LKPDPertemuan 11Bab 1Fase DSemester 1

LKPD IPA Kelas 9: Menjelaskan Pola atau Hubungan pada Data Hasil Penyelidikan Homeostasis Tubuh Manusia

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan IPA kelas 9 dengan topik "Menjelaskan Pola atau Hubungan pada Data Hasil Penyelidikan Homeostasis Tubuh Manusia".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 9: Menjelaskan Pola atau Hubungan pada Data Hasil Penyelidikan Homeostasis Tubuh Manusia

IPA - Kelas 9

Bab 1 Pertemuan 11

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Menjelaskan Pola atau Hubungan pada Data Hasil Penyelidikan Homeostasis Tubuh Manusia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMenjelaskan Pola atau Hubungan pada Data Hasil Penyelidikan Homeostasis Tubuh Manusia
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menjelaskan pola atau hubungan pada data hasil penyelidikan homeostasis tubuh manusia

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dan sajian data hasil penyelidikan dengan saksama.
  • Bekerjalah secara mandiri atau bersama rekan kelompok sesuai arahan guru.
  • Fokuskan perhatian pada perubahan angka data untuk menemukan arah keteraturan (pola) dan keterkaitan antarvariabel (hubungan).
  • Tuliskan penjelasan pola atau hubungan data pada format ruang jawaban yang telah disediakan secara cermat dan jelas.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukan Pola Data Respon Suhu Tubuh dan Keringat

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Tabel data penyelidikan homeostasis suhu tubuh
  • Alat tulis/pulpen

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati tabel data hasil pengukuran suhu permukaan kulit dan laju produksi keringat pada seseorang selama aktivitas fisik bertahap berikut: Menit ke-0 (Istirahat): Suhu 36,6 °C, Keringat 5 mL/jam; Menit ke-10 (Jalan Santai): Suhu 36,9 °C, Keringat 25 mL/jam; Menit ke-20 (Lari Sedang): Suhu 37,2 °C, Keringat 60 mL/jam; Menit ke-30 (Lari Cepat): Suhu 37,4 °C, Keringat 110 mL/jam; Menit ke-40 (Pendinginan): Suhu 36,8 °C, Keringat 40 mL/jam.
  2. Amati arah kenaikan atau penurunan nilai pada kedua variabel tersebut dari awal hingga akhir aktivitas.
  3. Jelaskan pola perubahan nilai suhu dan produksi keringat secara berurutan sesuai pertanyaan yang diberikan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan data penyelidikan di atas, jelaskan pola perubahan laju produksi keringat dari menit ke-0 hingga menit ke-40 seiring berjalannya aktivitas fisik!

2. Jelaskan hubungan antara peningkatan suhu permukaan kulit dengan laju produksi keringat berdasarkan data tersebut!

Tuliskan jawaban dalam bentuk uraian teks 2-3 kalimat pada lembar kerja bergaris yang disediakan di bawah tabel data.

Kegiatan 2: Menjelaskan Hubungan Antarvariabel pada Data Regulasi Detak Jantung dan Pernapasan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar tabel data penyelidikan detak jantung dan pernapasan
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pelajari data tabel penyelidikan frekuensi detak jantung dan frekuensi napas pada 3 kondisi aktivitas berikut: Kondisi A (Duduk tenang): Detak jantung 72 kali/menit, Frekuensi napas 16 kali/menit; Kondisi B (Jalan cepat 5 menit): Detak jantung 98 kali/menit, Frekuensi napas 24 kali/menit; Kondisi C (Lompat tali 5 menit): Detak jantung 136 kali/menit, Frekuensi napas 36 kali/menit.
  2. Bandingkan nilai pada kedua variabel pada setiap perubahan kondisi aktivitas.
  3. Lengkapi tabel identifikasi pola dan tuliskan penjelasan hubungan antarvariabelnya pada ruang jawaban.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan data ketiga kondisi aktivitas tersebut, jelaskan pola keteraturan perubahan yang terjadi pada frekuensi detak jantung dan frekuensi napas!

Ruang tabel jawaban

2. Jelaskan hubungan keterkaitan antara frekuensi detak jantung dengan frekuensi napas berdasarkan data penyelidikan tersebut!

Untuk Pertanyaan 1, isi tabel 3 kolom: [Variabel Penyelidikan | Nilai Data Awal ke Akhir | Pola Perubahan (Naik/Turun/Tetap)]. Untuk Pertanyaan 2, tulis uraian penjelasan hubungan di bawah tabel.

Kegiatan 3: Menganalisis Hubungan Waktu dan Pemulihan Kadar Glukosa Darah

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Data linimasa kadar glukosa darah
  • Buku catatan/lembar kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati grafik/tabel linimasa kadar glukosa darah pascakonsumsi makanan manis pada orang sehat: Waktu 0 menit: 90 mg/dL; Waktu 30 menit: 145 mg/dL; Waktu 60 menit: 130 mg/dL; Waktu 90 menit: 105 mg/dL; Waktu 120 menit: 92 mg/dL.
  2. Diskusikan bersama teman sebangku pola kenaikan dan penurunan kadar glukosa darah terhadap rentang waktu yang diamati.
  3. Jelaskan pola dinamika data tersebut serta hubungan rentang waktu pemulihan dengan kestabilan homeostasis tubuh manusia.

Pertanyaan:

1. Jelaskan pola perubahan kadar glukosa darah dari menit ke-0 hingga menit ke-120 berdasarkan data penyelidikan tersebut!

2. Jelaskan hubungan antara pertambahan waktu setelah titik puncak (menit ke-30 sampai 120) dengan tingkat kestabilan kadar glukosa darah pada mekanisme homeostasis!

Tuliskan hasil diskusi pada kolom analisis data berukuran setengah halaman yang disediakan, mencakup deskripsi pola angka dan penjelasan hubungan antarwaktu.

REFLEKSI

1. Bagaimana caramu menentukan apakah dua variabel dalam data penyelidikan homeostasis memiliki pola yang saling berhubungan berbanding lurus atau berbanding terbalik?

2. Bagian pembacaan data mana yang paling menantang bagimu saat menjelaskan pola angka pada tabel penyelidikan tubuh tadi?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.