LKPDPertemuan 8Bab 1Fase DSemester 1

LKPD IPA Kelas 9: Eksperimen Homeostasis: Efek Suhu terhadap Keringat dan Warna Urine sebagai Indikator Keseimbangan Cairan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 9 dengan topik "Eksperimen Homeostasis: Efek Suhu terhadap Keringat dan Warna Urine sebagai Indikator Keseimbangan Cairan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 9: Eksperimen Homeostasis: Efek Suhu terhadap Keringat dan Warna Urine sebagai Indikator Keseimbangan Cairan

IPA - Kelas 9

Bab 1 - Pertemuan 8

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Eksperimen Homeostasis: Efek Suhu terhadap Keringat dan Warna Urine sebagai Indikator Keseimbangan Cairan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikEksperimen Homeostasis: Efek Suhu terhadap Keringat dan Warna Urine sebagai Indikator Keseimbangan Cairan
Alokasi Waktu80 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat melakukan pengamatan dan pencatatan efek perubahan suhu terhadap produksi keringat sebagai bukti mekanisme pengaturan suhu tubuh.
  2. Murid dapat mendokumentasikan dan menganalisis warna urine sebagai indikator keseimbangan cairan tubuh serta menghubungkannya dengan konsep homeostasis.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan cermat sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan LKPD ini bersama kelompokmu (3–4 orang per kelompok). Pastikan setiap anggota mendapat giliran berperan aktif.
  • Catat semua hasil pengamatan dengan jujur — data yang 'kurang sempurna' tetap berharga untuk didiskusikan!
  • Gunakan bahasa ilmiah yang kamu ketahui, namun jangan takut menuliskan pengamatanmu dengan kata-katamu sendiri.
  • Patuhi aturan keselamatan: minum air yang cukup selama kegiatan, segera istirahat jika merasa pusing atau tidak nyaman.
  • Seluruh kegiatan dirancang untuk 80 menit. Pantau waktu agar semua kegiatan dapat diselesaikan.
  • Tunjukkan kepada gurumu sebelum memulai Kegiatan 1 untuk memastikan kondisi kamu siap melakukan aktivitas fisik ringan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Ayo Selidiki: Keringat di Dua Kondisi Suhu

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Stopwatch atau jam tangan
  • Termometer ruangan
  • Handuk kecil
  • Air minum (minimal 250 ml per murid)
  • Timbangan badan (opsional)
  • Ruangan sejuk (ber-AC atau teduh) dan ruangan/tempat panas (terbuka atau hangat)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuk kelompok 3–4 orang. Tentukan satu orang sebagai 'subjek' yang melakukan aktivitas fisik, satu orang sebagai pencatat data, dan yang lain sebagai pengamat.
  2. Sebelum mulai, ukur dan catat suhu ruangan sejuk menggunakan termometer ruangan. Timbang berat badan subjek jika timbangan tersedia.
  3. Subjek melakukan aktivitas fisik ringan (lompat di tempat atau jalan cepat) selama 10 menit di ruangan sejuk.
  4. Setelah aktivitas di ruangan sejuk: amati dan catat jumlah keringat pada subjek (sedikit / sedang / banyak) berdasarkan basahnya pakaian atau kulit. Timbang berat badan kembali jika memungkinkan.
  5. Istirahatkan subjek selama 10–15 menit sambil minum 100 ml air. Kemudian pindah ke ruangan panas atau tempat yang lebih hangat (misalnya di bawah sinar matahari langsung atau dekat kipas tanpa angin).
  6. Setelah 5 menit adaptasi, ukur suhu ruangan panas. Ulangi aktivitas fisik yang sama selama 10 menit.
  7. Setelah aktivitas di ruangan panas: catat jumlah keringat dan timbang berat badan kembali jika memungkinkan.
  8. Masukkan semua data ke tabel pengamatan pada Pertanyaan 1 di bawah ini.
  9. Diskusikan pertanyaan analisis bersama kelompokmu.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel data pengamatan berikut berdasarkan hasil eksperimenmu!

