LKPDPertemuan 5Bab 2Fase DSemester 1

LKPD IPA Kelas 9: Mengevaluasi Keputusan Pemilihan Bahan Pengganti Zat Aditif yang Aman bagi Tubuh

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan IPA kelas 9 dengan topik "Mengevaluasi Keputusan Pemilihan Bahan Pengganti Zat Aditif yang Aman bagi Tubuh".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 9: Mengevaluasi Keputusan Pemilihan Bahan Pengganti Zat Aditif yang Aman bagi Tubuh

IPA - Kelas 9

Bab 2 Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Mengevaluasi Keputusan Pemilihan Bahan Pengganti Zat Aditif yang Aman bagi Tubuh

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMengevaluasi Keputusan Pemilihan Bahan Pengganti Zat Aditif yang Aman bagi Tubuh
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengevaluasi keputusan yang tepat untuk menghindari zat aditif yang membahayakan dirinya dan lingkungan

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap studi kasus dan informasi bahan aditif dengan saksama bersama kelompokmu.
  • Fokuskan penilaianmu pada pertimbangan dampak terhadap kesehatan tubuh dan kelestarian lingkungan.
  • Tuliskan hasil evaluasi keputusan serta alternatif tindakan yang paling tepat pada lembar kerja yang disediakan.
  • Diskusikan argumen pendukung berdasarkan bukti ilmiah yang relevan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengevaluasi Keputusan Penggunaan Bahan Tambahan pada Makanan Kantin

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja peserta didik
  • Alat tulis
  • Teks studi kasus kantin sekolah

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati narasi kasus: Pengelola kantin memutuskan mengganti pewarna daun suji/pandan dengan pewarna sintetis non-pangan (Rhodamin B) serta memakai pengawet boraks agar jajanan lebih mencolok, awet seminggu, dan murah.
  2. Evaluasilah apakah keputusan pengelola kantin tersebut tepat atau tidak tepat bagi kesehatan tubuh konsumen dan lingkungan.
  3. Berikan penilaian kritis mengenai dampak keputusan tersebut dan putuskan pengganti alami yang tepat.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan narasi kasus di atas, evaluasilah apakah keputusan pengelola kantin menggunakan pewarna sintetis non-pangan dan boraks sudah tepat untuk kesehatan tubuh murid? Jelaskan alasan evaluasimu!

2. Evaluasilah keputusan alternatif berikut: Pengelola kantin memutuskan kembali menggunakan daun pandan/suji untuk pewarna dan pembekuan (freezer) sebagai pengawet fisik alami. Apakah keputusan alternatif ini tepat untuk menjaga kesehatan tubuh sekaligus meminimalkan limbah berbahaya bagi lingkungan? Jelaskan pertimbangannya!

Tuliskan jawaban evaluasi pada kolom uraian teks terstruktur yang mencakup: (1) Pernyataan evaluasi (Tepat/Tidak Tepat) dan (2) Alasan ilmiah terkait dampak bagi tubuh dan lingkungan.

Kegiatan 2: Evaluasi Komparatif Keputusan Pemilihan Bahan Aditif Pengganti

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Format tabel evaluasi
  • Buku Siswa IPA Bab 2

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan tabel perbandingan 3 skenario keputusan pemilihan zat aditif di bawah ini.
  2. Evaluasilah setiap keputusan dengan menentukan status ketepatan (Tepat / Tidak Tepat) dan sertakan alasan evaluasinya terhadap tubuh dan lingkungan.
  3. Lengkapi seluruh baris tabel yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel evaluasi keputusan pemilihan bahan aditif berikut:

  • Kasus A: Produsen minuman mengganti gula tebu alami sepenuhnya dengan siklamat dan sakarin melebihi batas ADI (Acceptable Daily Intake) untuk menekan biaya produksi.
  • Kasus B: Penjual bakso mengganti penguat rasa MSG sintetis berlebih dengan kaldu jamur dan ekstrak rempah-rempah alami.
  • Kasus C: Industri rumahan mengganti kemasan/pengawet alami dengan senyawa pengawet sintetis berlebih yang limbah pencuciannya langsung dibuang ke parit/sungai warga.
Ruang tabel jawaban

Isi tabel 3 kolom: Kolom 1 (Kasus), Kolom 2 (Status Evaluasi: Tepat / Tidak Tepat), Kolom 3 (Alasan Evaluasi bagi Tubuh & Lingkungan).

Kegiatan 3: Menimbang Keputusan Konsumsi Pribadi untuk Perlindungan Diri dan Lingkungan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar refleksi dan diskusi murid

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bayangkan kamu memiliki uang saku dan dihadapkan pada dua pilihan jajanan di sekitar sekolah:
  2. Pilihan 1: Minuman bersoda warna neon mencolok berpengawet sintetis tinggi dengan kemasan plastik sekali pakai.
  3. Pilihan 2: Sari buah jeruk murni tanpa pemanis sintetis dengan sedotan bambu/tanpa wadah sekali pakai.
  4. Evaluasilah keputusan mana yang paling tepat kamu ambil untuk menghindari bahaya zat aditif bagi tubuhmu dan menjaga lingkungan, lalu rumuskan dasar keputusannya secara logis.

Pertanyaan:

1. Pilihan keputusan mana yang kamu ambil (Pilihan 1 atau Pilihan 2)? Evaluasilah mengapa keputusan tersebut paling tepat untuk menghindari zat aditif yang membahayakan tubuh dan lingkunganmu!

2. Jika temanmu memutuskan untuk tetap sering mengonsumsi jajanan dengan pewarna dan pengawet sintetis berlebih karena alasan rasa dan kemasan menarik, evaluasilah apa kelemahan dari keputusan temanmu tersebut!

Tuliskan hasil evaluasi keputusan dan refleksi tindakan dalam 2 paragraf analitis pada lembar kerja.

REFLEKSI

1. Bagaimana caramu menguji apakah keputusan membeli suatu makanan/minuman sudah tepat demi melindungi kesehatan tubuhmu dari bahaya zat aditif?

2. Pertimbangan lingkungan apa yang kini mulai kamu perhatikan saat mengevaluasi bahan pangan yang kamu pilih setiap hari?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.