LKPDPertemuan 1Bab 1Fase DSemester 1

LKPD IPA Kelas 9: Pengantar Sistem Koordinasi dan Homeostasis: Apersepsi dan Penyelidikan Awal Respons Tubuh

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 9 dengan topik "Pengantar Sistem Koordinasi dan Homeostasis: Apersepsi dan Penyelidikan Awal Respons Tubuh". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 9: Pengantar Sistem Koordinasi dan Homeostasis: Apersepsi dan Penyelidikan Awal Respons Tubuh

IPA - Kelas 9

Bab 1 - Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Pengantar Sistem Koordinasi dan Homeostasis: Apersepsi dan Penyelidikan Awal Respons Tubuh

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikPengantar Sistem Koordinasi dan Homeostasis: Apersepsi dan Penyelidikan Awal Respons Tubuh
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pengertian sistem koordinasi dan homeostasis serta alasan tubuh manusia memerlukan kedua sistem tersebut untuk menjaga kestabilan kondisi internal.
  2. Murid dapat mengamati dan mencatat respons tubuh terhadap rangsangan sederhana (seperti cubitan pada lengan) sebagai bukti awal kerja sistem koordinasi.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap instruksi dengan saksama sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan setiap kegiatan secara berurutan — setiap kegiatan saling berkaitan.
  • Boleh berdiskusi dengan teman semeja, tetapi setiap murid tetap mengisi LKPD masing-masing.
  • Tulis nama dan kelas di sudut kanan atas setiap halaman LKPD ini.
  • Saat melakukan kegiatan pada lengan sendiri, lakukan dengan lembut dan hentikan jika terasa tidak nyaman.
  • Tidak ada jawaban yang salah selama kamu menulis berdasarkan pengamatan jujurmu sendiri.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Tubuhmu Tahu Segalanya! — Eksplorasi Fenomena Sehari-hari

Estimasi: 20 menit

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah lima situasi di bawah ini dengan tenang.
  2. Bayangkan kamu benar-benar mengalami setiap situasi tersebut.
  3. Isi tabel pengamatan sesuai dengan apa yang kamu rasakan atau perkirakan terjadi pada tubuhmu.
  4. Setelah tabel selesai, jawab pertanyaan diskusi di bawahnya bersama pasanganmu.

Pertanyaan:

1. Perhatikan lima situasi berikut, lalu lengkapi tabel:

  1. Berlari sprint 100 meter,
  2. Berdiri tiba-tiba setelah lama duduk,
  3. Mendengar suara ledakan keras di dekatmu,
  4. Kepanasan di lapangan tengah hari,
  5. Sangat lapar setelah melewatkan sarapan. Untuk setiap situasi, tuliskan: (a) perubahan fisik yang kamu rasakan/perkirakan, (b) organ/bagian tubuh yang menurutmu terlibat, (c) apakah respons itu terjadi secara sadar atau otomatis?
Ruang tabel jawaban

2. Dari tabel yang kamu buat, manakah respons tubuh yang terjadi TANPA kamu sadari atau sengaja perintahkan? Tuliskan minimal 3 contoh dan jelaskan mengapa hal itu bisa terjadi menurutmu.

3. Menurutmu, apa yang akan terjadi jika tubuh TIDAK memiliki kemampuan merespons situasi-situasi di atas secara otomatis? Diskusikan dengan pasanganmu dan tulis kesimpulan bersama dalam 2–3 kalimat.

Tabel 5 baris × 4 kolom: Kolom 1 = Situasi, Kolom 2 = Perubahan Fisik yang Dirasakan, Kolom 3 = Organ yang Terlibat (dugaan), Kolom 4 = Sadar/Otomatis. Di bawah tabel: ruang isian uraian untuk soal no. 2 (sekitar 5 baris) dan kotak diskusi berpasangan untuk soal no. 3 (sekitar 4 baris).

Kegiatan 2: Aku Merasakannya! — Penyelidikan Respons Tubuh terhadap Rangsangan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lengan sendiri (tidak perlu alat tambahan)
  • Pensil atau pulpen untuk mencatat
  • Stopwatch / timer HP (opsional, untuk mengamati kecepatan respons)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini dilakukan berpasangan. Tentukan siapa yang menjadi 'pengamat' dan siapa yang menjadi 'objek pengamatan' — lalu bertukar peran.
  2. Baca seluruh langkah terlebih dahulu sebelum memulai.
  3. Lakukan rangsangan dengan LEMBUT. Jika terasa sakit atau tidak nyaman, segera hentikan.
  4. Catat semua yang terjadi dengan jujur, termasuk jika responnya tidak seperti yang kamu perkirakan.
  5. Langkah 1: Siapkan diri — duduklah tenang selama 30 detik, rilekskan tubuhmu.
  6. Langkah 2: Pengamat mencubit lembut lengan bagian dalam 'objek pengamatan' selama 1–2 detik.
  7. Langkah 3: 'Objek pengamatan' segera mencatat respons yang dirasakan (sensasi, gerakan, ekspresi, dll.) dalam tabel pengamatan.
  8. Langkah 4: Ulangi dengan rangsangan berbeda — tepuk lembut di bahu, dan tiupkan angin ke punggung tangan.
  9. Langkah 5: Bertukar peran dan ulangi semua langkah.
  10. Langkah 6: Gunakan hasil pengamatan untuk menjawab pertanyaan analisis di bawah tabel.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel hasil pengamatanmu: untuk setiap rangsangan, catat (a) jenis rangsangan, (b) bagian tubuh yang menerima rangsangan, (c) respons yang muncul (dalam 1–2 detik pertama), (d) apakah respons muncul sebelum atau sesudah kamu 'berpikir'?

