LKPDPertemuan 3Bab 7Fase DSemester 2

LKPD IPA Kelas 8: Sifat Fisika dan Kimia Tanah

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 8 dengan topik "Sifat Fisika dan Kimia Tanah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 8: Sifat Fisika dan Kimia Tanah

IPA - Kelas 8

Bab 7 - Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Sifat Fisika dan Kimia Tanah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikSifat Fisika dan Kimia Tanah
Alokasi Waktu2 x 40 menit (2 JP)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengobservasi sifat fisika tanah (tekstur, struktur, warna, dan kemampuan menyerap air) melalui percobaan sederhana menggunakan sampel tanah yang berbeda.
  2. Murid dapat menganalisis sifat kimia tanah (pH dan kandungan unsur hara) serta menghubungkannya dengan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan saksama sebelum memulai.
  • Kerjakan kegiatan secara berkelompok (3-4 orang) kecuali ada petunjuk berbeda.
  • Gunakan sarung tangan atau cuci tangan setelah menyentuh tanah untuk menjaga kebersihan.
  • Catat semua hasil pengamatan dengan teliti dan jujur.
  • Diskusikan hasil pengamatanmu dengan teman sekelompok sebelum menulis kesimpulan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Tanah: Mengenali Tekstur dan Struktur

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • 3 sampel tanah dari lokasi berbeda
  • 3 stoples bening atau botol plastik bekas
  • Air bersih secukupnya
  • Sarung tangan atau plastik
  • Saringan sederhana (optional)
  • Penggaris (untuk mengukur ketebalan lapisan)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ambil sampel tanah dari 3 lokasi berbeda (misalnya: pekarangan sekolah, tepi jalan, area taman).
  2. Bersihkan tanah dari batu, daun, dan ranting. Ambil sekitar satu genggam tanah untuk setiap sampel.
  3. Amati warna tanah setiap sampel. Catat warnanya (misalnya: cokelat gelap, cokelat muda, kehitaman, kemerahan).
  4. Rasakan tekstur tanah dengan cara meremas tanah di tangan: apakah terasa kasar seperti pasir, halus seperti bedak, atau lengket seperti lumpur?
  5. Coba bentuk bola dari tanah basah. Amati apakah tanah mudah dibentuk atau mudah hancur.
  6. Masukkan setiap sampel tanah ke dalam stoples bening hingga 1/3 bagian. Tambahkan air hingga 3/4 stoples.
  7. Kocok stoples selama 1 menit, lalu diamkan selama 10 menit. Amati lapisan yang terbentuk dari bawah ke atas: pasir (berat, di bawah), debu (tengah), dan liat (ringan, di atas).
  8. Catat hasil pengamatan di tabel yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel pengamatan sifat fisika tanah berikut berdasarkan hasil percobaanmu!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan pengamatanmu, sampel tanah mana yang paling banyak mengandung pasir? Jelaskan alasanmu dengan menyebutkan minimal 2 ciri fisik yang mendukung jawabanmu.

3. Menurut pendapatmu, jenis tanah mana yang paling cocok untuk menanam padi? Mengapa? Hubungkan dengan kemampuan tanah menahan air.

Buat tabel dengan kolom: No | Lokasi Sampel | Warna Tanah | Tekstur (kasar/halus/lengket) | Kemudahan Dibentuk | Ketebalan Lapisan (pasir/debu/liat). Sediakan 3 baris untuk 3 sampel. Jawaban uraian dan diskusi ditulis dalam 5-7 kalimat.

Kegiatan 2: Uji Daya Serap: Siapa yang Paling Haus?

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • 3 corong atau botol plastik bekas yang dipotong
  • Kapas atau kain kasa
  • 3 gelas ukur atau botol bening
  • Air bersih 300 ml (100 ml x 3)
  • Stopwatch atau timer HP
  • Sampel tanah dari Kegiatan 1

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Siapkan 3 corong atau botol plastik bekas yang dipotong bagian bawahnya.
  2. Letakkan kapas atau kain kasa di dasar corong untuk menahan tanah agar tidak jatuh.
  3. Masukkan sampel tanah yang sama dari Kegiatan 1 ke dalam setiap corong (ketinggian tanah sekitar 5 cm).
  4. Letakkan setiap corong di atas gelas ukur atau botol bening untuk menampung air yang melewati tanah.
  5. Tuangkan 100 ml air secara bersamaan ke setiap corong. Gunakan pewaktu atau stopwatch.
  6. Catat waktu yang diperlukan untuk air pertama kali keluar dari dasar corong (waktu infiltrasi).
  7. Amati dan catat volume air yang tertampung di gelas ukur setelah 5 menit.
  8. Bandingkan warna air yang keluar: apakah jernih, keruh, atau sangat keruh?
  9. Hitung berapa persen air yang diserap tanah dengan rumus: (100 ml - volume air keluar) / 100 ml x 100%.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel hasil pengamatan daya serap air pada tanah!

