LKPDPertemuan 5Bab 1Fase DSemester 1

LKPD IPA Kelas 9: Menganalisis Kelainan atau Gangguan pada Sistem Organ Koordinasi

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan IPA kelas 9 dengan topik "Menganalisis Kelainan atau Gangguan pada Sistem Organ Koordinasi".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 9: Menganalisis Kelainan atau Gangguan pada Sistem Organ Koordinasi

IPA - Kelas 9

Bab 1 Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Menganalisis Kelainan atau Gangguan pada Sistem Organ Koordinasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMenganalisis Kelainan atau Gangguan pada Sistem Organ Koordinasi
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ koordinasi dan homeostasis

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap pengantar kasus dan stimulus klinis dengan cermat secara mandiri atau bersama kelompok.
  • Gunakan pengetahuan mengenai sistem saraf, sistem endokrin (hormon), dan prinsip homeostasis tubuh untuk menganalisis akar masalah serta dampaknya.
  • Jawablah seluruh pertanyaan pada format lembar kerja yang telah disediakan secara runut dan jelas.
  • Diskusikan hasil analisis bersama teman kelompokmu sebelum menyepakati jawaban akhir.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Aktivitas 1: Menganalisis Kasus Gangguan Sistem Saraf

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa IPA Kelas 9 Bab 1
  • Alat tulis
  • Lembar Kerja Peserta Didik

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi kasus gangguan sistem koordinasi saraf berikut:
  2. Kasus A: Kakek Danu (68 tahun) mengalami tremor (gemetar tidak terkendali) pada kedua tangan saat beristirahat, langkah kakinya menjadi kaku dan terseret, serta kesulitan memulai gerakan. Dokter mendiagnosis adanya penurunan produksi neurotransmiter dopamin akibat degenerasi sel saraf di otak tengah.
  3. Kasus B: Sinta (14 tahun) sering menghabiskan waktu hingga 6 jam setiap malam untuk bermain media sosial tanpa henti (doom scrolling). Beberapa pekan terakhir, ia mengeluhkan sulit berkonsentrasi belajar, mudah cemas, sakit kepala berulang, dan siklus tidurnya sangat kacau.
  4. Analisis komponen organ yang terdampak, mekanisme gangguan, serta dampaknya terhadap koordinasi tubuh dengan mengisi tabel analisis yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan Kasus A, analisislah jenis kelainan yang dialami Kakek Danu, bagian sistem saraf yang mengalami gangguan, serta bagaimana penurunan neurotransmiter tersebut menyebabkan hilangnya kendali gerak tubuh!

2. Berdasarkan Kasus B, analisislah keterkaitan antara kebiasaan paparan gawai berlebihan dengan gangguan fungsi sistem koordinasi saraf dan pola istirahat tubuh!

Tuliskan jawaban dalam bentuk paragraf analisis terstruktur pada kolom uraian yang disediakan di lembar kerja masing-masing kasus.

Kegiatan 2: Aktivitas 2: Menganalisis Disregulasi Hormonal dan Kegagalan Homeostasis

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa IPA Kelas 9
  • Tabel analisis fisiologis
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pelajari data rekam fisiologis dua pasien berikut:
  2. Pasien 1 (Rian, 15 tahun): Sering buang air kecil dalam volume sangat banyak (hingga 8 liter per hari), selalu merasa haus luar biasa, tubuh lemas, namun kadar glukosa dalam darah dan urine dinyatakan normal.
  3. Pasien 2 (Maya, 15 tahun): Mengalami detak jantung berdegup sangat cepat bahkan saat duduk santai, penurunan berat badan drastis meskipun porsi makan meningkat, suhu tubuh sering terasa panas, dan kedua mata tampak agak menonjol.
  4. Analisis hubungan antara kelenjar endokrin, jenis hormon, dan kegagalan mekanisme homeostasis pada tabel yang telah disediakan.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah analisis perbandingan gangguan homeostasis Pasien 1 dan Pasien 2 ke dalam format tabel analisis meliputi: (a) Nama kelainan/penyakit, (b) Kelenjar endokrin yang bermasalah, (c) Hormon yang mengalami ketidakseimbangan (defisiensi/berlebih), dan (d) Bentuk kegagalan homeostasis yang terjadi!

Ruang tabel jawaban

2. Mengapa defisiensi hormon ADH pada Pasien 1 mengakibatkan rasa haus yang terus-menerus dan volume urine yang melimpah? Analisislah jalur umpan baliknya!

Lengkapi tabel 5 kolom (Nama Pasien, Nama Gangguan, Kelenjar Endokrin, Ketidakseimbangan Hormon, Kegagalan Homeostasis) dan tuliskan uraian mekanisme umpan balik pada kotak penjelasan di bawah tabel.

Kegiatan 3: Aktivitas 3: Analisis Komparatif Dampak Sistemik dan Penarikan Solusi

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas plano/lembar kerja LKPD
  • Spidol/alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan bersama kelompokmu mengenai hubungan timbal balik antara sistem saraf dan sistem endokrin saat tubuh mengalami stres berkepanjangan.
  2. Analisislah bagaimana stres emosional dapat memicu gangguan fisik ganda (pada saraf dan hormon) yang merusak homeostasis tubuh.
  3. Sajikan hasil analisis komparatif dalam bentuk peta alur sebab-akibat yang menunjukkan titik awal gangguan hingga dampak pada organ homeostasis tubuh.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan telaah biologis, analisislah bagaimana kondisi stres berat yang berkepanjangan mengaktifkan sistem koordinasi (saraf simpatik dan hormon kortisol/adrenalin) serta bagaimana kondisi tersebut merusak homeostasis organ tubuh manusia!

2. Simpulkan perbedaan mendasar antara mekanisme terjadinya gangguan yang bersumber dari sistem saraf dibandingkan gangguan yang bersumber dari sistem hormon dalam memengaruhi homeostasis tubuh!

Tuliskan bagan alur hubungan sebab-akibat stres terhadap homeostasis pada lembar kerja dan lengkapi paragraf kesimpulan komparatif pada kolom kesimpulan.

REFLEKSI

1. Setelah menganalisis berbagai gangguan pada sistem koordinasi dan homeostasis, pemahaman baru apa yang kamu dapatkan mengenai keterkaitan antara kebiasaan sehari-hari (seperti waktu tidur dan penggunaan gawai) dengan kesehatan sistem sarafmu?

2. Bagian analisis mana yang paling menantang bagimu saat menghubungkan peran hormon dengan kegagalan menjaga keseimbangan cairan atau metabolisme tubuh?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.