanya, F2 menghasilkan 4 macam fenotip dengan perbandingan 9:3:3:1.
  4. Amati diagram persilangan di buku siswa halaman 106.
  5. Jawab pertanyaan di bawah ini berdasarkan pemahamanmu.

Pertanyaan:

1. Tuliskan bunyi Hukum II Mendel dengan bahasamu sendiri!

2. Apa perbedaan persilangan monohibrid dan dihibrid? Berikan contoh masing-masing!

3. Pada persilangan dihibrid F2, diperoleh rasio fenotip 9:3:3:1. Apa makna angka-angka tersebut? Jelaskan untuk kasus tanaman ercis bunga ungu-putih dan batang tinggi-pendek!

Tuliskan jawaban dalam bentuk paragraf singkat (3-5 kalimat) untuk setiap pertanyaan di lembar jawaban.

Kegiatan 2: Simulasi Persilangan Dihibrid dengan Kancing

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • 4 toples/wadah bening
  • 100 kancing merah (simbol U)
  • 100 kancing putih (simbol u)
  • 100 kancing kuning (simbol T)
  • 100 kancing hijau (simbol t)
  • Kertas label untuk menandai toples
  • Lembar tabel pengamatan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Siapkan 4 toples dan kancing dengan warna berbeda sesuai yang diminta.
  2. Toples 1 dan 2 mewakili induk jantan: isi masing-masing 25 kancing merah (U) dan 25 kancing putih (u) di toples 1; 25 kancing kuning (T) dan 25 kancing hijau (t) di toples 2.
  3. Toples 3 dan 4 mewakili induk betina: isi dengan komposisi yang sama seperti toples 1 dan 2.
  4. Lakukan pengambilan kancing secara acak: ambil 1 kancing dari toples 1 dan 1 dari toples 2 (gamet jantan), lalu 1 dari toples 3 dan 1 dari toples 4 (gamet betina).
  5. Catat kombinasi genotip yang diperoleh (contoh: UuTt, UUtt, dll) pada tabel pengamatan.
  6. Kembalikan kancing ke toples masing-masing, kocok kembali.
  7. Ulangi langkah 4-6 sebanyak 16 kali.
  8. Hitung jumlah setiap fenotip yang muncul dan bandingkan dengan rasio teoritis 9:3:3:1.
  9. Diskusikan hasil dengan kelompok.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel pengamatan berikut dengan hasil simulasi kelompokmu!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan tabel, hitung jumlah dan persentase setiap fenotip yang muncul! Bandingkan dengan rasio teoritis 9:3:3:1 (atau 56,25% : 18,75% : 18,75% : 6,25%).

Ruang tabel jawaban

3. Apakah hasil simulasi kelompokmu sesuai dengan rasio teoritis Mendel? Jika ada perbedaan, mengapa hal itu bisa terjadi?

4. Apa yang terjadi jika kancing tidak dikembalikan dan dikocok setiap kali pengambilan? Bagaimana ini mempengaruhi konsep 'pemisahan bebas'?

Gunakan tabel 16 baris x 3 kolom untuk pertanyaan 1. Tabel ringkasan 4 baris x 4 kolom untuk pertanyaan 2. Tulis jawaban uraian 3-5 kalimat untuk pertanyaan 3 dan 4.

Kegiatan 3: Membuat Diagram Punnett Square Dihibrid

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil dan penghapus
  • Penggaris
  • Pensil warna (opsional, untuk membedakan fenotip)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan kasus berikut: Pada tanaman tomat, buah bulat (B) dominan terhadap lonjong (b), dan warna merah (M) dominan terhadap kuning (m).
  2. Disilangkan tanaman tomat buah bulat merah heterozigot (BbMm) dengan sesamanya (BbMm).
  3. Tugasmu: Buat diagram Punnett Square 4x4 untuk memprediksi genotip dan fenotip keturunan F2.
  4. Langkah: (1) Tentukan gamet dari masing-masing induk (BM, Bm, bM, bm), (2) Buat kotak Punnett 4x4, (3) Isi setiap kotak dengan kombinasi genotip, (4) Tentukan fenotip setiap genotip, (5) Hitung rasio fenotip.
  5. Kerjakan secara individu, lalu bandingkan hasilmu dengan teman sebangku.

Pertanyaan:

1. Gambarkan diagram Punnett Square 4x4 untuk persilangan BbMm x BbMm! Isi dengan semua kombinasi genotip yang mungkin.

Ruang gambar

2. Berdasarkan diagram Punnett, tentukan berapa banyak genotip dan fenotip berbeda yang muncul pada F2! Sebutkan masing-masing.

3. Hitunglah rasio fenotip F2! Apakah sesuai dengan Hukum II Mendel?

4. Jika seorang petani ingin mendapatkan tomat bulat merah sebanyak-banyaknya, strategi persilangan apa yang sebaiknya dilakukan? Jelaskan alasanmu!

Gambar diagram Punnett di kotak 4x4 yang sudah disediakan. Tulis jawaban uraian dalam 3-5 kalimat dengan penjelasan yang logis.

REFLEKSI

1. Apa hal paling menarik yang kamu pelajari tentang Hukum II Mendel dan persilangan dihibrid hari ini?

2. Bagaimana hasil simulasi kancing membantumu memahami konsep pemisahan bebas? Apakah ada yang mengejutkan dari hasilnya?

3. Bayangkan kamu adalah petani atau peternak. Bagaimana pemahaman tentang persilangan dihibrid bisa membantumu menghasilkan produk pertanian atau hewan ternak yang lebih baik? Berikan contoh konkret!

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.