LKPDPertemuan 10Bab 1Fase DSemester 1

LKPD IPA Kelas 9: Gangguan Sistem Koordinasi dan Homeostasis: Identifikasi, Penyebab, dan Pencegahan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 9 dengan topik "Gangguan Sistem Koordinasi dan Homeostasis: Identifikasi, Penyebab, dan Pencegahan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 9: Gangguan Sistem Koordinasi dan Homeostasis: Identifikasi, Penyebab, dan Pencegahan

IPA - Kelas 9

Bab 1 - Pertemuan 10

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Gangguan Sistem Koordinasi dan Homeostasis: Identifikasi, Penyebab, dan Pencegahan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikGangguan Sistem Koordinasi dan Homeostasis: Identifikasi, Penyebab, dan Pencegahan
Alokasi Waktu80 menit (2 JP)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi gangguan atau kelainan yang terjadi akibat ketidakseimbangan sistem koordinasi dan homeostasis (seperti diabetes melitus, stroke, hipertiroid, dan dehidrasi).
  2. Murid dapat mengevaluasi penyebab gangguan sistem koordinasi dan homeostasis serta merancang upaya pencegahannya dalam kehidupan sehari-hari.

PETUNJUK UMUM

  • 1. Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan teliti sebelum memulai.
  • 2. LKPD ini terdiri dari 3 kegiatan yang saling berhubungan. Kerjakan sesuai urutan.
  • 3. Bekerjalah dalam kelompok kecil (3-4 orang) agar diskusi lebih hidup dan saling melengkapi.
  • 4. Siapkan alat tulis, buku catatan, dan modal semangat ingin tahu yang tinggi!
  • 5. Jangan ragu bertanya kepada guru jika ada instruksi yang kurang jelas.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Tubuh: Mengidentifikasi Gangguan

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Kartu Kasus (disiapkan guru) berisi 4 cerita singkat pasien dengan data: Diabetes Melitus, Stroke, Hipertiroid, Dehidrasi.
  • Alat tulis, kertas HVS atau buku catatan.

Petunjuk Pengerjaan:

  1. 1. Setiap kelompok akan menerima empat ‘Kartu Kasus’ berisi gejala dan data pasien (Diabetes Melitus, Stroke, Hipertiroid, Dehidrasi).
  2. 2. Amati setiap kartu dengan saksama. Diskusikan dengan anggota kelompok: gejala apa yang muncul? Sistem koordinasi atau homeostasis apa yang terganggu?
  3. 3. Lengkapi tabel identifikasi yang tersedia berdasarkan hasil diskusi.
  4. 4. Setelah tabel terisi, setiap kelompok menyiapkan satu perwakilan untuk mempresentasikan singkat satu kasus pilihan dan alasan identifikasinya.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel berikut berdasarkan Kartu Kasus yang kamu terima. Tuliskan nama gangguan, gejala utama, sistem tubuh yang terganggu, dan bagian dari mekanisme homeostasis atau sistem koordinasi yang tidak seimbang.

Ruang tabel jawaban

Buatlah tabel dengan 5 kolom: No, Nama Gangguan, Gejala Utama, Sistem yang Terganggu, Ketidakseimbangan yang Terjadi. Isilah berdasarkan hasil diskusi kelompok.

Kegiatan 2: Misteri Penyebab: Mengevaluasi Faktor Risiko

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas A3 atau kertas HVS, spidol warna, pensil.
  • Informasi dari Kegiatan 1.

Petunjuk Pengerjaan:

  1. 1. Masih bersama kelompok, pilih satu gangguan dari kegiatan sebelumnya yang paling menarik menurut kalian.
  2. 2. Gunakan diagram tulang ikan (fishbone) atau peta pikiran untuk menggali penyebab gangguan tersebut. Kategorikan penyebab: a) Gaya hidup, b) Lingkungan, c) Genetik / kondisi medis, d) Faktor lain yang relevan.
  3. 3. Diskusikan sejauh mana setiap penyebab berkontribusi dan mana yang paling bisa dicegah. Tuliskan evaluasi singkat di bawah diagram.
  4. 4. Satu anggota kelompok akan berbagi hasil analisis secara lisan di depan kelompok lain (sharing gallery) tanpa presentasi formal, sehingga semua saling belajar.

Pertanyaan:

1. Buatlah diagram penyebab gangguan yang dipilih. Kemudian evaluasi: faktor apa yang paling besar pengaruhnya dan mengapa? Faktor mana yang paling mungkin diubah oleh remaja seperti kita?

Gambarlah diagram tulang ikan atau peta pikiran pada selembar kertas. Di bawahnya tuliskan evaluasi singkat dalam 3-5 kalimat. Pastikan tulisan terbaca dan logis.

Kegiatan 3: Rancang Pencegahanku: Poster Aksi Sehat

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas A3/karton manila, spidol, krayon, gunting, lem, majalah/koran bekas untuk kolase (opsional).
  • Stiker bintang kecil untuk voting galeri.

Petunjuk Pengerjaan:

  1. 1. Berdasarkan evaluasi penyebab pada Kegiatan 2, rancanglah sebuah poster aksi pencegahan untuk satu gangguan sistem koordinasi/homeostasis.
  2. 2. Poster harus memuat: (a) Nama gangguan dan ancaman singkat, (b) 3 langkah pencegahan utama yang realistis dilakukan sehari-hari oleh remaja, (c) ilustrasi atau ikon pendukung yang menarik.
  3. 3. Buat poster pada kertas yang disediakan. Kalian boleh menggambar manual atau menyusun dari potongan gambar/koran bekas (kolase).
  4. 4. Pajang poster di dinding kelas. Setiap kelompok berkeliling melihat karya kelompok lain dan memberikan satu bintang atau stiker untuk poster favorit (selain milik sendiri).

Pertanyaan:

1. Rancanglah poster pencegahan. Jelaskan secara lisan saat sesi galeri: mengapa kamu memilih langkah-langkah pencegahan tersebut dan bagaimana remaja bisa memulainya dari sekarang?

Ruang gambar

Poster dibuat pada kertas A3 atau selembar karton manila. Sertakan judul besar, poin pencegahan dengan kalimat singkat, dan gambar/ilustrasi berwarna.

REFLEKSI

1. 1. Setelah mempelajari gangguan sistem koordinasi dan homeostasis, bagian mana yang paling mengejutkan atau baru bagimu? Mengapa?

2. 2. Dari kegiatan hari ini, kebiasaan apa dalam keseharianmu yang mungkin perlu diubah agar sistem koordinasi dan homeostasismu tetap seimbang? Tuliskan satu komitmen kecil.

3. 3. Bagaimana perasaanmu saat berdiskusi dan membuat poster bersama teman? Ceritakan satu momen kerja sama yang paling berkesan.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.