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan pengamatanmu, buatlah diagram alur sederhana (bisa berupa gambar panah atau kotak-kotak bertanda panah) yang menggambarkan urutan kejadian dari rangsangan hingga respons tubuh muncul. Gunakan kata-katamu sendiri untuk memberi nama setiap tahap.

Ruang gambar

3. Mengapa menurutmu respons terhadap cubitan terjadi sangat cepat? Apa yang bisa kamu simpulkan tentang 'kecepatan' kerja sistem di dalam tubuhmu dari percobaan ini?

4. Apakah kamu dan pasanganmu mendapat respons yang sama persis? Jika ada perbedaan, apa yang mungkin menyebabkannya?

Tabel pengamatan 3 baris (satu per jenis rangsangan) × 5 kolom: Jenis Rangsangan | Bagian Tubuh yang Terkena | Respons yang Muncul | Sebelum/Sesudah Berpikir | Catatan Tambahan. Di bawah tabel: kotak gambar/diagram kosong berukuran 8×6 cm untuk diagram alur (soal no. 2), ruang uraian 4 baris untuk soal no. 3, dan kotak diskusi 3 baris untuk soal no. 4.

Kegiatan 3: Menyusun Pemahaman — Sistem Koordinasi dan Homeostasis dalam Kehidupanku

Estimasi: 25 menit

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini mengajakmu mengonstruksi pemahaman dari dua kegiatan sebelumnya.
  2. Baca dua definisi berikut dengan saksama: (1) Sistem Koordinasi: sistem yang mengatur dan mengoordinasikan berbagai fungsi dan aktivitas tubuh agar bekerja secara teratur dan terpadu, melibatkan sistem saraf dan sistem hormon. (2) Homeostasis: kemampuan tubuh untuk menjaga kestabilan kondisi internalnya (seperti suhu, kadar gula darah, tekanan darah) meskipun kondisi lingkungan luar berubah-ubah.
  3. Gunakan informasi dari dua kegiatan sebelumnya dan definisi di atas untuk mengerjakan pertanyaan berikut.
  4. Kerjakan secara individu terlebih dahulu, baru diskusikan dengan kelompok kecil (3–4 orang).

Pertanyaan:

1. Dengan kata-katamu sendiri, jelaskan: apa itu sistem koordinasi dan apa itu homeostasis? Tuliskan masing-masing dalam 1–2 kalimat yang bisa kamu pahami sendiri (bukan menyalin definisi di atas).

2. Lengkapi tabel berikut dengan menghubungkan fenomena sehari-hari dengan konsep sistem koordinasi ATAU homeostasis. Fenomena yang disediakan: (a) berkeringat saat olahraga, (b) tangan langsung menarik saat menyentuh benda panas, (c) rasa haus saat dehidrasi, (d) jantung berdebar saat kaget, (e) menggigil saat kedinginan. Kolom yang harus diisi: Fenomena | Konsep yang Berkaitan (Koordinasi/Homeostasis/Keduanya) | Penjelasan Singkat Mengapa.

Ruang tabel jawaban

3. Bayangkan jika sistem koordinasi dalam tubuhmu tiba-tiba berhenti bekerja selama 5 menit saat kamu sedang berolahraga. Tuliskan minimal 3 hal yang mungkin terjadi pada tubuhmu dan mengapa hal itu berbahaya.

4. Diskusikan bersama kelompokmu: apakah menurutmu sistem koordinasi dan homeostasis adalah dua hal yang terpisah atau saling berkaitan? Berikan 1 contoh nyata yang mendukung pendapat kelompokmu.

Ruang isian bebas 3 baris untuk soal no. 1 (dua bagian: sistem koordinasi dan homeostasis). Tabel 5 baris × 3 kolom untuk soal no. 2. Ruang uraian 6 baris untuk soal no. 3. Kotak diskusi kelompok 4 baris untuk soal no. 4 — tuliskan nama anggota kelompok di sudut kotak.

REFLEKSI

1. Setelah melakukan ketiga kegiatan hari ini, hal baru apa yang paling membuatmu kagum atau penasaran tentang cara kerja tubuhmu sendiri? Mengapa?

2. Coba ingat satu kejadian nyata dalam hidupmu (dalam seminggu terakhir) di mana tubuhmu 'merespons' sesuatu secara otomatis. Menurut pemahamanmu sekarang, sistem apa yang bekerja saat itu — sistem koordinasi, homeostasis, atau keduanya?

3. Apakah ada bagian dari kegiatan hari ini yang masih membingungkanmu? Tuliskan pertanyaanmu — pertanyaan yang baik adalah tanda bahwa kamu sedang benar-benar berpikir!

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.