LKPDPertemuan 2Bab 6Fase DSemester 2

LKPD IPA Kelas 8: Menganalisis Klasifikasi Materi pada Campuran Berdasarkan Ukuran Partikel (Larutan, Koloid, dan Suspensi)

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan IPA kelas 8 dengan topik "Menganalisis Klasifikasi Materi pada Campuran Berdasarkan Ukuran Partikel (Larutan, Koloid, dan Suspensi)".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 8: Menganalisis Klasifikasi Materi pada Campuran Berdasarkan Ukuran Partikel (Larutan, Koloid, dan Suspensi)

IPA - Kelas 8

Bab 6 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Menganalisis Klasifikasi Materi pada Campuran Berdasarkan Ukuran Partikel (Larutan, Koloid, dan Suspensi)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMenganalisis Klasifikasi Materi pada Campuran Berdasarkan Ukuran Partikel (Larutan, Koloid, dan Suspensi)
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis klasifikasi materi berdasarkan karakteristik partikel campuran homogen dan heterogen di sekitarnya

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dan studi kasus dengan cermat bersama kelompokmu.
  • Lakukan analisis secara objektif berdasarkan karakteristik fisik partikel campuran.
  • Gunakan data hasil pengamatan dan penalaran ilmiah untuk mengisi ruang jawaban yang disediakan.
  • Diskusikan setiap kesimpulan secara kolaboratif dan saling menghargai pendapat.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Analisis Karakteristik Fisik Partikel pada Tiga Campuran

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • 3 gelas kaca bening berisi air
  • Gula pasir, susu bubuk, dan pasir
  • 1 buah lampu senter / lampu gawai
  • Kertas saring dan corong kaca
  • Batang pengaduk/sendok

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati tiga sampel campuran yang telah disiapkan di meja praktikum: Gelas A (air + gula), Gelas B (air + susu bubuk), dan Gelas C (air + pasir/tanah).
  2. Arahkan cahaya lampu senter menembus masing-masing gelas di tempat yang agak redup, lalu amati jalannya berkas cahaya.
  3. Diamkan ketiga gelas selama 5 menit tanpa diaduk, lalu perhatikan ada atau tidaknya endapan di dasar gelas.
  4. Lakukan penyaringan pada masing-masing sampel menggunakan kertas saring dan corong, lalu amati apakah ada residu tertinggal pada kertas saring.
  5. Tuliskan hasil analisis ciri-ciri partikel tersebut ke dalam tabel perbandingan yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan hasil pengamatan dan uji sifat partikel (efek cahaya, kestabilan/pengendapan, dan penyaringan), lengkapilah tabel analisis karakteristik partikel untuk Gelas A, Gelas B, dan Gelas C!

Ruang tabel jawaban

Tabel 5 kolom x 4 baris dengan rincian kolom: [Nama Sampel Campuran], [Penerusan Berkas Cahaya], [Kestabilan Partikel (Mengendap / Tidak Mengendap)], [Hasil Penyaringan Kertas Saring (Ada Residu / Tidak Ada Residu)], [Klasifikasi Campuran (Larutan / Koloid / Suspensi)].

Kegiatan 2: Analisis Hubungan Ukuran Partikel terhadap Sifat Campuran

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan dan alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pelajari data ukuran partikel berikut: Larutan memiliki ukuran partikel < 1 nm; Koloid memiliki ukuran partikel antara 1 - 100 nm; Suspensi memiliki ukuran partikel > 100 nm.
  2. Analisis hubungan antara ukuran partikel tersebut dengan kemampuan partikel untuk mengendap akibat gaya gravitasi dan kemampuannya lolos dari pori-pori penyaring.
  3. Jawablah pertanyaan analisis konsep di bawah ini dengan menyertakan alasan ilmiah.

Pertanyaan:

1. Mengapa partikel terlarut dalam suspensi dapat mengendap di dasar wadah jika didiamkan, sedangkan partikel pada koloid dan larutan tidak mengendap?

2. Berdasarkan analisis ukuran partikel dan homogenitasnya, kelompokkan 5 jenis materi sehari-hari berikut ke dalam campuran homogen atau campuran heterogen: (a) Sirup melon, (b) Losion kulit, (c) Air sungai berlumpur, (d) Teh manis tanpa ampas, (e) Campuran minyak dan air!

Nomor 1: Paragraf uraian analisis (4-5 baris). Nomor 2: Isian singkat terstruktur untuk masing-masing butir (a) sampai (e) dengan menyebutkan klasifikasi homogen/heterogen dan alasannya.

Kegiatan 3: Analisis Fenomena Produk Campuran di Sekitar Kita

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Contoh kemasan botol obat lambung/cair
  • Lembar kerja murid

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati label peringatan pada botol obat suspensi lambung yang berbunyi: 'Kocok dahulu sebelum diminum'.
  2. Diskusikan bersama rekan kelompok mengapa fenomena tersebut terjadi berdasarkan klasifikasi partikel campuran yang telah dipelajari.
  3. Tuliskan kesimpulan analisis kelompok mengenai pentingnya memahami klasifikasi campuran dalam penggunaan produk sehari-hari.
  4. Selesaikan kegiatan dengan mengisi refleksi dan merapikan alat kerja bersama.

Pertanyaan:

1. Analisislah mengapa obat lambung cair tergolong suspensi dan wajib dikocok terlebih dahulu sebelum diminum! Apa yang akan terjadi pada dosis obat jika botol tidak dikocok sebelum diminum?

2. Berdasarkan seluruh hasil penyelidikan, rumuskan perbedaan mendasar antara campuran homogen (larutan) dan campuran heterogen (koloid dan suspensi) ditinjau dari keseragaman partikelnya!

Nomor 1: Uraian analitis dampak pengendapan partikel terhadap ketepatan dosis obat (6 baris). Nomor 2: Ringkasan hasil diskusi kelompok mengenai perbandingan keseragaman partikel (6 baris).

REFLEKSI

1. Setelah menganalisis karakteristik ketiga jenis campuran hari ini, campuran apa saja yang paling sering kamu temui di rumah dan bagaimana kamu membedakan jenisnya?

2. Bagian penyelidikan mana yang paling membantumu memahami mengapa suspensi dapat mengendap sedangkan koloid dan larutan tidak?

3. Bagaimana pemahaman tentang partikel campuran ini membantumu lebih berhati-hati dalam menggunakan atau mengonsumsi produk cair di kehidupan sehari-hari?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.