LKPDPertemuan 7Bab 5Fase DSemester 2

LKPD IPA Kelas 8: Menganalisis Pemanfaatan Gelombang Bunyi pada Teknologi dan Kehidupan Sehari-hari

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan IPA kelas 8 dengan topik "Menganalisis Pemanfaatan Gelombang Bunyi pada Teknologi dan Kehidupan Sehari-hari".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 8: Menganalisis Pemanfaatan Gelombang Bunyi pada Teknologi dan Kehidupan Sehari-hari

IPA - Kelas 8

Bab 5 Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Menganalisis Pemanfaatan Gelombang Bunyi pada Teknologi dan Kehidupan Sehari-hari

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMenganalisis Pemanfaatan Gelombang Bunyi pada Teknologi dan Kehidupan Sehari-hari
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis pemanfaatan gelombang bunyi dalam kehidupan sehari-hari

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dan studi kasus dengan cermat.
  • Bekerjasamalah dengan rekan kelompokmu untuk menganalisis prinsip kerja gelombang bunyi pada setiap teknologi dan fenomena alam.
  • Tuliskan hasil analisis secara sistematis pada format ruang jawaban yang telah disediakan.
  • Gunakan waktu secara efektif sesuai durasi yang ditentukan pada setiap kegiatan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Analisis Prinsip dan Pemanfaatan Gelombang Bunyi

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa IPA Kelas 8 Bab 5
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati tabel klasifikasi teknologi dan fenomena pemanfaatan gelombang bunyi.
  2. Analisis jenis frekuensi bunyi yang digunakan (infrasonik, audiosonik, atau ultrasonik) beserta prinsip perambatan atau pemantulan bunyinya.
  3. Lengkapi tabel analisis pada lembar kerja secara cermat.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah analisis pemanfaatan gelombang bunyi pada 4 penerapan berikut:

  1. USG (Ultrasonografi) medis,
  2. Sonar kapal pendeteksi kedalaman laut,
  3. Ekolokasi kelelawar, dan
  4. Klakson kendaraan bermotor. Tentukan jenis gelombang bunyinya serta analisis bagaimana prinsip kerja bunyi tersebut dimanfaatkan!
Ruang tabel jawaban

Tabel 4 baris dengan 4 kolom: Kolom 1 (No & Nama Penerapan), Kolom 2 (Rentang Frekuensi: Infrasonik/Audiosonik/Ultrasonik), Kolom 3 (Sifat/Prinsip Bunyi yang Dimanfaatkan: Pemantulan/Perambatan), Kolom 4 (Analisis Mekanisme Kerja Pemanfaatan).

Kegiatan 2: Analisis Kasus Kuantitatif: Mengukur Kedalaman Laut Menggunakan Sonar

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Kalkulator/kertas buram

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah data hasil survei batimetri kapal riset kelautan berikut:
  2. Sebuah kapal riset memancarkan gelombang ultrasonik ke dasar laut untuk memetakan palung. Cepat rambat gelombang bunyi di dalam air laut diketahui sebesar 1.500 m/s. Sinyal pantul (echo) diterima kembali oleh sensor hidrofon kapal setelah selang waktu 4 detik.
  3. Analisis hubungan matematis antara cepat rambat, waktu tempuh, dan jarak pemantulan bunyi untuk menentukan kedalaman laut tersebut.
  4. Jawab pertanyaan telaah kritis mengenai alasan pemilihan jenis gelombang bunyi yang digunakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan data survei kapal riset tersebut, lakukan analisis perhitungan untuk menentukan kedalaman laut di titik tersebut! Uraikan langkah analisis rumus pemantulan bunyinya.

2. Analisis mengapa pada teknologi sonar digunakan gelombang ultrasonik, bukan gelombang audiosonik ataupun infrasonik! Kemukakan 2 alasan ditinjau dari karakteristik gelombang bunyi.

Format uraian terstruktur: Bagian 1 memuat identifikasi variabel (v, t), analisis matematis kedalaman s = (v x t)/2, dan hasil akhir satuan meter. Bagian 2 memuat analisis uraian 2 alasan teknis fisika pemilihan ultrasonik.

Kegiatan 3: Analisis Komparasi Pemanfaatan Gelombang Bunyi dalam Bidang Medis

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus medis
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pelajari teks singkat perbandingan medis berikut:
  2. Dalam dunia kedokteran, gelombang bunyi dimanfaatkan untuk diagnosis (USG) dan terapi pemecahan batu ginjal (Lithotripsy/ESWL). USG menggunakan gelombang ultrasonik intensitas rendah untuk menghasilkan gambar organ, sedangkan Lithotripsy menggunakan gelombang ultrasonik kejut berintensitas dan berenergi tinggi yang difokuskan pada batu ginjal.
  3. Lakukan analisis perbandingan prinsip kerja gelombang bunyi pada kedua teknologi medis tersebut bersama kelompokmu.
  4. Selesaikan kegiatan dan lanjutkan dengan menjawab pertanyaan refleksi serta penutup pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan teks perbandingan medis, analisislah perbedaan pemanfaatan gelombang bunyi antara USG dan Lithotripsy (ESWL) ditinjau dari aspek energi/intensitas gelombang bunyi yang digunakan serta fungsi/tujuan pemanfaatannya!

2. Analisislah mengapa pemanfaatan gelombang bunyi pada USG dinilai lebih aman untuk memeriksa perkembangan janin pada ibu hamil dibandingkan pemanfaatan teknologi sinar-X!

Format tabel/uraian perbandingan: Kolom 1 (Parameter: Tingkat Energi Gelombang, Efek Mekanis pada Objek, Tujuan Medis), Kolom 2 (Teknologi USG), Kolom 3 (Teknologi Lithotripsy), diikuti paragraf analisis keamanan USG vs sinar-X.

REFLEKSI

1. Setelah menganalisis pemanfaatan gelombang bunyi hari ini, teknologi apa di sekitarmu yang cara kerjanya baru kamu pahami berbasis prinsip pantulan atau getaran bunyi?

2. Bagian mana dari analisis pemanfaatan gelombang bunyi (menghitung jarak pantul sonar atau membedakan fungsi intensitas USG/Lithotripsy) yang paling menantang bagimu, dan bagaimana caramu memahaminya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.