Ruang tabel jawaban

2. Bandingkan jumlah keringat pada kondisi ruangan sejuk dan panas. Apa perbedaan yang kamu amati? Mengapa perbedaan itu terjadi?

3. Jika kamu melihat selisih berat badan sebelum dan sesudah aktivitas, apa yang menyebabkan perubahan berat badan tersebut? Apa hubungannya dengan cairan tubuh?

4. Gambarkan secara sederhana mekanisme pengaturan suhu tubuh (termoregulasi) saat kamu berada di lingkungan panas! Gunakan kotak di bawah ini dan sertakan kata kunci: hipotalamus, kelenjar keringat, penguapan, suhu tubuh normal.

Ruang gambar

Pertanyaan 1: isi tabel 7 kolom (Kondisi Ruangan | Suhu Ruangan °C | Waktu Aktivitas menit | Jenis Aktivitas | Jumlah Keringat | Berat Badan Sebelum kg | Berat Badan Setelah kg) dengan 2 baris data (Sejuk dan Panas). Pertanyaan 2–3: tulis uraian minimal 3 kalimat per jawaban. Pertanyaan 4: buat diagram/bagan di kotak kosong berukuran 10×8 cm yang disediakan.

Kegiatan 2: Detektif Cairan Tubuh: Membaca Warna Urine

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Kartu atau lembar skala warna urine (disediakan guru atau dicetak bersama LKPD)
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini bersifat observasi dan analisis — tidak perlu mengumpulkan sampel urine asli. Kamu akan menggunakan kartu warna urine (disediakan guru) atau gambar skala warna urine yang ada di LKPD ini.
  2. Baca deskripsi kondisi tubuh pada setiap skenario di Pertanyaan 1, lalu cocokkan dengan warna urine yang paling mungkin menggunakan skala warna 1–8 di bawah ini.
  3. Skala Warna Urine: (1) Hampir bening — sangat terhidrasi; (2) Kuning pucat — terhidrasi baik; (3) Kuning terang — terhidrasi cukup; (4) Kuning sedang — mulai kurang minum; (5) Kuning tua — kurang cairan; (6) Jingga kecokelatan — dehidrasi; (7) Cokelat — dehidrasi berat; (8) Sangat gelap/cokelat pekat — butuh pertolongan medis.
  4. Setelah mencocokkan skenario, jawab pertanyaan analisis secara individu terlebih dahulu, lalu diskusikan dengan kelompokmu.
  5. Tuliskan kesimpulan kelompok di kolom yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Cocokkan setiap skenario berikut dengan nomor warna urine (1–8) yang paling tepat, lalu jelaskan alasanmu!

Skenario A: Budi baru saja minum 3 gelas air putih dan belum berolahraga.
Skenario B: Sari baru selesai lari 5 km di bawah terik matahari dan belum minum sama sekali selama 2 jam.
Skenario C: Andi minum air secukupnya setiap hari namun jarang minum saat sekolah.
Skenario D: Dina habis demam selama 2 hari dengan sedikit minum cairan.

Ruang tabel jawaban

2. Mengapa warna urine bisa digunakan sebagai indikator keseimbangan cairan tubuh? Jelaskan hubungan antara kadar air dalam tubuh, fungsi ginjal, dan kepekatan urine!

3. Hubungkan hasil Kegiatan 1 (eksperimen keringat) dengan Kegiatan 2 ini: jika seseorang banyak berkeringat di ruangan panas tetapi tidak minum air pengganti, apa yang kemungkinan terjadi pada warna urinenya beberapa jam kemudian? Jelaskan menggunakan konsep homeostasis!

4. Berdasarkan pemahamanmu, tuliskan 3 kebiasaan sehari-hari yang dapat membantu menjaga warna urine tetap di kisaran nomor 2–3 (terhidrasi baik)!