Ruang tabel jawaban

2. Jelaskan hubungan antara tekstur tanah dengan kecepatan infiltrasi dan kemampuan menyerap air! Gunakan data dari percobaanmu.

3. Bayangkan ada dua kebun: Kebun A di tanah berpasir, Kebun B di tanah berliat. Jika hujan deras terjadi, kebun mana yang lebih berisiko terkena banjir? Kebun mana yang lebih berisiko kekeringan saat musim kemarau? Jelaskan!

Buat tabel dengan kolom: No | Jenis Tanah | Waktu Infiltrasi (detik/menit) | Volume Air Keluar (ml) | Persentase Daya Serap (%) | Kejernihan Air. Sediakan 3 baris. Jawaban uraian ditulis 6-8 kalimat dengan menyertakan data dari tabel.

Kegiatan 3: Rahasia Kimia Tanah: pH dan Kesuburan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Sampel tanah dari Kegiatan 1
  • 3 gelas plastik bening
  • Air bersih 150 ml
  • Kertas pH universal atau pH meter
  • Sendok plastik
  • Tabel skala pH (biasanya ada di kemasan kertas pH)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ambil 3 sendok makan tanah dari setiap sampel, masukkan ke dalam gelas plastik terpisah.
  2. Tambahkan 50 ml air bersih ke setiap gelas, aduk hingga rata, lalu diamkan 5 menit.
  3. Gunakan kertas pH universal atau pH meter untuk mengukur pH larutan tanah. Celupkan kertas pH ke dalam larutan, tunggu 10 detik, lalu cocokkan warna dengan skala pH.
  4. Catat nilai pH setiap sampel tanah (asam jika pH < 7, netral jika pH = 7, basa jika pH > 7).
  5. Amati warna dan kondisi tanah. Tanah gelap dan gembur biasanya kaya bahan organik (unsur hara).
  6. Jika tersedia, amati tanaman yang tumbuh di sekitar lokasi pengambilan sampel tanah. Catat jenis dan kondisi pertumbuhannya (subur/kurang subur).
  7. Diskusikan dengan kelompokmu: apakah ada hubungan antara pH tanah dengan jenis tanaman yang tumbuh?

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel pengamatan sifat kimia tanah!

Ruang tabel jawaban

2. Analisis hubungan antara pH tanah dengan kesuburan dan jenis tanaman yang tumbuh! Berikan penjelasan ilmiah berdasarkan data pengamatanmu.

3. Seorang petani mengeluh tanamannya tidak tumbuh dengan baik meskipun sudah sering disiram dan diberi pupuk. Setelah diuji, pH tanahnya 4,5 (sangat asam). Apa saranmu untuk petani tersebut? Usulkan minimal 2 solusi praktis dan jelaskan alasannya!

Buat tabel dengan kolom: No | Lokasi Sampel | Nilai pH | Kategori (asam/netral/basa) | Warna & Tekstur Tanah | Jenis Tanaman di Lokasi | Kondisi Pertumbuhan. Sediakan 3 baris. Jawaban uraian minimal 7 kalimat dengan menyertakan penjelasan ilmiah tentang pH dan kesuburan.

REFLEKSI

1. Apa hal paling menarik yang kamu pelajari tentang tanah dari kegiatan hari ini? Bagaimana pemahamanmu tentang tanah berubah setelah melakukan percobaan langsung?

2. Bagaimana kamu bisa menerapkan pengetahuan tentang sifat fisika dan kimia tanah dalam kehidupan sehari-hari? Misalnya, saat membantu orangtua berkebun atau memilih lokasi menanam tanaman di rumah?

3. Menurutmu, mengapa penting bagi petani dan masyarakat untuk memahami sifat-sifat tanah? Apa yang bisa terjadi jika tanah tidak dijaga kualitasnya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.