LKPDPertemuan 7Bab 2Fase DSemester 1

LKPD IPA Kelas 9: Mengevaluasi Keputusan Menolak Bujukan Penyalahgunaan Zat Adiktif bagi Kesehatan Diri

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan IPA kelas 9 dengan topik "Mengevaluasi Keputusan Menolak Bujukan Penyalahgunaan Zat Adiktif bagi Kesehatan Diri".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 9: Mengevaluasi Keputusan Menolak Bujukan Penyalahgunaan Zat Adiktif bagi Kesehatan Diri

IPA - Kelas 9

Bab 2 Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Mengevaluasi Keputusan Menolak Bujukan Penyalahgunaan Zat Adiktif bagi Kesehatan Diri

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMengevaluasi Keputusan Menolak Bujukan Penyalahgunaan Zat Adiktif bagi Kesehatan Diri
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengevaluasi keputusan yang tepat untuk menghindari zat adiktif yang membahayakan dirinya dan lingkungan

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap skenario bujukan zat adiktif dengan saksama bersama teman sekelompokmu.
  • Fokuslah mengevaluasi pilihan keputusan penolakan yang diambil: apakah keputusan tersebut tepat, efektif melindungi kesehatan diri, dan mencegah dampak negatif bagi lingkungan sekitar.
  • Gunakan bukti ilmiah terkait bahaya zat adiktif yang telah dipelajari sebagai dasar pertimbangan penilaianmu.
  • Tuliskan hasil evaluasi dan penilaian keputusan secara mandiri dan jujur pada ruang jawaban yang disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengevaluasi Tindakan Penolakan terhadap Bujukan Merokok Elektrik/Vape

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Murid
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati skenario kasus bujukan berikut: 'Rian diajak teman kelompok belajarnya mencoba rokok elektrik (vape) rasa buah di taman sekolah dengan alasan vape bebas racun dan tidak bikin kecanduan. Rian menolak dengan berkata: Maaf teman-teman, aku tidak ikut mencoba karena cairan vape mengandung nikotin yang memicu adiksi serta zat kimia berbahaya bagi paru-paruku dan asapnya mengganggu orang lain di sekitar kita.'
  2. Evaluasi keputusan Rian berdasarkan ketepatan alasan ilmiah dan dampaknya terhadap perlindungan diri serta lingkungan.
  3. Tuliskan hasil telaah evaluasimu pada tabel evaluasi keputusan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan skenario kasus, apakah keputusan yang diambil Rian sudah tepat untuk menghindari zat adiktif bagi kesehatan diri dan lingkungannya? Tuliskan penilaianmu (Tepat / Tidak Tepat) beserta dua bukti evaluasinya!

Tuliskan jawaban dalam format 3 baris: [Penilaian Keputusan: Tepat/Tidak Tepat], [Evaluasi Dampak bagi Kesehatan Diri: ...], [Evaluasi Dampak bagi Lingkungan: ...].

Kegiatan 2: Menilai Komparasi Dua Keputusan Menghadapi Tawaran Minuman Keras/Alkohol

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Murid
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah dua keputusan berbeda dalam menghadapi situasi pesta perayaan: Skenario: 'Doni ditawari minuman beralkohol oplosan oleh sekelompok remaja di pesta kampung.'
  2. Keputusan A: Doni menerima gelas tersebut dan berpura-pura meminumnya sedikit agar tidak dijauhi teman.
  3. Keputusan B: Doni dengan tegas menolak tawaran, segera meninggalkan area tersebut, dan mengajak temannya beralih ke minuman jus buah yang sehat.
  4. Bandingkan dan evaluasi kedua keputusan tersebut berdasarkan risiko bahaya zat adiktif bagi kesehatan organ dan ketertiban lingkungan.

Pertanyaan:

1. Bandingkan Keputusan A dan Keputusan B. Evaluasilah keputusan mana yang tidak tepat dan keputusan mana yang tepat untuk menghindari bahaya zat adiktif, serta jelaskan alasannya!

Ruang tabel jawaban

2. Jika Keputusan A tetap diambil, evaluasilah apa akibat buruk jangka panjang yang dapat mengancam kesehatan diri dan membahayakan lingkungan masyarakat!

Isilah tabel 3 kolom: Kolom 1 (Opsi Keputusan), Kolom 2 (Status: Tepat/Tidak Tepat), Kolom 3 (Alasan Evaluasi Risiko Diri & Lingkungan). Di bawah tabel, jawab pertanyaan nomor 2 dalam bentuk 1 paragraf ringkas.

Kegiatan 3: Mengevaluasi dan Menetapkan Keputusan Solutif Menolak Obat Penenang Tanpa Resep

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Murid
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati skenario permasalahan: 'Menjelang ujian akhir, Bagas merasa sangat cemas dan sulit tidur. Seorang kenalan menawarkan tablet obat penenang (psikotropika) tanpa resep dokter dan berkata obat itu bisa membuat pikiran tenang dalam sekejap.'
  2. Evaluasi usulan keputusan berikut: 'Bagas langsung meminum setengah dosis obat penenang tersebut karena merasa dosis kecil aman.'
  3. Tetapkan keputusan perbaikan yang paling tepat dan aman untuk diambil Bagas, sertakan alasan evaluatif mengapa keputusan alternatifmu lebih melindungi diri dan lingkungan.

Pertanyaan:

1. Evaluasilah usulan keputusan Bagas yang meminum setengah dosis obat penenang tanpa resep dokter: mengapa keputusan tersebut keliru dan membahayakan?

2. Tetapkan satu formulasi keputusan terbaik yang seharusnya diambil Bagas untuk menghindari zat adiktif tersebut, lalu jelaskan mengapa keputusanmu dinilai paling tepat!

Tuliskan hasil evaluasi pada kotak yang disediakan: Kotak 1 untuk Evaluasi Kesalahan Keputusan Awal, Kotak 2 untuk Keputusan Perbaikan yang Tepat beserta Alasan Evaluasinya.

REFLEKSI

1. Setelah mengevaluasi berbagai keputusan penolakan zat adiktif hari ini, kriteria apa yang menurutmu paling utama dalam menentukan apakah suatu keputusan menolak bujukan sudah tepat dan tegas?

2. Bagaimana evaluasi keputusan yang kamu pelajari hari ini membantumu tetap berani dan teguh menolak zat adiktif demi menjaga kesehatan diri dan kebaikan lingkungan sekitar?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.