LKPDPertemuan 8Bab 1Fase DSemester 1

LKPD IPA Kelas 9: Melakukan Penyelidikan Respons Tubuh terhadap Rangsangan Menggunakan Alat Bantu Pengukuran

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan IPA kelas 9 dengan topik "Melakukan Penyelidikan Respons Tubuh terhadap Rangsangan Menggunakan Alat Bantu Pengukuran".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 9: Melakukan Penyelidikan Respons Tubuh terhadap Rangsangan Menggunakan Alat Bantu Pengukuran

IPA - Kelas 9

Bab 1 Pertemuan 8

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Melakukan Penyelidikan Respons Tubuh terhadap Rangsangan Menggunakan Alat Bantu Pengukuran

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMelakukan Penyelidikan Respons Tubuh terhadap Rangsangan Menggunakan Alat Bantu Pengukuran
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Merencanakan dan melakukan langkah-langkah operasional penyelidikan respons tubuh terhadap rangsangan menggunakan alat bantu pengukuran

PETUNJUK UMUM

  • Bentuk kelompok kerja yang beranggotakan 4-5 murid secara tertib.
  • Bacalah instruksi pada tiap kegiatan dengan saksama sebelum memulai.
  • Gunakan alat bantu pengukuran (penggaris 30 cm dan stopwatch) secara teliti, hati-hati, dan bertanggung jawab.
  • Catat setiap rancangan langkah kerja dan data hasil uji coba langsung pada format yang telah disediakan.
  • Diskusikan pembagian peran di kelompok agar seluruh anggota terlibat aktif dalam merencanakan dan melakukan penyelidikan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Merumuskan Variabel dan Rancangan Langkah Penyelidikan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Penggaris panjang 30 cm
  • Alat tulis
  • Lembar kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati fenomena respons tubuh: ketika melihat benda jatuh secara tiba-tiba, tangan berusaha menangkapnya (kecepatan tanggap/waktu respons).
  2. Tentukan alat bantu pengukuran yang tepat untuk mengukur jarak tangkap benda jatuh (penggaris 30 cm) dan waktu respons (stopwatch bila diperlukan).
  3. Rancang variabel penyelidikan (variabel bebas, terikat, dan kontrol) untuk menguji apakah ada perbedaan respons tangkap antara tangan dominan (biasa menulis) dan tangan non-dominan.
  4. Susun urutan langkah operasional penyelidikan secara rinci dan logis agar dapat diuji secara ilmiah.

Pertanyaan:

1. Tentukan variabel bebas, variabel terikat, dan 2 variabel kontrol dalam rencana penyelidikan kecepatan tanggap menangkap penggaris!

Ruang tabel jawaban

2. Susunlah 4 langkah operasional yang terurut dan jelas untuk mengukur respons tangkap tubuh menggunakan alat bantu mistar/penggaris!

Format isian tabel identifikasi variabel (Kolom: Jenis Variabel, Keterangan Pengukuran) dan daftar nomor 1 sampai 4 untuk penulisan rincian langkah operasional.

Kegiatan 2: Melakukan Langkah Operasional dan Mengumpulkan Data Pengukuran

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Penggaris 30 cm (bahan mika kaku atau kayu/besi)
  • Tabel data pengukuran

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Terapkan langkah-langkah operasional yang telah disusun pada Kegiatan 1 bersama rekan kelompok secara bergantian.
  2. Lakukan pengukuran respons tangkap menggunakan penggaris 30 cm sebanyak 3 kali pengulangan untuk tangan dominan dan 3 kali pengulangan untuk tangan non-dominan guna menjamin keakuratan data.
  3. Pastikan posisi mata sejajar dengan angka mistar saat membaca skala hasil penangkapan (hindari kesalahan paralaks).
  4. Tuliskan angka skala sentimeter (cm) yang ditangkap ke dalam tabel pengamatan yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Lakukan penyelidikan sesuai rancangan operasional dan catat hasil pengukuran jatuhnya penggaris (dalam satuan cm) untuk 1 orang perwakilan kelompok pada tabel berikut!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan data operasional yang diperoleh, bagaimana perbandingan respons tubuh antara tangan dominan dan tangan non-dominan? Hubungkan dengan nilai angka pengukuran mistar!

Tabel data pengukuran dengan format kolom: Tangan yang Diuji, Percobaan 1 (cm), Percobaan 2 (cm), Percobaan 3 (cm), Rata-rata (cm); serta 3 baris kosong untuk uraian analisis perbandingan angka pengukuran.

Kegiatan 3: Evaluasi Prosedur Operasional dan Pengendalian Kekeliruan Pengukuran

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Hasil data Kegiatan 2

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Tinjau kembali seluruh prosedur penyelidikan yang telah kamu lakukan bersama kelompok.
  2. Identifikasi potensi kekeliruan atau ketidaktelitian yang sempat muncul selama mengoperasikan alat ukur penggaris saat menangkap benda jatuh.
  3. Rumuskan perbaikan langkah kerja operasional agar penyelidikan berikutnya menghasilkan data yang jauh lebih akurat dan objektif.
  4. Kerjakan bagian evaluasi dan lanjutkan dengan refleksi akhir pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Sebutkan 2 potensi kekeliruan atau ketidaktelitian yang dapat terjadi saat melakukan langkah pengukuran respons tangkap menggunakan mistar!

2. Bagaimana langkah operasional perbaikan yang harus dirancang untuk mengatasi potensi kekeliruan tersebut pada penyelidikan berikutnya?

Area uraian teks terbagi 2 bagian nomor untuk penulisan potensi kekeliruan dan rencana perbaikan operasional.

REFLEKSI

1. Apa tantangan utama yang kamu hadapi saat merancang langkah kerja agar pengukuran respons tubuh berjalan objektif dan akurat?

2. Bagaimana peran pengulangan pengukuran (sebanyak 3 kali) membantumu meyakini keabsahan data respons tubuh yang kamu peroleh?

3. Keterampilan penting apa dalam menggunakan alat ukur yang paling kamu rasakan manfaatnya selama kegiatan penyelidikan hari ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.