LKPDPertemuan 9Bab 1Fase DSemester 1

LKPD IPA Kelas 9: Homeostasis: Mekanisme Pengaturan Kadar Gula Darah oleh Hormon Insulin dan Glukagon

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 9 dengan topik "Homeostasis: Mekanisme Pengaturan Kadar Gula Darah oleh Hormon Insulin dan Glukagon". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 9: Homeostasis: Mekanisme Pengaturan Kadar Gula Darah oleh Hormon Insulin dan Glukagon

IPA - Kelas 9

Bab 1 - Pertemuan 9

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Homeostasis: Mekanisme Pengaturan Kadar Gula Darah oleh Hormon Insulin dan Glukagon

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikHomeostasis: Mekanisme Pengaturan Kadar Gula Darah oleh Hormon Insulin dan Glukagon
Alokasi Waktu80 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis mekanisme umpan balik (feedback) dalam pengaturan kadar gula darah oleh hormon insulin dan glukagon yang dihasilkan pankreas.
  2. Murid dapat mengidentifikasi pertanyaan ilmiah tentang gangguan pengaturan gula darah dan membuat prediksi dampaknya terhadap kondisi tubuh.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan cermat sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan secara berkelompok (3-4 orang) kecuali ada instruksi khusus untuk individu.
  • Gunakan pensil atau pulpen warna berbeda saat menggambar diagram agar lebih mudah dipahami.
  • Diskusikan jawaban bersama kelompokmu, lalu tuliskan kesimpulan yang disepakati.
  • Jangan ragu bertanya kepada guru jika ada instruksi yang belum dipahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Simulasi Naik-Turunnya Gula Darah: Cerita Si Andi

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis (pensil, pulpen, penghapus)
  • Pensil warna atau spidol minimal 2 warna
  • Penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah skenario berikut dengan saksama:
  2. Skenario: Andi baru saja makan sepiring nasi goreng dan minum teh manis saat makan siang. Satu jam kemudian, kadar gula darahnya naik dari 90 mg/dL menjadi 140 mg/dL. Tiga jam setelah makan, Andi belum makan lagi karena sibuk mengerjakan tugas, dan kadar gula darahnya turun menjadi 70 mg/dL.
  3. Berdasarkan skenario tersebut, lengkapi tabel mekanisme umpan balik di bawah ini.
  4. Setelah mengisi tabel, gambarlah diagram alur (flowchart) sederhana yang menunjukkan siklus umpan balik pengaturan gula darah. Gunakan panah untuk menunjukkan hubungan sebab-akibat.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel berikut berdasarkan skenario Andi! (Kolom: Kondisi | Kadar Gula Darah | Hormon yang Dilepaskan | Sumber Hormon | Efek pada Tubuh)

Ruang tabel jawaban

2. Gambarlah diagram alur (flowchart) mekanisme umpan balik negatif pengaturan gula darah. Mulailah dari kotak 'Kadar gula darah normal (90 mg/dL)' di tengah, lalu buat dua cabang: satu untuk kondisi gula darah naik dan satu untuk kondisi gula darah turun. Gunakan panah dan beri label pada setiap langkah.

Ruang gambar

3. Mengapa mekanisme ini disebut 'umpan balik negatif'? Jelaskan dengan bahasamu sendiri berdasarkan diagram yang telah kamu buat.

Tabel disediakan dengan 5 kolom (Kondisi, Kadar Gula Darah, Hormon yang Dilepaskan, Sumber Hormon, Efek pada Tubuh) dan 2 baris kosong. Di bawah tabel tersedia kotak kosong berukuran setengah halaman untuk menggambar flowchart.

Kegiatan 2: Detektif Gula Darah: Mengidentifikasi Pertanyaan Ilmiah

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Teks informasi pada LKPD ini

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah informasi singkat berikut tentang gangguan pengaturan gula darah:
  2. Info 1: Diabetes melitus tipe 1 terjadi karena sel beta pankreas rusak sehingga insulin tidak diproduksi.
  3. Info 2: Diabetes melitus tipe 2 terjadi karena sel-sel tubuh kurang sensitif terhadap insulin meskipun insulin tetap diproduksi.
  4. Info 3: Hipoglikemia adalah kondisi kadar gula darah sangat rendah (di bawah 70 mg/dL) yang bisa menyebabkan pusing, lemas, bahkan pingsan.
  5. Dari informasi di atas, kerjakan tugas berikut secara berdiskusi dalam kelompok.