Pertanyaan 1: isi tabel 3 kolom (Skenario | Nomor Warna Urine | Alasan) dengan 4 baris. Pertanyaan 2: tulis uraian minimal 4 kalimat. Pertanyaan 3: tulis hasil diskusi kelompok minimal 5 kalimat, sertakan kata kunci 'homeostasis' dan 'ginjal'. Pertanyaan 4: tulis 3 poin singkat dalam bentuk daftar bernomor.

Kegiatan 3: Menyusun Bukti: Homeostasis dalam Aksi

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Catatan hasil Kegiatan 1 dan 2
  • Alat tulis
  • Kertas tempel/sticky note (opsional untuk presentasi kelas)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ini adalah kegiatan sintesis — kamu akan menggabungkan temuan dari Kegiatan 1 dan 2 untuk membuat 'Kartu Bukti Homeostasis' kelompokmu.
  2. Diskusikan bersama kelompok: apa saja bukti dari kedua kegiatan yang menunjukkan bahwa tubuh secara aktif menjaga keseimbangannya (homeostasis)?
  3. Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut secara berurutan. Gunakan data nyata yang kamu catat di Kegiatan 1 dan analisis di Kegiatan 2 sebagai pendukung argumenmu.
  4. Di akhir kegiatan, setiap kelompok menyiapkan 1–2 kalimat kesimpulan untuk dibagikan kepada kelas (bisa lisan atau dituliskan di papan/kertas tempel).

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel 'Bukti Homeostasis' berikut berdasarkan dua kegiatan yang telah kamu lakukan!

Kolom yang perlu diisi: (a) Perubahan yang Terjadi pada Tubuh, (b) Mekanisme Homeostasis yang Bekerja, (c) Organ/Sistem yang Terlibat, (d) Bukti dari Eksperimenmu.

Ruang tabel jawaban

2. Dengan menggunakan data dari Kegiatan 1 dan 2, tuliskan sebuah argumen ilmiah singkat (minimal 5 kalimat) yang menjawab pertanyaan berikut: 'Bagaimana tubuh manusia membuktikan bahwa ia mampu menjaga keseimbangan internal (homeostasis) saat menghadapi perubahan suhu lingkungan?'

3. Menurutmu, apa yang akan terjadi jika mekanisme homeostasis tubuh tidak berfungsi dengan baik? Berikan satu contoh gangguan kesehatan yang berhubungan dengan kegagalan termoregulasi atau keseimbangan cairan, dan jelaskan gejalanya!

Pertanyaan 1: isi tabel 4 kolom (Perubahan yang Terjadi | Mekanisme Homeostasis | Organ/Sistem Terlibat | Bukti dari Eksperimen) dengan minimal 2 baris. Pertanyaan 2: tulis argumen ilmiah dalam paragraf minimal 5 kalimat, tandai klaim dan buktinya. Pertanyaan 3: tulis hasil diskusi kelompok dalam 4–6 kalimat, sertakan nama gangguan dan gejalanya.

REFLEKSI

1. Setelah melakukan dua eksperimen hari ini, bagaimana perasaanmu ketika menyadari bahwa tubuhmu bekerja keras menjaga keseimbangan setiap saat — bahkan saat kamu tidur? Tuliskan satu hal baru yang kamu pelajari tentang tubuhmu sendiri.

2. Apakah ada kebiasaan harianmu yang perlu diubah setelah memahami hubungan antara keringat, warna urine, dan homeostasis? Jelaskan perubahan konkret apa yang ingin kamu lakukan mulai besok.

3. Bayangkan kamu adalah seorang dokter yang harus menjelaskan pentingnya minum air cukup kepada seorang atlet muda. Gunakan konsep homeostasis yang kamu pelajari hari ini untuk membuat penjelasan singkat yang mudah dipahami — tuliskan dalam 3–4 kalimat.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.