LKPDPertemuan 1Bab 3Fase DSemester 1

LKPD IPA Kelas 8: Menganalisis Konsep Usaha dan Hubungannya dengan Perubahan Energi Kinetik Benda Mendatar

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan IPA kelas 8 dengan topik "Menganalisis Konsep Usaha dan Hubungannya dengan Perubahan Energi Kinetik Benda Mendatar".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 8: Menganalisis Konsep Usaha dan Hubungannya dengan Perubahan Energi Kinetik Benda Mendatar

IPA - Kelas 8

Bab 3 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Menganalisis Konsep Usaha dan Hubungannya dengan Perubahan Energi Kinetik Benda Mendatar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMenganalisis Konsep Usaha dan Hubungannya dengan Perubahan Energi Kinetik Benda Mendatar
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis hubungan usaha dan energi kinetik pada benda yang mengalami perpindahan

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi kerja dan skenario kasus dengan saksama bersama kelompokmu.
  • Lakukan analisis data besaran fisis (gaya, perpindahan, kecepatan, dan massa) menggunakan persamaan usaha dan energi kinetik yang telah dipelajari.
  • Diskusikan keterkaitan antara usaha total yang diberikan pada benda mendatar dengan perubahan energi kinetiknya sebelum menuliskan kesimpulan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Aktivitas 1: Menganalisis Hubungan Gaya, Perpindahan, dan Nilai Usaha pada Lintasan Mendatar

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja data
  • Alat tulis
  • Kalkulator (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati tabel data hasil pengamatan dorongan balok kayu bermassa 2 kg di atas lantai mendatar licin berikut.
  2. Gunakan rumus usaha W = F x s untuk melengkapi nilai usaha pada kolom yang masih kosong.
  3. Bandingkan nilai usaha pada Percobaan 1, 2, dan 3, lalu jawab pertanyaan analisis.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah data usaha (W) pada tabel berikut: Percobaan 1 (Gaya F = 4 N, Perpindahan s = 2 m); Percobaan 2 (Gaya F = 4 N, Perpindahan s = 5 m); Percobaan 3 (Gaya F = 8 N, Perpindahan s = 5 m).

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan data tabel yang telah dihitung, bagaimana pengaruh perubahan besar gaya (F) dan panjang perpindahan (s) terhadap nilai usaha (W) yang bekerja pada balok?

Tabel isian 4 kolom: [Percobaan | Gaya F (N) | Perpindahan s (m) | Usaha W = F x s (Joule)] diikuti kolom uraian 3-4 baris untuk analisis hubungan besaran.

Kegiatan 2: Aktivitas 2: Menganalisis Hubungan Usaha dengan Perubahan Energi Kinetik (Teorema Usaha-Energi)

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan kasus gerak troli belanja bermassa m = 4 kg pada lintasan mendatar.
  2. Troli awalnya bergerak dengan kecepatan awal v1 = 2 m/s, kemudian didorong dengan gaya mendatar sehingga berpindah sejauh s meter dan kecepatannya naik menjadi v2 = 4 m/s.
  3. Hitung energi kinetik awal (Ek1 = 1/2 x m x v1^2), energi kinetik akhir (Ek2 = 1/2 x m x v2^2), dan perubahan energi kinetiknya (ΔEk = Ek2 - Ek1).
  4. Gunakan data usaha yang diberikan sebesar W = 24 Joule untuk menganalisis kesetaraannya dengan ΔEk.

Pertanyaan:

1. Hitunglah nilai Ek1, Ek2, dan perubahan energi kinetik (ΔEk) dari troli tersebut!

2. Bandingkan nilai usaha yang dilakukan gaya pendorong (W = 24 Joule) dengan nilai perubahan energi kinetik troli (ΔEk = 24 Joule). Analisislah hubungan matematis dan konseptual antara usaha total dan perubahan energi kinetik benda!

Kotak pengerjaan matematis bertahap (diketahui, ditanya, langkah perhitungan Ek1, Ek2, ΔEk) serta kolom uraian paragraf analisis perbandingan W dan ΔEk.

Kegiatan 3: Aktivitas 3: Menganalisis Kasus Pengereman Benda Mendatar dan Perubahan Energi Kinetik

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pelajari studi kasus pengereman sepeda: Sebuah sepeda beserta pengendaranya bermassa total 60 kg melaju dengan kecepatan 6 m/s di jalan mendatar datar. Pengendara mengerem hingga sepeda berhenti total (v2 = 0 m/s) sepanjang jarak 3 meter.
  2. Analisis energi kinetik mula-mula, energi kinetik akhir, serta besar usaha yang dikerjakan oleh gaya gesek rem.
  3. Lakukan diskusi bersama kelompok untuk menarik kesimpulan umum hubungan usaha dan energi kinetik.
  4. Selesaikan kegiatan dan lanjutkan dengan menjawab pertanyaan refleksi serta penutup pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Berapakah perubahan energi kinetik (ΔEk) yang dialami sepeda dari saat sebelum mengerem hingga berhenti?

2. Berdasarkan prinsip W = ΔEk, berapakah besar usaha yang dilakukan oleh gaya rem dan mengapa nilainya bertanda negatif? Hitung pula besar gaya gesek rem rata-rata yang bekerja bila jarak tempuh pengereman adalah 3 meter!

3. Tuliskan satu kesimpulan utuh mengenai hubungan antara usaha total dan perubahan energi kinetik pada benda yang bergerak mendatar!

Format pengerjaan terstruktur: Isian langkah perhitungan pengereman, kotak diskusi makna tanda minus dan gaya rem, serta kotak kesimpulan akhir hubungan W = ΔEk.

REFLEKSI

1. Apa hal terpenting yang kamu pahami tentang bagaimana usaha yang diberikan pada suatu benda dapat mengubah kecepatannya?

2. Saat kamu mengayuh sepeda lebih kuat atau menekan rem lebih dalam di lintasan mendatar, bagaimana konsep usaha dan perubahan energi kinetik menjelaskan peristiwa tersebut?

3. Bagian mana dari langkah analisis W = ΔEk yang menurutmu paling menantang dan bagaimana kamu berhasil memecahkannya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.