LKPDPertemuan 3Bab 4Fase DSemester 2

LKPD IPA Kelas 9: Menganalisis Pola Pewarisan Sifat Dihibrid Berdasarkan Hukum Mendel

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan IPA kelas 9 dengan topik "Menganalisis Pola Pewarisan Sifat Dihibrid Berdasarkan Hukum Mendel".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 9: Menganalisis Pola Pewarisan Sifat Dihibrid Berdasarkan Hukum Mendel

IPA - Kelas 9

Bab 4 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Menganalisis Pola Pewarisan Sifat Dihibrid Berdasarkan Hukum Mendel

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMenganalisis Pola Pewarisan Sifat Dihibrid Berdasarkan Hukum Mendel
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis pewarisan sifat pada makhluk hidup

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dan studi kasus persilangan dengan cermat.
  • Bekerjalah secara kolaboratif dalam kelompok kecil untuk menganalisis pemisahan dan penggabungan alel secara bebas.
  • Gunakan simbol genetik standar (huruf kapital untuk alel dominan, huruf kecil untuk alel resesif).
  • Tanyakan kepada guru apabila terdapat langkah analisis yang belum dipahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Aktivitas 1: Menganalisis Pembentukan Gamet pada Persilangan Dihibrid (Hukum II Mendel)

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa IPA Kelas 9 Bab 4
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati konsep Hukum II Mendel (Asortasi Bebas) bahwa alel dari gen yang berbeda mengelompok secara bebas saat pembentukan gamet.
  2. Analisis induk tanaman ercis berbiji bulat-kuning dengan genotipe heterozigot ganda: BbKk (B = bulat, b = keriput; K = kuning, k = hijau).
  3. Tentukan kombinasi alel gamet yang terbentuk dengan memasangkan setiap alel bentuk biji (B atau b) dengan alel warna biji (K atau k).
  4. Tuliskan hasil analisis kombinasi gamet tersebut pada tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan prinsip pengelompokan alel secara bebas pada genotipe BbKk, analisislah 4 macam kombinasi gamet yang dapat dibentuk beserta probabilitas kemunculannya!

Ruang tabel jawaban

2. Analisislah apa yang akan terjadi pada variasi gamet jika gen B dan gen K tidak memisah dan tidak berpasangan secara bebas!

Tabel 4 baris: No | Pasangan Alel yang Digabungkan | Simbol Gamet | Peluang (%). Diikuti 3 baris kosong untuk uraian analisis nomor 2.

Kegiatan 2: Aktivitas 2: Menganalisis Pola Kombinasi Genotipe dan Fenotipe F2 (Diagram Punnett)

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas kerja diagram Punnett
  • Pensil/pena warna (opsional, untuk menandai fenotipe)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan persilangan sesama F1 tanaman ercis berbiji bulat kuning heterozigot: BbKk x BbKk.
  2. Lengkapi papan catur (Diagram Punnett 4x4) dengan mempertemukan gamet jantan (BK, Bk, bK, bk) dan gamet betina (BK, Bk, bK, bk).
  3. Kelompokkan 16 kombinasi genotipe yang terbentuk ke dalam 4 kelompok fenotipe: Bulat-Kuning, Bulat-Hijau, Keriput-Kuning, dan Keriput-Hijau.
  4. Hitung jumlah kemunculan masing-masing fenotipe untuk memperoleh perbandingan/rasio fenotipe F2.

Pertanyaan:

1. Lengkapi papan catur 16 kotak persilangan BbKk x BbKk dan analisislah rincian genotipe untuk masing-masing kelompok fenotipe!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan analisis tabel papan catur tersebut, tuliskan rasio fenotipe F2 yang terbentuk dari persilangan dihibrid heterozigot!

Diagram Punnett grid 4x4 (16 kotak pertemuan gamet BK, Bk, bK, bk) dan Tabel Rekapitulasi Fenotipe (Kelompok Fenotipe | Daftar Genotipe | Jumlah Kotak | Rasio).

Kegiatan 3: Aktivitas 3: Menganalisis Data Simulasi Pewarisan Dihibrid dan Menarik Kesimpulan

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Kalkulator/alat hitung
  • Lembar data simulasi

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan data hasil simulasi pengundian 64 kali pertemuan alel dihibrid acak berikut: Bulat Kuning = 37, Bulat Hijau = 11, Keriput Kuning = 12, Keriput Hijau = 4.
  2. Hitung perbandingan angka data simulasi tersebut dan bandingkan dengan rasio teoretis Hukum II Mendel (9:3:3:1 dari 64 total data teoretis adalah 36:12:12:4).
  3. Diskusikan dalam kelompok mengapa hasil simulasi nyata dapat menghasilkan sedikit perbedaan/deviasi dari angka teoretis murni.
  4. Buatlah kesimpulan komprehensif mengenai pola pewarisan sifat dua sifat beda (dihibrid).
  5. Setelah menyelesaikan aktivitas, luangkan waktu 5 menit untuk menjawab refleksi pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Analisislah kesesuaian antara data hasil percobaan simulasi (37 : 11 : 12 : 4) dengan nilai ekspektasi teoretis Mendel (36 : 12 : 12 : 4)! Apakah data tersebut masih membuktikan kebenaran Hukum Mendel?

2. Berdasarkan seluruh rangkaian aktivitas, analisislah kesimpulan utama tentang bagaimana dua sifat beda diwariskan dari induk kepada keturunannya menurut Hukum Mendel!

Tabel Perbandingan Data Pengamatan vs Teoretis (4 baris fenotipe, kolom Data Simulasi, Kolom Teoretis, Kolom Selisih) dan kolom uraian refleksi/penarikan kesimpulan (6-8 baris).

REFLEKSI

1. Langkah analisis mana yang paling membantumu memahami cara dua sifat berbeda diturunkan secara bebas bersamaan?

2. Bagaimana pemahaman tentang pewarisan dihibrid ini membantumu menyadari penyebab munculnya keberagaman kombinasi ciri fisik pada makhluk hidup di sekitarmu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.