LKPDPertemuan 1Bab 1Fase DSemester 1

LKPD IPA Kelas 9: Menganalisis Struktur dan Fungsi Sel Saraf serta Sistem Saraf Pusat dan Tepi

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan IPA kelas 9 dengan topik "Menganalisis Struktur dan Fungsi Sel Saraf serta Sistem Saraf Pusat dan Tepi".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 9: Menganalisis Struktur dan Fungsi Sel Saraf serta Sistem Saraf Pusat dan Tepi

IPA - Kelas 9

Bab 1 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Menganalisis Struktur dan Fungsi Sel Saraf serta Sistem Saraf Pusat dan Tepi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMenganalisis Struktur dan Fungsi Sel Saraf serta Sistem Saraf Pusat dan Tepi
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis sistem organisasi kehidupan dan fungsi pada sistem koordinasi tubuh manusia

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dan studi kasus pada lembar kerja ini dengan saksama.
  • Bekerjasamalah secara aktif dalam kelompok kecil untuk mengkaji struktur dan fungsi sistem koordinasi.
  • Gunakan konsep organisasi kehidupan (sel, jaringan, organ, sistem organ) dalam menganalisis setiap permasalahan.
  • Tuliskan hasil analisis kelompokmu secara runtut dan jelas pada ruang jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Analisis Organisasi Sel Saraf (Neuron) dan Jalur Hantaran Impuls

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku teks IPA Kelas 9 Bab 1
  • Diagram struktur sel saraf (neuron)
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati deskripsi struktur sel saraf berikut: dendrit, badan sel, akson (neurit), selubung mielin, nodus Ranvier, dan sinapsis.
  2. Analisis hubungan antara bentuk spesifik tiap struktur tersebut dengan fungsinya dalam menghantarkan impuls listrik.
  3. Lengkapi tabel analisis struktur dan fungsi bagian sel saraf pada ruang jawaban yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah analisis fungsi dari 4 bagian sel saraf berikut: (a) Dendrit, (b) Akson, (c) Selubung Mielin, dan (d) Sinapsis, serta analisis bagaimana arah perambatan impuls melewati keempat struktur tersebut!

Ruang tabel jawaban

2. Analisis apa yang terjadi pada kecepatan penghantaran impuls koordinasi tubuh jika selubung mielin pada akson mengalami kerusakan!

Tabel 4 baris (Bagian Sel Saraf, Karakteristik Struktur, Fungsi Penghantaran Impuls) dan 1 kolom bagan alur arah impuls; dilanjutkan kolom uraian untuk dampak kerusakan mielin.

Kegiatan 2: Analisis Diferensiasi Organisasi Sistem Saraf Pusat dan Sistem Saraf Tepi

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Bagan organisasi sistem koordinasi (SSP dan SST)
  • Buku catatan dan modul IPA

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pelajari bagan pembagian hierarki sistem saraf manusia menjadi Sistem Saraf Pusat (SSP: Otak dan Sumsum Tulang Belakang) dan Sistem Saraf Tepi (SST: Saraf Sensorik dan Motorik/Somatik dan Otonom).
  2. Lakukan telaah peran masing-masing organ dan jaringan saraf dalam mengolah serta mendistribusikan sinyal koordinasi.
  3. Jawablah pertanyaan analisis pembagian tugas antara SSP dan SST.

Pertanyaan:

1. Analisislah perbedaan peran fungsional utama antara organ Sistem Saraf Pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dengan Sistem Saraf Tepi dalam sistem koordinasi tubuh manusia!

2. Identifikasi dan analisis pengelompokan 4 organ/jaringan saraf berikut ke dalam SSP atau SST serta sebutkan fungsi koordinasinya:

  1. Otak besar (Cerebrum),
  2. Saraf kranial,
  3. Sumsum tulang belakang (Medulla spinalis),
  4. Saraf spinal!
Ruang tabel jawaban

Kolom perbandingan uraian peran SSP vs SST, serta tabel 4 baris x 3 kolom (Nama Struktur, Kelompok Sistem Saraf [SSP/SST], Analisis Fungsi Koordinasi).

Kegiatan 3: Analisis Alur Tingkat Organisasi Kehidupan pada Gerak Sadar dan Gerak Refleks

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar skenario kasus koordinasi gerak
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Analisis skenario A (gerak sadar: melihat pensil jatuh lalu mengambilnya) dan skenario B (gerak refleks: jari tidak sengaja menyentuh wajan panas lalu seketika menarik tangan).
  2. Uraikan perjalanan impuls melalui hierarki organisasi kehidupan: Sel reseptor -> Jaringan saraf sensorik -> Organ saraf pengolah (otak/sumsum tulang belakang) -> Jaringan saraf motorik -> Organ efektor (otot).
  3. Diskusikan mengapa jalur pemrosesan kedua skenario tersebut berbeda ditinjau dari fungsinya dalam menjaga keselamatan tubuh.
  4. Selesaikan kegiatan analisis bersama alokasi waktu refleksi dan penutup pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Petakan dan analisis urutan tingkat organisasi kehidupan (mulai dari sel reseptor, jaringan saraf tepi, organ saraf pusat, hingga organ efektor) yang terlibat pada mekanisme: (a) Gerak Sadar (mengambil pensil), dan (b) Gerak Refleks (menarik tangan dari benda panas)!

Ruang tabel jawaban

2. Analisis mengapa sumsum tulang belakang difungsikan sebagai organ pusat integrasi pada gerak refleks, bukan otak besar! Hubungkan dengan fungsi perlindungan kelangsungan tubuh manusia!

Tabel komparasi alur rantai organ/jaringan untuk skenario gerak sadar vs gerak refleks, dilanjutkan kolom paragraf analisis mekanisme proteksi gerak refleks.

REFLEKSI

1. Bagaimana pemahamanmu tentang struktur neuron dan organ sistem saraf membantumu menyadari betapa rumitnya pengaturan setiap gerakan tubuh yang kamu lakukan?

2. Bagian analisis alur sistem koordinasi mana yang paling menarik dan membuatmu takjub saat berdiskusi bersama teman sekelompok?

3. Mengapa menjaga kesehatan organ saraf (seperti menghindari benturan pada kepala dan tulang belakang) sangat penting bagi kelangsungan fungsi organ tubuh lainnya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.