LKPDPertemuan 2Bab 3Fase DSemester 1

LKPD IPA Kelas 8: Konsep Daya dan Hubungannya dengan Usaha

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 8 dengan topik "Konsep Daya dan Hubungannya dengan Usaha". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 8: Konsep Daya dan Hubungannya dengan Usaha

IPA - Kelas 8

Bab 3 - Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Konsep Daya dan Hubungannya dengan Usaha

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikKonsep Daya dan Hubungannya dengan Usaha
Alokasi Waktu2 x 40 menit (1 pertemuan)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan konsep daya sebagai laju melakukan usaha melalui pengamatan aktivitas mendorong beban dalam selang waktu berbeda.
  2. Murid dapat menghitung besar daya yang dilakukan pada suatu benda menggunakan persamaan P = W/t berdasarkan data hasil pengamatan.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan teliti sebelum mengerjakan.
  • Kerjakan secara individu atau kelompok sesuai instruksi guru.
  • Gunakan alat tulis dan kalkulator untuk perhitungan.
  • Tuliskan jawaban dengan rapi dan jelas pada ruang yang tersedia.
  • Diskusikan hasil pengamatanmu dengan teman dan guru.
  • Selamat mengeksplorasi konsep daya dalam kehidupan sehari-hari!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengamati Daya dalam Aktivitas Sehari-hari

Estimasi: 20 menit

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan ilustrasi atau bayangkan situasi berikut: Andi dan Budi sama-sama mendorong gerobak berisi hasil panen sejauh 50 meter dengan gaya dorong yang sama (200 N).
  2. Andi mendorong gerobak dengan berlari dan membutuhkan waktu 10 detik.
  3. Budi mendorong gerobak dengan berjalan santai dan membutuhkan waktu 25 detik.
  4. Amati dan bandingkan kedua aktivitas tersebut.
  5. Jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini berdasarkan pengamatanmu.

Pertanyaan:

1. Apakah usaha yang dilakukan Andi dan Budi sama besar? Jelaskan alasanmu dengan perhitungan sederhana! (Ingat: W = F × s)

2. Meskipun usaha yang dilakukan sama, mengapa Andi terlihat lebih cepat selesai dibanding Budi? Faktor apa yang membedakan keduanya?

3. Menurutmu, siapa yang memiliki daya lebih besar, Andi atau Budi? Mengapa?

4. Berdasarkan pengamatan di atas, bagaimana kamu akan mendefinisikan konsep 'daya' dengan kata-katamu sendiri?

Tulis jawaban dalam bentuk uraian singkat dan jelas untuk setiap nomor. Gunakan perhitungan jika diperlukan.

Kegiatan 2: Menghitung Daya dengan Rumus P = W/t

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Kalkulator
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang kita akan menghitung daya Andi dan Budi secara matematis menggunakan rumus P = W/t.
  2. Gunakan data dari Kegiatan 1: Usaha (W) = 10.000 joule, waktu Andi (t₁) = 10 detik, waktu Budi (t₂) = 25 detik.
  3. Lengkapi tabel perhitungan berikut dengan cermat.
  4. Gunakan kalkulator jika diperlukan dan tuliskan satuan dengan benar.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel perhitungan daya berikut!

Ruang tabel jawaban

2. Berapa kali lebih besar daya Andi dibandingkan daya Budi? Tunjukkan perhitunganmu!

3. Jika kamu diminta menyelesaikan pekerjaan mendorong gerobak dengan daya 800 watt dan usaha yang diperlukan 10.000 joule, berapa lama waktu yang kamu butuhkan? (Gunakan rumus t = W/P)

4. Sebutkan 2 contoh aktivitas dalam kehidupan sehari-hari yang memerlukan daya besar dan jelaskan mengapa!

Untuk pertanyaan nomor 1, buat tabel dengan 5 kolom (Nama, Usaha, Waktu, Daya, Satuan). Untuk nomor 2-4, tulis jawaban dalam bentuk uraian dengan perhitungan lengkap.

Kegiatan 3: Eksperimen Sederhana: Membandingkan Daya dalam Aktivitas Nyata

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Tas atau beban aman (2-3 kg)
  • Penggaris/meteran
  • Stopwatch atau timer HP
  • Timbangan (jika tersedia)
  • Alat tulis untuk mencatat data

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Lakukan percobaan sederhana berikut secara berkelompok (3-4 orang).
  2. Siapkan tas atau beban yang aman untuk diangkat (misalnya tas berisi 2-3 buku).
  3. Tentukan jarak pengangkatan tetap: dari lantai ke meja (ukur tingginya, misal 80 cm = 0,8 m).
  4. Lakukan 2 percobaan: Percobaan 1 - angkat beban perlahan (hitung waktunya), Percobaan 2 - angkat beban lebih cepat (hitung waktunya).
  5. Timbang massa beban (jika ada timbangan) atau estimasi (misalnya 2 kg).
  6. Catat data pengamatan dan hitung daya untuk setiap percobaan.
  7. Ingat: W = m × g × h (dengan g = 10 m/s²), kemudian P = W/t.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel data hasil percobaan!

Ruang tabel jawaban

2. Bandingkan daya pada kedua percobaan! Percobaan mana yang menghasilkan daya lebih besar? Mengapa?

3. Apa yang akan terjadi pada nilai daya jika kamu mengangkat beban 2 kali lebih berat dalam waktu yang sama? Jelaskan dengan perhitungan!

4. Diskusikan dengan kelompokmu: Mengapa konsep daya penting dalam kehidupan sehari-hari? Berikan 2 contoh penerapannya!

Untuk nomor 1, buat tabel dengan 6 kolom sesuai contoh. Untuk nomor 2-4, tulis jawaban dalam bentuk paragraf hasil diskusi kelompok.

REFLEKSI

1. Setelah mengerjakan LKPD ini, apa yang paling menarik bagimu tentang konsep daya? Mengapa?

2. Bagaimana pemahamanmu tentang daya dapat membantu dalam aktivitas sehari-hari, misalnya saat berolahraga atau menggunakan alat elektronik?

3. Jika kamu diminta menjelaskan perbedaan antara usaha dan daya kepada adikmu, bagaimana kamu akan menjelaskannya dengan bahasa sederhana?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.