LKPDPertemuan 10Bab 1Fase DSemester 1

LKPD IPA Kelas 9: Mengolah Data Hasil Penyelidikan Homeostasis Keseimbangan Cairan Tubuh dalam Bentuk Tabel dan Model

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan IPA kelas 9 dengan topik "Mengolah Data Hasil Penyelidikan Homeostasis Keseimbangan Cairan Tubuh dalam Bentuk Tabel dan Model".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 9: Mengolah Data Hasil Penyelidikan Homeostasis Keseimbangan Cairan Tubuh dalam Bentuk Tabel dan Model

IPA - Kelas 9

Bab 1 Pertemuan 10

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Mengolah Data Hasil Penyelidikan Homeostasis Keseimbangan Cairan Tubuh dalam Bentuk Tabel dan Model

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMengolah Data Hasil Penyelidikan Homeostasis Keseimbangan Cairan Tubuh dalam Bentuk Tabel dan Model
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengolah data hasil penyelidikan homeostasis tubuh dalam bentuk tabel dan model

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dan data penyelidikan yang disajikan dengan saksama.
  • Kerjakan tugas secara berkelompok atau mandiri sesuai instruksi guru.
  • Fokuslah pada keterampilan mengolah data mentah ke dalam format tabel yang sistematis dan model visual alur kerja homeostasis cairan tubuh.
  • Gunakan waktu yang tersedia dengan disiplin.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengolah Catatan Harian Penyelidikan Cairan ke dalam Tabel Terstruktur

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Penggaris
  • Lembar kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati catatan naratif hasil pemantauan cairan tubuh seorang murid berikut:
  2. Catatan Mentah: Pada pukul 07.00 murid minum air 300 mL, belum berkemih. Pukul 09.30 minum 200 mL, lalu berkemih 150 mL dengan warna kuning pucat. Pukul 12.00 minum 400 mL, berkemih 200 mL warna kuning jernih. Pukul 14.30 berolahraga, minum 350 mL, belum berkemih. Pukul 16.00 minum 150 mL, lalu berkemih 100 mL dengan warna kuning pekat.
  3. Olah data mentah tersebut ke dalam bentuk tabel pengamatan yang memuat kolom: Waktu, Asupan Cairan (mL), Pengeluaran Urine (mL), dan Warna Urine.
  4. Hitung total asupan cairan dan total pengeluaran urine pada baris paling bawah tabel.

Pertanyaan:

1. Susun dan lengkapi data naratif di atas ke dalam tabel pengolahan data pemantauan cairan tubuh, serta hitung total cairan masuk dan keluar!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan data olahan tabel, buatlah pengelompokan data perbandingan waktu minum terhadap kondisi kepekatan warna urine (jernih/pucat vs pekat)!

Format tabel 4 kolom: [Waktu | Asupan Cairan (mL) | Pengeluaran Urine (mL) | Keterangan Warna Urine] ditambah 1 baris 'Total' di akhir tabel. Dilanjutkan dengan 2 baris kalimat untuk pengelompokan data perbandingan waktu dan warna urine.

Kegiatan 2: Mengolah Data Penyelidikan Menjadi Model Diagram Alir Homeostasis

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Spidol warna/pensil warna
  • Penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Data penyelidikan menunjukkan dua kondisi homeostasis cairan tubuh:
  2. Kondisi A (Kelebihan Asupan Cairan): Minum banyak -> kadar air darah naik -> ginjal menyaring lebih banyak air -> produksi urine banyak dan encer/jernih -> volume cairan tubuh kembali normal.
  3. Kondisi B (Kekurangan Asupan Cairan/Dehidrasi): Aktivitas berkeringat/sedikit minum -> kadar air darah turun -> ginjal menyerap kembali air -> produksi urine sedikit dan pekat -> volume cairan tubuh kembali normal.
  4. Olah data proses mekanisme di atas menjadi satu kesatuan bagan/model diagram alir umpan balik keseimbangan cairan tubuh.

Pertanyaan:

1. Gambarkan model diagram alir yang memetakan hubungan antara kondisi stimulus (kelebihan vs kekurangan cairan), respons organ ginjal, sifat urine yang dihasilkan, dan hasil akhir keseimbangan cairan tubuh!

Ruang gambar

Kotak bagan/model berukuran 1 halaman setengah dengan ruang untuk menggambar kotak alur proses, panah hubungan sebab-akibat, dan label keterangan kondisi A dan kondisi B.

Kegiatan 3: Mengolah dan Menyajikan Data Komparasi Model Kebutuhan Cairan

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Kalkulator/lembar buram

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Terdapat data hasil pengukuran berat badan dan asupan cairan aktual dari 3 murid:
  2. Murid 1 (BB: 40 kg, Asupan harian aktual: 1800 mL)
  3. Murid 2 (BB: 55 kg, Asupan harian aktual: 1500 mL)
  4. Murid 3 (BB: 60 kg, Asupan harian aktual: 2500 mL)
  5. Gunakan rumus standar kebutuhan cairan harian: Kebutuhan Ideal = 40 mL x Berat Badan (kg).
  6. Olah data tersebut ke dalam tabel komparasi matematis yang memuat: Nama Murid, Berat Badan (kg), Kebutuhan Cairan Ideal (mL), Asupan Aktual (mL), dan Selisih/Status Keseimbangan (+/- mL atau Tercukupi/Kurang).

Pertanyaan:

1. Olah data ketiga murid tersebut ke dalam tabel komparasi kebutuhan cairan tubuh berdasarkan perhitungan matematis dan status pemenuhannya!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan hasil pengolahan data tabel di atas, kelompokkan murid mana yang model keseimbangan cairannya berada pada kondisi defisit dan kondisi tercukupi!

Format tabel 5 kolom: [Nama Murid | Berat Badan (kg) | Kebutuhan Ideal (mL) | Asupan Aktual (mL) | Status Keseimbangan (+/- mL)]. Dilanjutkan 2 baris isian pengelompokan murid.

REFLEKSI

1. Bagaimana penyusunan tabel dan model diagram alir membantumu melihat keteraturan data keseimbangan cairan tubuh secara lebih jelas?

2. Langkah pengolahan data mana yang paling menantang bagimu: menghitung total dan selisih angka ke dalam tabel atau menggambarkan alur hubungan sebab-akibat pada model?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.