Pertanyaan:

1. Rumuskan minimal 2 pertanyaan ilmiah yang dapat diselidiki terkait gangguan pengaturan gula darah. Pertanyaan ilmiah harus spesifik, dapat diuji atau dijawab melalui data/penyelidikan, dan mengandung variabel yang jelas. Tuliskan pertanyaanmu di kolom kiri tabel, lalu di kolom kanan tuliskan alasan mengapa pertanyaan itu bersifat ilmiah.

Ruang tabel jawaban

2. Pilihlah SATU dari pertanyaan ilmiah yang telah kalian rumuskan. Buatlah prediksi (hipotesis) tentang apa yang akan terjadi pada tubuh jika gangguan pengaturan gula darah tersebut berlangsung dalam jangka panjang. Gunakan format: 'Jika ... maka ... karena ...'

3. Diskusikan dalam kelompok: Apa perbedaan antara pertanyaan sehari-hari biasa dan pertanyaan ilmiah? Berikan masing-masing 1 contoh terkait topik gula darah.

Tabel 2 kolom (Pertanyaan Ilmiah | Alasan Bersifat Ilmiah) dengan 3 baris kosong. Di bawahnya disediakan ruang uraian 8-10 baris untuk prediksi dan 5 baris untuk hasil diskusi.

Kegiatan 3: Role Play Mini: Aku Si Insulin, Kamu Si Glukagon!

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Kartu peran sederhana (bisa dibuat dari kertas lipat bertuliskan nama peran)
  • Teks skenario pada LKPD ini

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini adalah simulasi peran untuk memperdalam pemahaman tentang kerja insulin dan glukagon secara kolaboratif dan menyenangkan.
  2. Bagi kelompok menjadi peran berikut: 1 orang sebagai Pankreas (pemberi perintah), 1 orang sebagai Insulin, 1 orang sebagai Glukagon, dan 1 orang sebagai Narator/Pencatat.
  3. Narator membacakan 3 skenario di bawah ini satu per satu. Setelah setiap skenario dibacakan, anggota kelompok harus merespons sesuai peran masing-masing.
  4. Skenario A: 'Kamu baru saja makan kue ulang tahun 2 potong. Kadar gula darahmu naik tinggi!'
  5. Skenario B: 'Kamu berpuasa sejak pagi dan sekarang sudah jam 12 siang. Kadar gula darahmu rendah.'
  6. Skenario C: 'Kamu makan siang dengan porsi seimbang (nasi, sayur, lauk, buah). Kadar gula darah sedikit naik.'
  7. Setelah simulasi selesai, setiap anggota mencatat respons di tabel dan menjawab pertanyaan reflektif.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel respons simulasi! (Kolom: Skenario | Siapa yang Aktif (Insulin/Glukagon/Keduanya) | Apa yang Dilakukan Hormon Tersebut | Hasil Akhir pada Kadar Gula Darah)

Ruang tabel jawaban

2. Menurut pengamatanmu selama simulasi, apa yang terjadi jika hormon insulin tidak berfungsi sama sekali saat Skenario A? Tuliskan prediksimu.

3. Dari kegiatan role play ini, menurutmu mengapa tubuh membutuhkan DUA hormon yang bekerja berlawanan (insulin dan glukagon) untuk mengatur gula darah? Mengapa tidak cukup satu saja?

Tabel 4 kolom (Skenario, Hormon Aktif, Aksi Hormon, Hasil Akhir) dengan 3 baris. Di bawahnya ruang uraian masing-masing 5-6 baris untuk pertanyaan 2 dan 3.

REFLEKSI

1. Setelah mengerjakan seluruh kegiatan hari ini, coba ingat kembali: kapan terakhir kali kamu merasa lemas atau pusing setelah lama tidak makan? Hubungkan pengalamanmu itu dengan mekanisme glukagon yang telah kamu pelajari.

2. Jika kamu memiliki anggota keluarga atau kenalan yang menderita diabetes, hal baru apa dari pelajaran hari ini yang membantumu lebih memahami kondisi mereka?

3. Apa satu hal paling penting yang ingin kamu ingat tentang cara tubuhmu menjaga keseimbangan gula darah, dan bagaimana pengetahuan ini bisa membantumu menjaga pola makan sehari-hari?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.